Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
74. Terbang Ke Korea


__ADS_3

° Annyeong chinguya, nih author-nim tepati yaa up 2 eps hari ini. Semoga suka yaa.. tapi jangan lupa Like, Love dan Vote nya, biar makin semangat nih 🤗


Setelah satu bulan Damian sibuk dengan pekerjaan nya sampai berulang kali meminta maaf kepada Soo Ho untuk pengunduran waktu temu nya lagi, hari ini ia sudah sampai di Korea. Soo Ho juga datang menjemput nya di Bandara. Mereka berdua seolah sudah berteman akrab hanya dalam waktu satu bulan saja.


“Bagaiman perjalanan mu Dam, Ars ?” ucap Soo Ho saat mereka berempat sudah menaiki mobil menuju hotel tempat Damian menginap selama di Kore. Tentu saja yang di maksud berempat itu termasuk sekertaris Jang yang menjadi supir nya.


“Yah begitulah” jawab Damian seadanya.


“Kenapa kau tak memakai jet pribadi mu dan kau tak mau ku pinjami jet pribadi ?” tanya Soo Ho.


“Aku hanya bosan. Ingin merasakan naik pesawat komersial bersama yang lain saja”


“Ya..ya terserah kau saja lah. Oh ya, Ars bagaimana dengan mu. Apa kah kau nyaman berada di sini ?” tanya Soo Ho mengalihkan kearah Ars.


“Jangan konyol Soo Ho. Baru juga beberapa jam aku dan Damian sampai. Mana tau nyaman atau tidak nya” sahut Ars.


Soo Ho dan sekertaris Jang kompak tergelak tertawa.


“Barangkali kau nyaman, aku bisa bantu carikan kau kekasih disini. Kau kan jomblo karna ulah atasan sekaligus sahabat mu ini” ejek Soo Ho dengan cibiran tertuju pada Damian.


Ya dia tau bagaimana kisah rumah tangga Damian, setelah mereka intens bertukar kabar, mengobrol dan terkadang Soo Ho juga meminta saran seputar wanita anak kuliahan yang akan di jodohkan dengan nya 6 bulan lagi.


“Dam. Apa sudah ada kabar tentang istri mu?” kata Soo Ho bertanya dan juga ia melihat gerak-gerik Ars yang seolah memberi kode untuknya agar tak membahas istri teman nya itu.


“Belum” jawab Damian singkat, ia seketika termenung dan muram.

__ADS_1


“Ah.. Baiklah. Bersabarlah dude” ucap Soo Ho tak memperpanjang pertanyaan nya, karena semua yang ada di dalam mobil itu tau jika pembahasan tentang istri Damian adalah hal yang aling sensitif.


1 Jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di hotel tempat Damian dan Ars menginap. Mereka keluar dan membongkar bagasi di bantu dengan petugas hotel untuk membawakan koper Damian dan Ars yang sedang check in dengan nomor pesanan kamar mereka.


“Kau mau makan dulu ? Ini sudah menjelang waktu makan siang” tanya Soo Ho.


“Ya. Tapi aku lelah. Bagaimana kalo pesan room service saja” usul Damian.


“Baiklah terserah kau saja, kalo begitu ayo kita ke kamarmu” sahut Soo Ho kemudian.


Mereka berempat pun berlalu setelah Ars sudah mendapatkan ID card kamar mereka berdua.


“Soo Ho, sekertaris Jang, mau pesan apa ?” tanya Ars


“Terserah saja yang penting enak” kata Soo Ho


Ars terkekeh melihat raut kesal Ji Wan. Sedangkan Damian hanya tersenyum tipis sembari berdiri melangkah menuju jendela nesar yang memperlihatkan gedung-gedung besar dan hiruk pikuk Kota Seoul.


“Sudah lah. Kapan akan pesan kalo begini” kata Soo Ho menimpali.


“Ah iya. Dam kau ingin pesan apa ?” tanya Ars kemudian.


“Terserah, samakan dengan mereka juga tak apa” ucap Damian dengan pandangan masih terfokus melihat luar jendela.


Setelah itu Ars pun menelpon room service dan berbicara semua pesanan mereka kepada pegawai hotel yang menerima telpon nya.

__ADS_1


“Dam sedang apa kau berdiri saja disana. Kemari lah” ucap Soo Ho.


“Tak apa aku ingin melihat hirup pikuk Seoul. Aku ingat jika kakek nenek istri ku orang Korea” ucap Damian.


“Wah, benarkah. Apa nama marga nya. Barangkali aku tau” sahut Soo Ho berdiri menghampiri posisi Damian.


“Entahlah. Aku tak begitu ingat. Zeline pernah menyebutkan nya sekali waktu itu dan sudah lama sekali”


“Hemm.. memang yang orang Korea itu ayah atau ibu nya”


“Ibu nya”


Tok tok tok.


Ars yang tengah berbincang dengan Ji Wan berdiri saat mendengar suara ketukan dari luar, pasti itu adalah room service. Dan benar saja, pegawai hotel itu masuk dan menghidangkan pesanan mereka di meja yang tersedia. Setelah itu pegawai hotel pun keluar. Ars memanggil Damian dan Soo Ho yang tengah berdiri di jendela untuk segera memakan pesanan nya. Mereka berempat pun makan sambil sesekali berbincang dan Soo Ho merencanakan agenda selama Damian dan Ars di Korea. Ia ingin mengajak Damian dan Ars menikmati waktu di Korea. Sesekali juga sekertaris Jang merekomendasikan tempat-tempat yang bagus untuk mereka datangi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


LANJUT...


__ADS_2