
~ Annyeong chinguya... Author-nim kembali update nih. Tapi mon maap yaa kalau slow update. Soalnya sekarang Author-nim yan tumbang dan masih belum sembuh benar. Jadi kalo ada waktu melipir sedikit, author-nim ngetik bab baru buat update. Mon maap dulu yaa.. btw semoga suka update an ini ❤️
"Sayang.. kamu sudah memaafkan Mas kan ?” tanya Damian, saat ini mereka tengah duduk di taman belakang mansion keluarga besar Zeline dengan Darren di pangkuan Damian.
“Maaf mas, maafkan Zeline. Harusnya dulu Zeline tak gegabah pergi tanpa mendengar penjelasan mas.. Zeline yang harus meminta maaf” tunduk Zeline dengan jari saling meremas gugup.
“Mas yang harus minta maaf, karena kalau dari awal mas gak berbohong. Kejadian seperti itu tak akan terjadi” ucap Damian menimpali.
Mereka berdua saling meminta maaf tanpa sadar membuat Darren yang berada di antara mereka terbengong tak mengerti.
“Ma..ma..eom..” celoteh Darren.
“Ya sayang eomma (Ibu) disini”
“Nugu (siapa) “ ucap Darren sambil menunjuk Damian.
“Darren-ah, dia adalah abeoji (Ayah)”
“Eoji” beo Darren dengan bahasa cadel nya. Zeline mengangguk sambil tersenyum manis.
Damian yang melihat senyum istrinya langsung berdesir hatinya. Sudah lama dia tak melihat senyum itu. Langsung saja Damian menyerobot ciuman di bibir istrinya cepat, secepat kilat menghantar dan membuat keterkejutan yang amat kentara di raut wajah Zeline.
“Mas..”
__ADS_1
“Habis mas kangen banget. Liat kamu senyum gitu kelepasan deh” ucap Damian enteng.
“Ya tapi kan ada Darren mas. Malu ih” cebik Zeline sambil merona malu, yang di sambut tawa renyah dari pria tampan itu.
“Lagian kita gak bisa gitu. Kita sudah terpisah cukup lama” lirih Zeline lagi.
Damian tertegun sebentar dan kemudian berucap.
“Kalau begitu kita nikah ulang aja secara agama. Karena secara Negara kita masih suami istri. Kita hanya perlu memulai secara agama. Agar afdol”
Zeline tersenyum malu mendengar penuturan suaminya itu.
“Besok aku akan menyuruh Dad, Mom, Ayah, Ibu dan Zayn untuk kemari beserta penghulu dari sana” sambung Damian
“H-Hah ?! Besok mas ? Apa gak terlalu mendadak dan cepat ?” pekik pelan Zeline sebab ia terkejut dengan penuturan suaminya.
“Tapi mas itu—“
“Gak ada tapi-tapi. Aku tak mau menunda waktu. Sudah cukup 2 tahun aku terpisah dari kalian. Aku tak mau tersiksa lagi. Aku ingin cepat berkumpul bersama kamu dan anak kita sayang”
Zeline menunduk mendengar ucapan suami nya yang sarat akan kepedihan.
“Baiklah terserah mas.. tapi mas, bisakah mas ceritakan apa yang mas lakukan selama 2 tahun tanpaku. Aku ingin tau kehidupan mas 2 tahun lalu” ucap Zeline
__ADS_1
“Sayang bukan nya mas tak mau cerita. Mas juga tak tau kehidupan apa yang mas jalani. Setelah kamu pergi, mas hanya fokus bekerja dan terus seperti itu. Hampir gila dulu mas mencarimu yang tak pernah ketemu, jadi mas hanya menyibukkan diri dengan bekerja. Yang menilai diri mas adalah orang lain. Mungkin jika kamu bertanya pada yang lain seperti Ars, kedua orangtua kita, atau orang lain yang mengenalku”
“Mas.. maafkan Zeline. Zel—“
“Sudahlah sayang, yang penting sekarang kita sudah bersama lagi. Tapi maaf jika kamu harus mendapat hukuman dariku nantinya” ucap Damian dengan tatapan yang tak bisa di artikan
“Maksud mas hukuman untuk apa ?” tanya Zeline.
“Ck. Tentu saja hukuman karna sudah pergi dariku” decak kesal Damian.
“Sudahlah. Aku akan menghubungi keluarga kita. Dan rencana kita tadi. Setelah itu ceritakan padaku tentang Darren mulai dari dia ada di dalam perutmu” titah Damian.
Zeline hanya mengangguk sambil tersenyum manis yang di balas Damian dengan senyum teduhnya sambil memberikan Darren pada Zeline. Setelah nya Damian hanya di sibukkan dengan bertelpon ria kesana kemari. Sesekali Zeline tersenyum melihat gerak-gerik suaminya yang tak jauh di depan nya itu. Hati Zeline lega setelah tau akar masalah 2 tahun lalu.
.
.
.
.
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
__ADS_1
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️
.