
Setelah mereka sudah berbaikan, Damian menyuruh Zeline pindah ke kamar mereka di lantai 2. Dan disinilah mereka sekarang, di kamar utama. Zeline tengah merapikan beberapa bajunya yang ia bawa dan juga buku-buku kuliahnya.
“Haah.. Selesai juga” ucap Zeline setelah selesai berbenah. Dia merebahkan tubuhnya di karpet bulu depan ranjangnya.
“Mas..” panggil Zeline.
“Heem..” jawab Damian bergumam.
“Ish.. Mas Damie” rengek Zeline manja.
“Ya sayang” jawab Damian lembut.
Blush~
Pipi Zeline merona. Dia hanya mengulum senyum malu.
“Mas udah mau Maghrib, mandi gih gantian. Terus sholat bareng.” Ucap Zeline
“Gak usah gantian, mandi bareng aja biar cepet” sahut Damian
“Ish.. omes” decak Zeline.
Heran Zeline, sejak ciuman mereka kenapa suaminya bicaranya frontal gini.
“Omes ?” tanya Damian tak paham.
“Otak Mesum” sahut Zeline sewot, Damian terkekeh mendengarnya. Kebiasaan baru nya menggoda sang istri yang gampang blushing ini.
Damian berjalan menuju kamar mandi, saat sampai di depan pintu dia berbalik melihat Zeline.
“Bener gak mau mandi bareng, biar cepet sayang” Goda Damian.
__ADS_1
“Mas Damie” sentak Zeline.
Tawa renyah Damian sembari membuka pintu kamar mandi.
10 menit berlalu, Damian keluar sambil menggosok rambutnya yang basah. Zeline ternganga melihat pemandangan di depan nya, menutupi matanya cepat.
“Mas pakek baju cepet” ucap Zeline yang di balas deheman dan kekehan Damian. Buru-buru Zeline masuk kamar mandi.
Selesai mandi dan sholat bersama, kini Damian tengah menunggu Zeline memasak bersama Bi Ima. Sambil menunggu, Damian membuka beberapa email dari perusahaannya dan dari Kampus. Tak lama muncul Zeline sembari membawa hidangan ke meja makan.
“Udah ?” tanya Damian, yang di balas anggukan.
Setelah masakan tersaji di meja makan, Zeline mulai melayani suaminya makan.
“Mas mau lauk apa ?”
“Rendang aja sama capjay nya sayang” ucap Damian
Saat Zeline akan duduk di kursinya, tiba-tiba Damian menariknya sehingga Zeline jatuh di pangkuannya. Zeline menegang gugup.
“Makan disini aja satu piring sama mas” bisik Damian yang terdengar seksi di telinga Zeline.
‘Uh, jantung gue tolong kerjasama nya’ batin Zeline merasakan jantungnya yang berdegup kencang.
“Ee.. mas mending makan aja, Zeline mau lauk yang lain soalnya” elak Zeline. Dia menggerakkan tubuhnya berusaha lepas dari pangkuan suaminya.
“Jangan banyak gerak, kamu membangunkan nya sayang” ucap Damian serak akibat ulah Zeline yang terus bergerak memicu bagian bawah nya bereaksi.
“Kenapa ?” tanya Zeline polos. Gak tau apa kalo dia sudah membangun kan singa yang kelaparan.
“Kamu gerak turus nanti dia bangun. Aku gak kuat mau makan kamu disini nanti gimana ?” ucap Damian sensual.
__ADS_1
“Ya Allah.. mas dosa kalo kamu mau makan aku” polos Zeline berucap. Damian memijit kepalanya yang pening seketika. Di bawah sana mulai bereaksi karna gerakan Zeline yang tak bisa diam di pangkuannya.
“Maksud aku kalo kamu terus gerak, aku bakalan bercinta denganmu disini sayang, aku gak kuat” jelas Damian. Zeline melotot ingin memprotes tapi kalah cepat dengan Damian yang kini sudah melahap bibirnya rakus.
“Hmmpp..Mmmaash” ucap Zeline di sela ciuman rakus Damian.
Seakan tuli, Damian tak menghiraukan ucapan Zeline, dia terus me****t bibir Zeline yang bagai candu untuknya. Menyesapnya kasar kemudian melembut. Zeline yang awalnya berontak kini mulai menikmati ciuman Damian yang sekarang melembut, dikalungkan tangannya di leher Damian. Mereka saling menyesap, menikmati ciuman yang berubah panas itu.
“Mmm.. Mmash.. Ah..” Desah Zeline kala ciuman Damian berpindah ke leher jenjangnya yang putih mulus. Damian mencium leher indah Zeline yang dari dulu selalu dia bayangkan. Menyesapnya, menggigit kecil memberi tanda merah di leher indah istrinya.
“Akh.. Mas.. Assh” desah Zeline meringis karna gigitan suaminya di lehernya, mengantar gelenyar aneh yang baru pertama di rasakan Zeline.
Ciuman Damian semakin turun membelai tulang selangka Zeline. Tangannya yang satu tak tinggal diam, membuka kancing dress rumahan Zeline. 2 kancing terbuka memperlihatkan belahan dada yang lumayan besar tertutupi Bra berwarna krem. Setelah memberi tanda merah di tulang selangka Zeline, ciuman Damian turun menciumi belahan dada dan bagian atas bukit istrinya yang sedikit menyembul keluar itu.
Saat ciuman mereka semakin panas, mereka tersentak mendengar suara orang berbicara.
“Non ini ikan—“
“Ah maaf saya gak lihat, saya pergi dulu” ucap Bi Ima kikuk, sambil berbalik pergi ke ruang belakang melalui pintu samping kanan dapur. Mereka berdua terkejut dan cepat memisahkan diri, lebih tepatnya Zeline yang mendorong Damian tapi Damian hanya acuh saja kemudian mendekatkan kepalanya bersandar di dada istrinya.
‘Aduh dasar anak muda’ batin Bi Ima melihat adegan intim di depannya tadi.
“Maas Damie, Zel malu” rengek Zeline. Dia malu terpergok orang beradegan intim.
“Udah kita makan aja, suapin sayang” ucap Damian acuh.
“Makan yang banyak ayo, biar ada tenaga buat bercintanya” lanjut Damian frontal, yang langsung mendapat pukulan di lengannya dari istrinya yang memasang wajah galak tapi lucu di mata Damian.
‘Suami gue jadi kang Omes gini sih’ batin Zeline kesal.
~Aloha,.. Maaf author-nim baru update lagi.. lagi sedikit sibuk hehehe.. Mohon bantuan like dan love nya yaa man-teman Author-nim. Terimakasih~
__ADS_1