Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
67. Pergerakan Perusuh


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain...


Damian tengah memandang tajam seorang wanita di depan nya. Wanita yang berpenampilan seksi seakan ingin menunjukkan suatu hal yang dapat memancing pria. Tapi bagi Damian itu semua tak berpengaruh, selain istri nya ia tak akan bereaksi.


“Jadi, ini yang di maksud meeting urgent” ucap Damian dingin


“Ah maaf untuk itu Pak. Tadi nya memang meeting. Tapi beberala saat yang lalu, Papa saya bilang jika dia ada keperluan mendadak. Jadinya seperti ini. Maaf untuk ketidak nyamanan nya” alibi Echa. Ia memindai penampilan suami mantan sahabat nya. Tetap berkharisma dan semakin tampan setelah lama tak bertemu.


“Oke. Kalau begitu permisi” sahut Damian dan hendak pergi tapi tangan nya di cekal oleh Echa.


“Pak, saya tadi sudah pesan makan sebelum Bapak tiba. Bagaimana kalo di makan dulu. Sebagai permintaan maaf dari pihak saya” ucap Echa.


“Tidak perlu. Singkirkan tangan anda” ucap Damian tajam.


“Ah maaf. Tolong Pak. Saya juga tak enak. Lihat banyak orang yang melihat kearah kita” sahut Echa.


Damian langsung mengedarkan pandangannya dan benar saja banyak pasang mata yang melihat kearah nya. Ia pun memutuskan kembali duduk dan tepat saat itu handphone nya berdenting 1 pesan masuk. Ia rogoh handphone nya dan melihat 1 pesan yang di kirim istrinya


From : ❤️


- Pulang jam berapa ? Ini udah jam 4 sore loh kalo Mas lupa


Ia pun spontan menatap kearah wanita di depanya setelah membaca pesan istri nya. Ia bingung harus membalas apa. Ia tak ingin istri nya khawatir jika ia bertemu mantan sahabat Zeline. Tapi jika ia tak jujur malah repot kalau Zeline tahu dari orang lain, apalagi jika wanita di depan nya yang memberitahu istri nya. Lama ia berpikir dan akhirnya ia memilih sedikit berbohong jika ia ada meeting urgent. Kan benar jika ia meeting urgent, tapi kan ia tak tahu jika mendadak juga di cancel. Jadi pikir Damian itu tak sepenuhnya membohongi istri nya.


Damian yang beranggapan seperti itu tak tahu jika nanti nya rumah tangganya di pertaruhkan.


“Silahkan di makan dulu Pak” ucap Echa memecah aktivitas Damian.


“Ya” ucap Damian singkat. Ia memasukkan kembali benda pipihnya ke dalam saku celana nya dan mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan, ia ingin segera menyelesaikan urusan tak jelas ini dan pulang.


Sedangkan wanita di depan nya tengah tersenyum smirk karena rencana nya berjalan mulus tanda kecurigaan pria idaman di depan nya ini.


Ingatkan jika Echa sekarang menjadi gila karna obsesi nya pada Damian. Malam ini ia menyiapkan rencana yang besar. Damian tak sadar jika makanan yang ia nikmati sekarang tercampur dengan obat perangsang.

__ADS_1


Damian memyelesaikan makan nya dengan cepat dan ia pun juga sudah menandaskan minuman nya, seperti nya ia tak mau berlama-lama dengan mantan sahabat istri nya ini.


“Saya sudah selesai jadi saya permisi” tegas Damian ingin bangkit dari duduk nya.


“Pak tunggu saya sebentar” sahut Echa gigih sambil menahan Damian untuk duduk kembali.


Tangan Echa segera di tepis oleh Damian. Tak berselang lama Damian merasakan tubuhnya mulai panas dan pusing. Ia pun bergerak gelisah. Echa yang melihat gelagat Damian pun tersenyum menang.


“Pak, Bapak kenapa ?” tanya Echa pura-pura.


“Ah saya permisi” sahut Damian mengabaikan pertanyaan Echa. Ia ingin berlalu dari sana tapi mendadak tubuhnya seperti oleng.


Echa dengan sigap menangkap Damian. Ia memapah Damian berlalu dari restoran hotel.


“Bapak gak papa” ucap Echa lagi. Dengan berani nya tangan nya yang sedang merengkuh pinggang Damian ia usap lembut meraba otot perut sebagian Damian.


Damian yang dalam keadaan tak sadar karna obat itu pun refleks bereaksi.


“Bapak butuh obat buat nyembuhin ini” ucap Echa berbisik di telinga Damian.


Sampai di kamar hotel, Damian yang sudah tak tahan dengan sentuhan Echa yang sensual pun mulai menyerang nya dengan ciuman rakus. Ia tak sadar yang ia cium adalah orang lain, karna yang di pikirannya hanyalah Zeline yang ada bersamanya.


Sedangkan Echa yang mendapat serangan Damian pun senang, akhirnya ia bisa merasaakan bibir sensual pria idaman nya ini. Betapa mahir bibir itu menyesap bibir nya. Echa terlena.


“Zeline. Sayang” ucap Damian dengan nafas memburu.


Ia menurunkan ciuman nya ke leher wanita yang ia pikir Zeline. Tapi saat akan berlabuh, ia mencium aroma yang terasa asing, bersamaan dengan suara jawaban dari wanita yang ia anggap istrinya.


“Ya Damian. Terus. Ah” ucap Echa mendesah.


Deg


Mata Damian berusaha terbuka mendengar suara yang bukan milik istrinya. Zeline tak pernah memanggilnya Damian jika sedang berdua. Ia segera mendorong wanita yang ada di rengkuhan nya.

__ADS_1


Tubuh Echa terdorong jatuh terlentang di atas ranjang. Pikir Echa, Damian akan mulai bercinta dengan nya. Tapi harapan nya sirna seketika saat teriakan Damian menggema.


“SIALAN. DASAR TAK TAHU MALU. AARGH” teriak Damian. Ia menjauh dari Echa. Ia merasakan rasa pusing yang datang dengan hebat dan panas serasa ingin membuka semua yang terbalut di tubuhnya. Tapi sebisa mungkin ia tahan.


“Pak. Saya bisa bantu Bapak. Ayo Pak kita lakuin” paksa Echa. Ia menarik kembali tangan Damian yang segera di tepis kasar oleh sang empu.


“DASAR GADIS GILA. ENYAH KAU” teriak Damian.


“Enggak. Ayo Pak. Bapak mau apa..” ucap Echa saat melihat Damian mengutak-atik handphone nya. Ia segera merebut dan melempar benda itu begitu saja.


“SIALAN. BERANINYA KAU HAH. AARGH” teriak Damian. Ia kembali merasakan siksaan itu. Ia berusaha menahan nya, meskipun sekarang Echa sudah mulai melepas pakaian nya ia tak akan tergoda, cukup tadi ia tak sadar sudah menjamah sedikit wanita gila itu.


“Pak ayo saya sudah siap” ucap Echa sembari berjalan kearah Damian. Sekarang ia hanya memakai **********. Sungguh Echa sudah hilang kewarasan nya.


“ENYAH KAU SIALAN. ARGH” teriak Damian di akhir ia sedikit merintih.


Echa mulai menariknya yang sudah lemas tak berdaya. Tapi sekuat tenaga ia menahan hasrat karna sentuhan-sentuhan yang Echa berikan. Ia berusaha tetap menyadarkan diri nya.


Hingga karna sudah terlalu lelah menahan dan pusing yang melanda. Ia pun jatuh pingsan di samping ranjang.


“Ck. Gagal rencana gue mau ngerasain kegagahan Pak Damian” gerutu Echa. Ia pun menempatkan Damian keatas ranjang dengan susah payah. Ia juga mulai membuka satu persatu kancing baju Damian. Setelah terbuka, ia lepaskan dari tubuh Damian, dan ia lempar asal di lantai.


Echa kemudian mengetikkan pesan kepada partner nya untuk segera menjalankan rencana. Setelah terkirim, ia dengan tak tahu malu nya menanggalkan sisa pakaian di tubuhnya dan begelung di selimut yang sama dengan Damian. Ia tersenyum senang karna merasa rencana akan berhasil.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2