Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
10. Suamiku Dingin


__ADS_3

Setelah bermanja-manja dan mendengar nasehat Ibunya, Zeline memutuskan pulang kerumah karna hari mulai gelap. Kurang lebih 45 menit perjalanan yang di tempuh Zeline dari rumah Ibunya ke rumahnya.


Mobil Zeline memasuki basement rumahnya dan ternyata sudah ada mobil sang suami.


“Assalamualaikum,” Salam Zeline.


‘Kok sepi’


Zeline segera menuju kekamarnya dilantai 2. Mungkin Damian berada di kamar, namun ketika Zeline membuka pintu ternyata kosong.


‘Ah mungkin di ruang kerjanya kali’


Zeline pun meneruskan langkahnya ke ruang kerja suaminya.


Cklek.


“Mas, Zeline udah pulang” ucap Zeline menyembul dari pintu. Damian yang sedang berkutat dengan laptopnya hanya menoleh singkat dan berdehem.


‘Kenapa nih suami gue, ko agak aneh’ Batin Zeline bingung.


“Mas kapan datengnya ?” tanya Zeline mencari obrolan.


“Tadi” jawab singkat Damian.


“Mas udah makan ? Mau Zeline masakin sesuatu ?” lagi Zeline mencari obrolan.


“Gak usah, bisa kamu pergi. Kerjaan saya banyak” Jawab Damian dingin.

__ADS_1


‘Kenapa nih suami gue’


Dengan bingung, Zeline menuruti perintah suaminya. Zeline pun berlalu ke kamar untuk mandi.


Cklek.


Pintu kamar mandi di buka bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka, Zeline dan Damian saling pandang, tapi kemudian Damian berlalu kearah walk in closet. Tak lama dia keluar dengan pakaian kasualnya.


“Mas mau kemana ?” tanya Zeline penasaran.


“Keluar ada perlu” singkat Damian


Cukup. Zeline mulai jengah dengan sikap suaminya yang mendadak dingin ini.


“Mas kamu kenapa sih dari tadi di tanya jawabnya irit banget”. Sungut Zeline.


“Kamu yang kenapa” ucap Damian acuh.


Melongo tak percaya, lupa sudah niat Zeline ingin jujur pada suaminya karna sekarang dia dilanda kekesalan dengan sikap suaminya yang tiba-tiba dingin.


“Kenapa balik tanya, yang aneh kan kamu.” Kesal Zeline.


“Iya saya aneh, kenapa ? Nyesel kamu nikah sama orang aneh” ucap Damian dingin. Menatap tajam Zeline.


‘Kenapa jadi merembet gini sih’ rutuk batin Zeline.


“Apaan sih m—“

__ADS_1


“Saya mau keluar, pulang malam. Gak usah nunggu saya” ucap Damian memotong Zeline, kemudian berlalu keluar.


Zeline pun mengejar suaminya sampai ketika Damian akan membuka pintu mobil, tanganya di cekal oleh Zeline, tapi kemudian di tepis.


Zeline terkejut dengan reaksi sang suami. Apakah Damian enggan di sentuh istrinya.


“Zeline Putri Anggara ! Gak punya malu apa keluar cuman pakai bathrobe.” Bentak Damian tajam.


Zeline lagi-lagi di buat terkejut dengan bentakan sang suami. Matanya berembun mendengar omongan kasar suaminya. Dia melangkah mundur seraya berucap.


“Oh m-maaf kalo ak malu-maluin mas” serak Zeline.


“Bagus kalo kamu sadar” sarkas Damian dingin sambil masuk kedalam mobil. Menyalakan mobilnya, melaju meninggalkan Zeline yang masih mematung di basement.


Bagai di tusuk pisau hati Zeline mendengar omongan sang suami, tak sekalipun Damian menoleh kepadanya setelah mengucapkan kata-kata bernada hinaan itu.


Di langkahkan dengan gontai kakinya kembali kedalam rumah, menapaki tangga naik ke lantai 2 tujuannya adalah kamarnya.


Brak


Suara pintu di tutup dengan keras. Sesaat kemudian Zeline luruh ke lantai disamping ranjangnya. Air mata mengalir tak permisi membasahi pipi putih mulusnya.


“Keterlaluan kamu mas, apa aku sehina itu di mata kamu” isak Zeline.


“Hiks..hiks.. kamu kenapa jadi gini. Hiks.. apa salahku ke kamu hiks..” tangis Zeline.


Kesalahpahaman yang mulai menerpa rumah tangga mereka. Zeline dengan ketidaktahuan nya jika sang suami mendapati kebohongannya tadi siang. Dan sang suami yang tak dapat mengontrol emosinya.

__ADS_1


~Aloha man-teman, Author-nim update lagi nih. Minta dukungan nya dong buat jempol dan love-love nya biar author-nim semangat. Thank chu~


__ADS_2