Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
19. Malam Pertama


__ADS_3

~Annyeong, Maaf baru update lagi. Author-nim lagi ada acara buat si bayi. Yukk jangan lupa tinggalkan like dan love kalian yaa..


Semoga suka ceritanya.


~Maaf juga karna BAB ini di tolak terus, jadi harus edit lagi wkwkwk. 😂


*************************************


Setelah makan malam yang penuh gairah tadi. Damian dan Zeline terdiam di kamar mereka dengan aktivitas masing-masing. Zeline yang tengah mengerjakan tugas dari dosen Santo, dan Damian yang sibuk dengan laptopnya.


Ctak Ctek Ctak Ctek


Zeline menekan-nekan bolpointnya berpikir. Damian menoleh melihat apa yang dilakukan istrinya.


“Kamu ganggu sayang” ucap Damian


Ctak Ctek Ctak Ctek


Zeline mengulangi menekan bolpointnya lagi. Damian yang sudah tak fokus pun menutup laptopnya, bediri dari ranjang menghampiri istrinya yang duduk di meja belajar yang di siapkan Damian dulu.


Brak


Damian mengungkung tubuh istrinya dari belakang. Zeline terkejut sontak mendongak menatap wajah suami nya.


“Kamu niat belajar gak ?” tanya Damian tajam saat kedua netra mereka saling berpandangan.


“E-eh.. niat kok ini” gugup Zeline sambil menunjuk kan bukunya.


“Tapi kenapa berisik, cari perhatian ya” Goda Damian tersenyum smirk.


“Ish.. mana ada ya, aku tuh lagi berpikir, memeras otak cantik aku” sewot Zeline.


“Siapa bilang otak kamu cantik ?” tanya Damian


“Aku lah barusan” jawab Zeline dengan sok angkuhnya.


“Cih.. muka kamu aja yang cantik, otak pas-pas an” decih Damian mengejek.


Bugh


Zeline memukul tangan suaminya.


“Tajam banget mulutnya” ketus Zeline


“Aww sakit sayang” aduh Damian pura-pura kesakitan.


“Lemah banget di pukul gitu doang. Cih” ejek Zeline. Tapi Damian hanya diam sambil mengaduh.


“Mas... Sakit banget yaa” panik Zeline yang melihat raut wajah suami nya yang kesakitan. Buru-buru Zeline berdiri menghampiri suaminya yang sudah menjauh duduk di karpet bulu dekat ranjang.


“KDRT ini sayang” keluh Damian, dalam hati dia tersenyum devil.


“Maaf mas maaf,” panik Zeline, duduk di depan suaminya dan mengusap tangan yang tadi di pukul olehnya.

__ADS_1


‘Masuk perangkap’ batin Damian tersenyum smirk.


Grep


Damian langsung mendudukan Zeline di pangkuannya jadilah posisi mereka seperti Zeline tengah di gendong duduk di bawah karpet.


“Ish.. mas bohong ya” ketus Zeline


Damian hanya terkekeh, lalu menatap mata Zeline dalam. Zeline yang di tatap seperti itu menjadi gugup.


“Mas b-bisa turunin aku gak, mau nyelesain tugas” ucap Zeline.


“Hmm.. nanti aja, Zel kamu tau tugas istri ?” tanya Damian.


“Tau lah” singkat Zeline


“Apa ?” tanya Damian lagi.


“Ya melayani semua kebutuhan suami, patuh dengan suami, karna surga aku sekarang ada pada suami” lugas Zeline


“Kamu udah menjalankan tugasmu ?” tanya lagi Damian.


“Lah kan aku udah nyiapin keperluan mas, semua mas bilang aku iya in, yaa meskipun kemarin sempet berantem lama sih” ucap Zeline


“Belum, kamu belum memenuhi tugasmu. Kamu belum ngasih HAK aku Zel” ucap Damian.


‘HAK yang mana sih.. Oh.. jangan bilang' batin Zeline langsung gugup.


Damian lantas mendekat menempelkan bibirnya ke telinga Zeline dan berucap


“Malam pertama, HAK aku milikin kamu seutuhnya” ucap Damian lembut.


Glek


Zeline semakin gugup, dia tau hari ini akan tiba. Dia mau tak mau harus siap karna memang sudah HAK suaminya.


Melihat Zeline yang menunduk gugup Damian berucap lagi.


“Bolehkah ?” tanya Damian.


“Tapi katanya itu sakit kalo pertama, aku takut” lirih Zeline


“Sakit awal doang, habis gitu juga enak” ucap Damian santai yang langsung di hadiahi pukulan gemas dari istrinya.


“Sayang bolehkan” tanya Damian yang sebenarnya itu adalah pernyataan. Zeline kemudian mengangguk malu.


Mendapat lampu hijau dari Istrinya, Damian tak menyiakan kesempatan. Dia langsung menyambar bibir cherry istrinya, menciumnya, me****t nya sampai ciuman menjadi panas. Zeline hanya pasrah mengikuti permainan suaminya.


Entah kapan, mereka sudah berbaring di atas ranjang dengan posisi Damian mengungkung diatas tubuh Zeline. Di lepaskannya ciuman mereka. Damian menatap Zeline yang tengah malu. Didekatkannya lagi wajahnya, lalu mencium bibir istrinya, ciumannya turun ke dagu, kemudian leher jenjang istrinya, Menebarkan kissmark tanda kepemilikan nya. Tangannya sudah bergerak liar melucuti dress rumahan istrinya. Desah Zeline lolos.


Damian berhenti, kemudian menatap Zeline dari atas tubuh istrinya. Menikmati pergerakan dada istrinya yang naik turun dengan cepat.


“Kamu cantik” puji Damian sembari menurunkan dres rumahan Zeline dari lengan nya dan menariknya.

__ADS_1


Zeline bagaikan tersihir dengan pujian suaminya, hanya diam menurut ketika Damian melepas perlahan dress-nya hingga terlepas dari tubuhnya.


“Kamu seksi” puji Damian lagi, menatap kagum istrinya.


“Ini,ini,ini, semua milikku sayang” ucap Damian sambil mencium beberapa tubuh sensitif sang istrinya. Zeline hanya mendesah pasrah menikmati permainan suaminya.


Damian mencium kembali bibir Zeline, satu tangan nya meraih benda kenyal yang masih tertutup Bra dan satu tangan nya digunakan untuk menopang tubuhnya. Ciumannya turun, menciumi setiap tubuh istrinya, memanjakan istrinya dengan sentuhan-sentuhan nya.


Jari Damian tergesa melepaskan atasan yang melekat di tubuhnya, memperlihatkan badan yang segar terawat dengan roti sobek di perutnya.


Damian beralih menciumi perut Zeline sembari melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuh istrinya. Di tegakkan nya kembali tubuhnya. Menelisik tubuh istrinya yang benar-benar polos. Zeline yang di tatap memuja pun memalingkan wajah malu. Tangannya bergerak pelan menutupi area pribadinya namun segera di cekal oleh Damian.


“Jangan di tutup, aku mau lihat semua” tegas Damian.


Glek


‘Gue malu, gila’ batin Zeline.


“Kamu mempesona” puji Damian kesekian kalinya.


Blush~


Zeline terpaku merona melihat junior suaminya yang sudah siap ingin mengoyak bawah tubuhnya. Dengan cepat dia menutup matanya.


“Jangan pejamkan matamu, semua yang ada di diriku milikmu. Lihat aku sayang” ucap Damian manja.


Zeline pun kembali membuka matanya.


Damian bergerak melebarkan kedua kaki istrinya, menopangnya di kedua pahanya.


“Mas sakit.. aku takut” ucap Zeline. Damian berhenti dan menatap istrinya


“Aku gak janji bakalan gak sakit, tapi percaya nanti sakitnya ilang ko. Ganti enak terus” kelakar Damian mendapat cebikkan kesal dari istrinya


“Ish.. mas ih.. ck” cebik Zeline.


“Pelan yaa” mohon Zeline, Damian hanya berdehem menjawab, kemudian melanjutkan aktivitasnya.


Sekali, dua kali bahkan ketiga kali Damian mencoba menembus kedalam istrinya tapi ternyata sulit dan sempit.


“Akh..sakit mashhmp” ucap Zeline bergumam di akhir karna secepat itu juga Damian membungkam bibir istrinya, mencium lembut menenangkan istrinya. Setelah dirasa Zeline sudah tenang, Damian mulai memompa lembut miliknya di dalam Zeline.


*******-******* saling bersautan dari dua insan yang tengah memadu kasih untuk mencapai puncak kenikmatan dunia.


Tak lama keduanya mendesah panjang. Damian menyemburkan benih nya di rahim Zeline, setelah itu mengecup kening istrinya yang berpeluh sembari mengucapkan kata cinta


“Kamu sungguh luar biasa sayang” ucap Damian


“Love you my peonny” Lanjutnya, kemudian merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Di tariknya tubuh polos istrinya kedalam pelukannya, Zeline hanya tersenyum menanggapinya dia sangat lelah setelah kegiatan nikmat mereka.


Setelah itu mereka terlelap sambil berpelukan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya.


 

__ADS_1


__ADS_2