Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
56. Menjemput


__ADS_3

“Halo sayang” ucap Damian saat telponnya terhubung. Ia begitu khawatir karna sampai jam 9 malam istri nya itu tak kunjung pulang atau mengabarinya.


“P-pak, Zeline nya mabuk. Bapak bisa jemput gak” Bukan Zeline yang menjawab, melainkan sahabatnya, Ana.


“Bagaimana bisa dia ma—“ suara Damian tersela saat ia mendengar keributan di seberang sana.


“Hei, loe kalo mau nge halu jangan keterlaluan dong. Sampe nyebut nama lengkap Pak Damian lagi. Jangan-jangan loe lagi yang ngebet pengen sama Pak Damian ya.” Hardik salah satu senior di team Echa. Echa pun secepat kilat memanfaatkan keadaan


“Gak tau tuh Kak, dia iri banget kayaknya” ucap Echa pura-pura sedih.


“Echa, gak usah memperkeruh deh loe” hardik Ana kesal, ia sampai lupa jika telpon yang ia genggam masih terhubung.


Damian bisa mendengar semua percakapan yang ada disana.


“Cantik doang, tapi kelakuan lebih parah dari Echa ya. Masih mending Echa cuman ngaku-ngaku. Lah ini keliatan banget kalo pengen ngerebut suami orang. Lupa loe Pak Damian tuh punya istri.” Cerocos senior tadi.


“Lah kan istrinya gue ya An. Masa gue ngerebut suami gue sendiri sih An” ucap Zeline tak karuan.


“H-hah ?” gugup Ana. Ia tak menyangka saja sahabatnya ini bisa membeberkan fakta tentang dirinya begitu enteng nya. Padahal kemarin-kemarin ia menolak keras saran nya. Hah, Ana lupa jika sahabat nya ini tengah dalam pengaruh alkohol.


“Halo” Ana kembali mendengar suara dari ponsel Zeline. Ia tersadar sedari tadi ponsel itu masih terhubung.


“Ah iya, bisa di jemput kan Zeline nya. Saya khawatir ngomongnya kemana-mana nanti nya Pak” mohon Ana kepada Damian.


“Tanpa kamu suruh saya juga akan menjemput istri saya. Tolong jaga dia sebentar” sahut datar Damian.


Damian langsung mematikan sambungan telponnya nya. Ia marah dan kesal, siapa yang menyuruh Zeline minum. Siapa juga yang tadi menghina Zeline, apalagi mantan sahabat istrinya itu tak ingin ketinggalan memanaskan suasana. Dia buru-buru memasuki mobilnya dan langsung menjalankan dengan kecepatan penuh.


15 menit Damian sampai di tempat tujuan, ia memarkirkan mobilnya sembarangan. Ia tak peduli, di pikirkan nya hanya bagaimana kondisi istrinya.


Begitu masuk restoran Damian langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan rombongan istrinya. Matanya menatap tajam kala ia melihat istrinya yang tengah di rangkul Bima, ketua pelaksana di team istrinya. Amarah nya memuncak melihat milik nya di sentuh pria lain. Ia secepat kilat melangkah menuju meja istrinya.


Sret

__ADS_1


Damian langsung menarik istrinya kedalam pelukannya. Ia sudah tak perduli tatapan kaget dari karyawan nya.


Zeline mencium wangi parfum yang begitu familiar untuknya, ia langsung mendongak.


“Ah, suamiku yang tampan datang yaa. Hehe” racau Zeline


“Kamu bisa-bisanya minum wine. Kamu kan gak pernah minum wine yang” ucap Damian. Tapi lupakah Damian jika istri nya sedari tadi sudah teler tak karuan.


Semua yang ada di meja dibuat lebih terkejut lagi dengan ucapan atasannya itu, terkecuali Ana yang biasa saja tetapi Echa mulai menegang gelisah.


“Ah aku gak mabuk kok Mas. Nih aku tunjukin” Zeline mencoba berdiri melepaskan pelukan Damian, tapi terlihat sempoyongan.


“Udah diem deh yang” sewot Damian kembali merengkuh pinggang Zeline posesif. memposisikan tubuh Zeline merapat di dekapan nya.


Bima diam saja sejak kedatangan mendadak Damian, apalagi Damian yang tengah memeluk gadis yang tadi akan ia tolong.


“Maaf Pak Damian, saya lupa ngingetin Zeline tentang wine. Maaf sekali lagi Pak” sesal Ana.


“Gak papa, saya juga sudah datang” sahut Damian tanpa menatap Ana. Pandangannya fokus kearah Zeline.


“Kamu bisa lihat kan. Memang apa salahnya saya menjemput ISTRI saya” ucap Damian sambil menekan kata istri


Semua kembali terkejut, apalagi Bima. Ia tak menyangka saja jika gadis yang ia suka ternyata sudah menikah dan lagi, suaminya adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


“Ana saya akan bawa Zeline pulang dulu, terimakasih” ucap Damian sambil menggendong Zeline ala bridal style. Sebelum melangkah ia pun berucap.


“Ah ya, istri saya memang cantik, karna dia istri saya jadi terserah dia mau sebut nama lengkap saya. Kelakuan istri saya sangat baik. Dia perempuan baik-baik. Bukan perempuan yang suka mengaku milik orang lain adalah milik nya.” Tatapannya menghunus tajam kearah Echa.


“Jadi karna kalian sudah tau siapa istri saya, kedepannya bersikaplah sopan” sambungnya kemudian berlalu dari sana. Ana pamit juga dan mengekori Damian karna ia membawakan tas Zeline.


“Pak gimana dengan mobil Zeline ?” tanya Ana saat sampai di tempat parkir.


“Nanti saya urus, terimakasih bantuan nya” ucap Damian setelah mendudukkan istrinya di samping tempat kemudi.

__ADS_1


Ana mengangguk setelah itu memberikan tas Zeline kepada Damian. Ia juga berpamitan untuk pulang lebih dulu.


🌺🌺🌺 


Sementara di dalam restoran, semua hanya diam, mereka masih terlihat kaget dengan kebenaran yang mendadak ini. Senior yang tadi menghina Zeline tiba-tiba berucap


“Ini beneran ?”


“Zeline itu istri yang di bicarakan Pak Damian waktu meeting itu ?”


Tanya nya beruntun.


“Kamu fikir Pak Damian sedang iseng apa, emang beliau ada waktu untuk itu hah” ketus Adel menjawab.


“Gimana nih, Ah gue kena masalah nih” panik Senior tadi.


“Lain kali jaga ucapan kalian. Jangan suka menilai seseorang dari yang kalian lihat saja.” Ucap datar Bima.


Sedangkan Echa setelah kejadian datangnya Damian tadi, dia diam membisu. Entah apa yang sedang ia pikirkan sampai tak merespon ucapan-ucapan di sebelah nya.


Acara makan perpisahan pun berakhir dengan kejutan yang di berikan Damian. Mereka pun pulang kerumah masing-masing. Menyiapkan mental untuk yang terjadi esok hari.


.


.


.


.


.


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊

__ADS_1


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2