
~Hai hai, maaf ya baru update.. author-nim lagi kebut nulis lanjutan ceritanya kemaren, trus juga episode sebelumnya di tolak jadi harus revisi sana-sini. huhu..
Man-teman yang dermawan tolong jika suka beri like, love dan vite nya untuk author-nim yaa.. Gomawo~ đđ»
Mobil sport putih milik Zeline terpakir rapi di parkiran kampusnya. Zeline keluar dari mobilnya, berjalan pelan ke arah kelas nya. Semua mahasiswa yang melihatnya semakin terpesona dengan Zeline. Bagaimana tidak, Zeline yang biasanya berpakaian simple terkesan fashionable hari ini berbeda. Gadis yang sekarang sudah menjadi wanita itu tengah memakai rok hitam diatas lutut, kaos hitam yang pas di tubuhnya, dan heels hitam. Polesan make up natural dengan liptint warna merah natural. Zeline terlihat feminim dan err seksi karna rok hitam itu menutupi separuh pahanya yang putih mulus.
âZeline..â sapa Johan tak berkedip melihat penampilan sang pujaan hati yang tampak berbeda.
âYa. Jo..â sahut Zeline. Tapi tak mendapat respon dari Johan. Zeline memanggilnya lagi
âJohan..â
âAh ya.. Emm ada kelas siangâ ucap Johan tersadar.
âIya, duluan yaaâ ujar Zeline.
Zeline tak sadar bahwa seseorang tengah menatapnya tajam di depan kelas yang kebetulan se-Jurusan dengan Zeline.
âKamu nyari hukuman sayangâ ucap Damian. Ya orang yang menatap Zeline tajam adalah suaminya sendiri. Hari ini dia ada bimbingan pagi jadi tidak datang bersama sang istri, dia terpaku ketika keluar kelas mendengar seseorang yang memanggil nama istrinya sontak dia menoleh kearah suara dan betapa terkejutnya Damian ketika melihat penampilan sang istri. Damiam kesal, karna istrinya menjadi pusat perhatian dari seluruh mahasiswa yang terpesona padanya.
Zeline berjalan ke toilet sebelum memasuki kelasnya, tetapi belum sampai toilet tangannya dicekal oleh seseorang dan langsung membawanya keatas dimana ruang dosen sekaligus suaminya berada. Zeline hanya pasrah setelah mengetahui siapa yang tengah menyeretnya, untung saja sepanjang koridor sepi.
Brak
Cklek
Cup
Serang langsung Damian saat pintu sudah ditutup, Zeline gelagapan dengan serangan tiba-tiba sang suami. Damian menciumnya dengan rakus dan kasar seperti sedang meluapkan kekesalan. Tak berapa lama Zeline memukul dada suaminya karna sulut bernafas.
âMas apaan sih, main serobot ajaâ sewot Zeline sambil terengah-engah.
âKamu harus di hukum sayangâ ucap Damian kembali mendekatkan wajahnya ingin mencium istrinya lagi. Tapi buru-buru Zeline membekap mulut suaminya itu.
âAku salah apa ?â tanya Zeline
âKamu gak tau salah kamu apa ?â tanya balik Damian tajam.
âKamu pake baju gini ngapain, tumben. Aku gak suka banyak pria yang liat kamu dengan tatapan sialan mereka ituâ ujar Damian
__ADS_1
âSeolah pengen nerkam kamu aja, abisnya biasanya pake jeans ngapain sih sekarang pakek rok gini ishâ lanjutnya sembari menurunkan rok istrinya tapi tak bisa.
âCk. Ganti gak rok nyaâ ucap Damian lagi.
Zeline hanya melongo, mau ganti apa kalo Zeline aja gak bawa ganti.
âMas.. mau ganti apa, kan gak bawa gantiâ ucap Zeline lembut.
Damian meraup wajahnya kasar. Dia tak rela membiarkan tubuh istrinya dilihat pria lain.
âCk. Kamu sih ahâ decak Damian kemudian duduk menyandar kan tubuhnya di sofa. Mentup mata. Kepalanya pening membayangkan istrinya yang hari ini pasti menjadi bahan fantasi liar kaum lelaki di kampus.
Zeline yang melihat muka masam suaminya hanya tersenyum lucu, suaminya sedang cemburu tapi begitu menggemaskan. Zeline mendekat, duduk di pangkuan suaminya yang membuat Damian langsung membuka mata terkejut.
âKamu cemburu ?â tanya Zeline lembut.
âE-enggak yaâ elak Damian. Matanya yang sedang menghindari dari tatapan sang istri tak sengaja melihat pemandangan di bawah sana. Rok Zeline yang tersingkap keatas ketika duduk di pangkuannya membuat pahanya terekspos banyak.
Glek
Damian menelan salivanya berat, tubuhnya mulai bereaksi hanya melihat bagian paha istrinya. Dia ingin menerkam istrinya, mengungkung istrinya di bawah kendalinya supaya istrinya mendesahnkan namanya. Dia sungguh tak tahan.
Plak
âAduh sayang kok malah di pukulâ ringis Damian.
âIni kampus ya, jangan mesumâ sarkas Zeline
âUdah aku mau ke kelas duluâ ucap Zeline berdiri dari pangkuan suaminya, tapi sebelum itu dia mencium sekilas bibir Damian. Damian pun tersenyum manis dengan tindakan istrinya. Sangat jarang istrinya insiatif menciumnya duluan.
âAku langsung ke kantor, kamu nanti langsung pulang yaâ ucap Damian
âIya Masâ jawab Zeline kemudian membuka pintu keluar dari ruangan dosen sekaligus suaminya itu.
---------------------------------
Selesai kelas Zeline, Ana, dan Echa berencana makan dulu di kantin. Mereka berjalan menuju kantin. Sepanjang jalan Zeline merasa aneh dengan tatapan mahasiswa dan mahasiswi kepadanya. Tatapan seperti mencibir, menghina, mencela Zeline. Tak hanya Zeline, Ana pun juga merasakan tatapan aneh mereka sepanjang mereka berjalan.
Sampai di kantin mereka langsung memesan makan. Saat makan pun banyak yang memperhatikan Zeline seperti menghina. Ana yang duduk bersebalahn dengan mahasiswi lain, tak sengaja mendengar bisikan mereka.
__ADS_1
âSumpah ya gak tau malu banget. Udah kaya tapi masih aja jual diri. Cihâ bisik mereka mencibir.
âBisa-bisanya main sama dosen sendiri. Gilaâ ucap mahasiswi satunya.
âYa ampun Zel, loe masuk berita kampusâ pekik Echa tiba-tiba.
âBerita apa sih ?â sahut Ana sembari melihat handphone Echa.
âLoe ke hotel sama Pak Damianâ ceplos Echa sedikit keras.
âHeh Chacha, pelanin dikit suara loe. Loe kan tau hubungan Zeline sama Pak Damian. Sok heboh banget deh.â Sentak pelan Ana.
Sedangkan Zeline hanya terpaku memandangi handphone nya. Dia terkejut melihat foto dirinya dan Damian yang tengah berjalan berpelukan masuk ke hotel yang merupakan anak cabang dari MX Group di bidang perhotelan.
âSiapa yang nyebarin foto gue sama mas Damieâ batin Zeline bertanya, karna masalah nya yang menyebarkan itu adalah akun anonim.
Zeline yang tak nyaman dengan bisikan-bisikan mencemooh dari para mahasiswa pun akhirnya memutuskan pulang, karna makan pun terass tak enak lagi baginya.
âEmm guys gue pulang dulu yaa. Tadi di suruh mampir dulu ke kantor mas Damieâ alibi Zeline. Ucapan Zeline sontak membuat kedua sahabatnya yang sedang berdebat pelan itu langsung menolehkan kepalanya.
âLah makan nya kan belum selesai Zel, selessin dulu napa ?â cerocos Echa.
âEh terus gimana gosip loe nih. Mau bilang ke Pak Damianâ ucap Echa biasa yang bisa di dengar oleh mahasiswi lain.
âGak tau malu banget mau ngaduâ ucap mahasiswi.
âIya, gak nyangka cewek terpopuler dengan sifat dinginnya ternyata kedok doang. Jijik gueâ lanjut mahasiswi lain.
âLoe apa-apaan sih Cha, di bilangin bicara pelan aja. Loe kayak biasa aja gak ada beban ngomong gitu.â Hardik Ana.
âLah kan gue tanya yang sebenarnya An, salah gueâ jawab Echa.
âUdah gak usah debat, pusing gue malahan. Gue balik dulu. Byeâ ucap Zeline sambil berlalu.
Sedangkan Ana lanjut mengomeli tingkah Echa yang ceplas ceplos. Echa hanya mendengar sembari tersenyum penuh arti kearah Zeline yang berlalu.
Nih visual nya Zeline waktu lagi mode feminim. maaf kalo ga sesuai dengan yang kalian pikirkan yaa.. author-nim suka banget sama eonni ini. Keliataan diluar kayak cuek pendiam anggun gitu..
__ADS_1
-Eh btw author-nim mau kasi Visual cast nya.. cuman lagi bingung siapa yang cocok buat menggambarkan si Damian.. kalo kalian punya saran silahkan komen yaaa...