Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
22. Skandal di Kampus


__ADS_3

~Hai hai, maaf ya baru update.. author-nim lagi kebut nulis lanjutan ceritanya kemaren, trus juga episode sebelumnya di tolak jadi harus revisi sana-sini. huhu..


Man-teman yang dermawan tolong jika suka beri like, love dan vite nya untuk author-nim yaa.. Gomawo~ đŸ™đŸ»


Mobil sport putih milik Zeline terpakir rapi di parkiran kampusnya. Zeline keluar dari mobilnya, berjalan pelan ke arah kelas nya. Semua mahasiswa yang melihatnya semakin terpesona dengan Zeline. Bagaimana tidak, Zeline yang biasanya berpakaian simple terkesan fashionable hari ini berbeda. Gadis yang sekarang sudah menjadi wanita itu tengah memakai rok hitam diatas lutut, kaos hitam yang pas di tubuhnya, dan heels hitam. Polesan make up natural dengan liptint warna merah natural. Zeline terlihat feminim dan err seksi karna rok hitam itu menutupi separuh pahanya yang putih mulus.


“Zeline..” sapa Johan tak berkedip melihat penampilan sang pujaan hati yang tampak berbeda.


“Ya. Jo..” sahut Zeline. Tapi tak mendapat respon dari Johan. Zeline memanggilnya lagi


“Johan..”


“Ah ya.. Emm ada kelas siang” ucap Johan tersadar.


“Iya, duluan yaa” ujar Zeline.


Zeline tak sadar bahwa seseorang tengah menatapnya tajam di depan kelas yang kebetulan se-Jurusan dengan Zeline.


“Kamu nyari hukuman sayang” ucap Damian. Ya orang yang menatap Zeline tajam adalah suaminya sendiri. Hari ini dia ada bimbingan pagi jadi tidak datang bersama sang istri, dia terpaku ketika keluar kelas mendengar seseorang yang memanggil nama istrinya sontak dia menoleh kearah suara dan betapa terkejutnya Damian ketika melihat penampilan sang istri. Damiam kesal, karna istrinya menjadi pusat perhatian dari seluruh mahasiswa yang terpesona padanya.


Zeline berjalan ke toilet sebelum memasuki kelasnya, tetapi belum sampai toilet tangannya dicekal oleh seseorang dan langsung membawanya keatas dimana ruang dosen sekaligus suaminya berada. Zeline hanya pasrah setelah mengetahui siapa yang tengah menyeretnya, untung saja sepanjang koridor sepi.


Brak


Cklek


Cup


Serang langsung Damian saat pintu sudah ditutup, Zeline gelagapan dengan serangan tiba-tiba sang suami. Damian menciumnya dengan rakus dan kasar seperti sedang meluapkan kekesalan. Tak berapa lama Zeline memukul dada suaminya karna sulut bernafas.


“Mas apaan sih, main serobot aja” sewot Zeline sambil terengah-engah.


“Kamu harus di hukum sayang” ucap Damian kembali mendekatkan wajahnya ingin mencium istrinya lagi. Tapi buru-buru Zeline membekap mulut suaminya itu.


“Aku salah apa ?” tanya Zeline


“Kamu gak tau salah kamu apa ?” tanya balik Damian tajam.


“Kamu pake baju gini ngapain, tumben. Aku gak suka banyak pria yang liat kamu dengan tatapan sialan mereka itu” ujar Damian

__ADS_1


“Seolah pengen nerkam kamu aja, abisnya biasanya pake jeans ngapain sih sekarang pakek rok gini ish” lanjutnya sembari menurunkan rok istrinya tapi tak bisa.


“Ck. Ganti gak rok nya” ucap Damian lagi.


Zeline hanya melongo, mau ganti apa kalo Zeline aja gak bawa ganti.


“Mas.. mau ganti apa, kan gak bawa ganti” ucap Zeline lembut.


Damian meraup wajahnya kasar. Dia tak rela membiarkan tubuh istrinya dilihat pria lain.


“Ck. Kamu sih ah” decak Damian kemudian duduk menyandar kan tubuhnya di sofa. Mentup mata. Kepalanya pening membayangkan istrinya yang hari ini pasti menjadi bahan fantasi liar kaum lelaki di kampus.


Zeline yang melihat muka masam suaminya hanya tersenyum lucu, suaminya sedang cemburu tapi begitu menggemaskan. Zeline mendekat, duduk di pangkuan suaminya yang membuat Damian langsung membuka mata terkejut.


“Kamu cemburu ?” tanya Zeline lembut.


“E-enggak ya” elak Damian. Matanya yang sedang menghindari dari tatapan sang istri tak sengaja melihat pemandangan di bawah sana. Rok Zeline yang tersingkap keatas ketika duduk di pangkuannya membuat pahanya terekspos banyak.


Glek


Damian menelan salivanya berat, tubuhnya mulai bereaksi hanya melihat bagian paha istrinya. Dia ingin menerkam istrinya, mengungkung istrinya di bawah kendalinya supaya istrinya mendesahnkan namanya. Dia sungguh tak tahan.


Plak


“Aduh sayang kok malah di pukul” ringis Damian.


“Ini kampus ya, jangan mesum” sarkas Zeline


“Udah aku mau ke kelas dulu” ucap Zeline berdiri dari pangkuan suaminya, tapi sebelum itu dia mencium sekilas bibir Damian. Damian pun tersenyum manis dengan tindakan istrinya. Sangat jarang istrinya insiatif menciumnya duluan.


“Aku langsung ke kantor, kamu nanti langsung pulang ya” ucap Damian


“Iya Mas” jawab Zeline kemudian membuka pintu keluar dari ruangan dosen sekaligus suaminya itu.


---------------------------------


Selesai kelas Zeline, Ana, dan Echa berencana makan dulu di kantin. Mereka berjalan menuju kantin. Sepanjang jalan Zeline merasa aneh dengan tatapan mahasiswa dan mahasiswi kepadanya. Tatapan seperti mencibir, menghina, mencela Zeline. Tak hanya Zeline, Ana pun juga merasakan tatapan aneh mereka sepanjang mereka berjalan.


Sampai di kantin mereka langsung memesan makan. Saat makan pun banyak yang memperhatikan Zeline seperti menghina. Ana yang duduk bersebalahn dengan mahasiswi lain, tak sengaja mendengar bisikan mereka.

__ADS_1


“Sumpah ya gak tau malu banget. Udah kaya tapi masih aja jual diri. Cih” bisik mereka mencibir.


“Bisa-bisanya main sama dosen sendiri. Gila” ucap mahasiswi satunya.


“Ya ampun Zel, loe masuk berita kampus” pekik Echa tiba-tiba.


“Berita apa sih ?” sahut Ana sembari melihat handphone Echa.


“Loe ke hotel sama Pak Damian” ceplos Echa sedikit keras.


“Heh Chacha, pelanin dikit suara loe. Loe kan tau hubungan Zeline sama Pak Damian. Sok heboh banget deh.” Sentak pelan Ana.


Sedangkan Zeline hanya terpaku memandangi handphone nya. Dia terkejut melihat foto dirinya dan Damian yang tengah berjalan berpelukan masuk ke hotel yang merupakan anak cabang dari MX Group di bidang perhotelan.


‘Siapa yang nyebarin foto gue sama mas Damie’ batin Zeline bertanya, karna masalah nya yang menyebarkan itu adalah akun anonim.


Zeline yang tak nyaman dengan bisikan-bisikan mencemooh dari para mahasiswa pun akhirnya memutuskan pulang, karna makan pun terass tak enak lagi baginya.


“Emm guys gue pulang dulu yaa. Tadi di suruh mampir dulu ke kantor mas Damie” alibi Zeline. Ucapan Zeline sontak membuat kedua sahabatnya yang sedang berdebat pelan itu langsung menolehkan kepalanya.


“Lah makan nya kan belum selesai Zel, selessin dulu napa ?” cerocos Echa.


“Eh terus gimana gosip loe nih. Mau bilang ke Pak Damian” ucap Echa biasa yang bisa di dengar oleh mahasiswi lain.


“Gak tau malu banget mau ngadu” ucap mahasiswi.


“Iya, gak nyangka cewek terpopuler dengan sifat dinginnya ternyata kedok doang. Jijik gue” lanjut mahasiswi lain.


“Loe apa-apaan sih Cha, di bilangin bicara pelan aja. Loe kayak biasa aja gak ada beban ngomong gitu.” Hardik Ana.


“Lah kan gue tanya yang sebenarnya An, salah gue” jawab Echa.


“Udah gak usah debat, pusing gue malahan. Gue balik dulu. Bye” ucap Zeline sambil berlalu.


Sedangkan Ana lanjut mengomeli tingkah Echa yang ceplas ceplos. Echa hanya mendengar sembari tersenyum penuh arti kearah Zeline yang berlalu.



Nih visual nya Zeline waktu lagi mode feminim. maaf kalo ga sesuai dengan yang kalian pikirkan yaa.. author-nim suka banget sama eonni ini. Keliataan diluar kayak cuek pendiam anggun gitu..

__ADS_1


-Eh btw author-nim mau kasi Visual cast nya.. cuman lagi bingung siapa yang cocok buat menggambarkan si Damian.. kalo kalian punya saran silahkan komen yaaa...


__ADS_2