
Hari ini adalah hari di adakannya acara Fashion. Sudah dari pagi buta Zeline sampai di perusahaan. Ia dan senior yang lain juga sudah menyiapkan gaunnya untuk acara nanti. Tinggal menunggu modelnya datang saja.
Pukul 07.00 para model yang sudah di persiapkan pun datang, tetapi masalahnya sekarang satu model yang sudah di pilih Zeline belum menampakkan dirinya.
“Bagaimana, kita harus segera berangkat” ucap ketus salah satu senior di team Echa. Ia memang tidak terlalu menyukai Zeline.
“Iya kak, kita nungguin satu model buat apa. Kan model kita udah datang” ucap Echa
Ana yang mendengar sontal menoleh tajam kearah Echa, sedangkan Zeline hanya diam tak menggubris.
15 menit berlalu tapi model pilihan Zeline tak kunjung datang. Team Echa mulai jengah menunggu.
“Ck. Kalo gini kita bakal telat Bima” sewot ketua pelaksana di team Echa.
“Mending kita berangkat aja, nanti di pikirkan lagi masalah model pilihan junior kamu itu” lanjutnya.
Semua pun saling berpikir sampai suara Zeline menginterupsi
“Gak papa kita berangkat aja”
“Tapi Zel model kamu gimana ?” tanya Bima.
“Gak papa Kak, nanti di pikir lagi” ucap Zeline.
Echa tersenyum smirk kearah Zeline, dan tepat saat itu Ana juga melihatnya. Ia langsung curiga pasti ini perbuatan mantan sahabat nya itu.
Mereka semua bergegas ke tempat acara Fashion.
🌸🌸🌸
Sampai di tempat acara, mereka semua masuk ke ruang rias yang disiapkan penyelenggara untuk setiap perusahaan yang berpartisipasi.
Tiap team langsung disibukkan merias model mereka.
__ADS_1
“Zeline bagaimana dengan model kamu” ucap Bima mengejutkan Zeline yang tengah menata gaunnya.
“Ah.. Emm kak.. terpaksa kalo aku yang meragain gimana ?” ucap Zeline, sebenarnya ia tak begitu yakin, karna ia tak pandai berlenggak lenggok di atas panggung model.
Sontak ucapan Zeline membuat team nya menoleh kearahnya. Zeline jadi kikuk sendiri.
“Kayanya aku gak pantes deh ya..” ucap Zeline kikuk.
“Siapa bilang, kamu pantes kok Zel, manfaatin kecantikan kamu” sahut Fara semangat yang sontak membuat yang lainnya menoleh mengangguk setuju.
“Iya Zel, loe pantes kan itu juga desain loe sendiri. Ada manfaatnya wajah sama proporsi tubuh loe itu sekarang” ucap Ana menyemangati.
Team Echa yang mendengar pun hanya bersikap acuh tapi tidak dengan Echa. Ia pun berpikir lalu beberapa detik kemudian tersenyum smirk.
45 menit, panitia penyelenggara memberitahukan jika semua model harus berkumpul karna acara akan segera di mulai. Zeline pun berdiri setelah mematut dirinya di depan cermin, dirasa sudah cukup ia pun segera berlalu ke dalam kamar ganti. Tak lama ia pun keluar dari situ dengan gaun rancangan nya yang melekat sempurna di tubuhnya.
“Wahh cantik banget Zeline kita” ucap Fara girang.
“Kak Fara bikin malu deh” ucap Zeline tersipu.
“Ini mah kamu desain buat diri kamu sendiri Zel” ucap Adel, ketua pelaksana team Ana, semua pun memberi jempol tanda setuju dengan ucapan Adel, tapi tidak dengan team Echa yang acuh saja.
“Ekhem.. Ya sudah kita harus segera ke backstage” ucap Bima
Para model yang siap pun segera berbaris keluar menuju backstage dengan team yang lain, saat kirewahan itu tiba-tiba Echa menyenggol dan menumpahkan kopi yang ia bawa dan itu terkena belakang gaun Zeline.
“Astaga, maaf gue gak sengaja” ucap Echa dengan senyum tipis mengejeknya
“Echa, loe apaan sih” hardik Ana yang melihat kejadian itu.
“Gimana nih Zel, belakang gaun kamu kena noda kopi” ucap Novi khawatir.
Zeline langsung melihat keadaan gaunnya, kemudian mendongakkan kepalanya menatap Echa dingin.
__ADS_1
“Gak papa Kak, aku bersihin bentar. Untungnya warna gaun ku sedikit gelap jadi gak begitu terlihat jika gak di teliti.” Ucap Zeline.
“Kalian duluan aja gak papa” lanjutnya.
“Saya akan temani kamu, kalian bisa duluan” sahut Bima.
“Gue juga, gak papa kan Kak” ucap Ana meminta izin pada senior teamnya dan mendapat anggukan dari mereka.
Mereka yang lain pun bergegas menuju backstage meninggalkan Zeline, Bima, dan Ana.
“Bener-bener keterlaluan si Echa” gerutu Ana sambil membantu membersihkan noda di gaun Zeline.
“Udah biarin aja si An” ucap Zeline santai
“Loe mah selalu gitu, jangan terlalu lembut nngadepin dia. Loe tau sendiri kan dia udah nyatain perang ke loe” kesal Ana.
“Udah gak usah di bahas An”
“Ini pake hairdryer untuk mengeringkan” ucap Bima yang baru datang setelah mencari pinjaman hairdryer.
Ana pun segera membantu Zeline mengeringkan gaunnya. Mereka harus cepat karena di dalam acara sudah di mulai.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1