Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
43. Penjelasan


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Damian langsung menuju kamar. Karena rumah sepi, ia pikir Zeline berada di kamar.


Cklek


Yang pertama Damian lihat adalah ruangan yang gelap dan sunyi. Ia mengedarkan pandangannya ke ranjang dan ranjang pun kosong.


‘Kemana Zeline ? Apa belum pulang’ batin Damian.


Ia merogoh handphone di saku celananya, menelpon istrinya lagi tapi na’as hanya sahutan operator yang di terima.


“Bi Ima” panggil Damian sedikit keras sambil menuruni tangga.


“Bi Ima” ulangnya dengan nada yang masih sama. Bi Ima yang sedang di kamarnya pun segera keluar mendengar panggilan Tuan nya.


“Iya Tuan” sahut nya.


“Bi, Zeline belum pulang ?”


“Belum Tuan”


“Dari tadi ?”


“Iya Tuan”


Damian mencoba menghubungi istrinya kembali.


“Kamu kemana sih sayang, gak di angkat lagi” gumam Damian.


Damian memutuskan kembali ke kamarnya tanpa memedulikan tatapan bingung ART nya.


***


Di sisi lain..


“Zel kamu gak pulang” tanya Bima. Zeline yang tengah fokus dengan pekerjaan nya pun menoleh.


“Eh, jam berapa sih Kak” ucapnya sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Ia melotot terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan jam 9 malam. Ia mengedarkan pandangannya dan baru menyadari jika seniornya yang lain sudah tidak ada, hanya dirinya dan Bima yang ada di ruangan.


“Yang lain udah dari tadi ya pulang nya ? Tanya Zeline.


“30 menit yang lalu, kamu serius banget jadi mereka gak ganggu” jelas Bima.


“Ya udah Zeline juga pulang dulu Kak” ucap Zeline sembari berkemas. Ia juga melupakan untuk mengabari suaminya.


“Ya udah, saya juga mau pulang” kata Bima.


Mereka pun berjalan bersama menuju tempat parkir karyawan.


“Kamu berani pulang sendiri ? Apa mau saya antar Zel” tawar Bima.

__ADS_1


“Gak usah Kak, kan aku bawa mobil sendiri” tolak halus Zeline.


“Titipin saja mobilnya di sini, besok saya jemput kamu lagi” ucap Bima


“Ah itu lebih gak usah Kak, ngerepotin” ucap Zeline


‘sekaligus bikin masalah nantinya’ lanjutnya dalam hati.


“Beneran ?”


“Iya Kak, ya udah saya duluan ya Kak” sahut Zeline cepat, kemudian memasuki mobilnya.


Tin tin


“Kak duluan ya” pamit Zeline setelah mobilnya berada di depan mobil Bima, Bima melambaikan tangan dari dalam mobil sebagai jawaban.


 


Mobil Zeline sudah memasuki basement, ia cemas mungkin nanti akan kena marah suaminya karna Zeline kelupaan mengabari suaminya saat mau pulang tadi. Ia langsung naik tangga dari basement menuju dalam rumahnya.


Cklek


“Baru pulang kamu”


Zeline berjingkit kaget karena tak jauh dari tempatnya berdiri, suaminya tengah berdiri menghadap dirinya.


“Iya, maaf lupa ngabarin” sahut Zeline.


“Sayang, aku mau jelasin—“


“Aku mau mandi dulu, lengket” sela Zeline,


Damian hanya mendesah pasrah melihat istrinya berjalan menuju kamar mereka. Ia pun mengikuti langkah istrinya.


15 menit Zeline menyelesaikan ritual mandi nya, ia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. Ia melirik sekilas suaminya yang sedang bersandar di ranjang kemudian berlalu ke walk in closet.


Saat ia memilih baju, tiba-tiba tangan kekar melingkari perut nya dari belakang. Zeline sudah tahu dari aroma parfum khas itu adalah suaminya.


“Sayang” panggil Damian


“Hmm” sahut Zeline


Damian menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup dalam aroma segar dari istri nya.


“Ada apa ?” Tanya Zeline


“Aku mau jelasin kejadian tadi” ucap Damian


“Oke, tapi bisa lepas dulu. Aku mau ganti baju”


“Nanti aja, aku pengen peluk kamu gini”

__ADS_1


Zeline memilih mengalah dan membiarkan suaminya melakukan apa yang ia mau.


“Tadi itu aku gak tau kalo Echa yang dateng” ucap Damian mengawali ceritanya.


“Tadi aku kesel sama kamu, terus ya udah aku sibukin ke kerjaan. Tiba-tiba ada yang ngetuk pintu ya aku suruh masuk. Aku kira kamu soalnya kedenger langkah heels gitu. Waktu udah deket baru aku mau lihat eh cepet banget kejadian dia duduk di pangkuan aku. Ya terus aku nyuruh dia turun tapi gak mau. Ya debat gitu sampe kamu datang dan setelahnya kamu pasti tau kan” jelas Damian.


Zeline hanya diam mendengarkan penjelasan Damian.


“Sayang kok diem sih” ucap Damian.


“Lagi nyimak”


“Kan udah jelasin nya”


“Iya tau Mas”


“Maafin aku sayang”


“Iya aku maafin kamu”


“Jangan gak ngabarin kayak tadi lagi ya, aku khawatir tahu” sewot Damian


“Khawatir tapi kok gak nyusulin” cecar Zeline.


“Ada yang bilang suruh rahasiain identitas nya ya aku turutin” sindir Damian. Zeline hanya terkekeh, lagaknya ia lupa dengan ancamannya kepada sang suami.


“Udah kan penjelasan nya, sekarang kamu keluar dulu aku mau ganti baju” ucap Zeline.


“Gak usah, kamu lupa ya kalo tadi mau nebus sesuatu ke aku” sahut Damian, ia mulai melancarkan aksi mesumnya.


‘Giliran masalah iya-iya cepet banget tanggepnya’ batin Zeline mencebik.


“Ya tapi pake baju dul—“


“Gausah nanti ujung-ujungnya juga gak pake baju kan” ceplos Damian langsung mengangkat tubuh istri nya, membawanya ke ranjang tempat mereka bertempur tiap malam.


Zeline hanya pasrah menikmati setiap sentuhan dan kegiatan suaminya pada setiap tubuhnya itu.


Dan akhirnya setelah masalah yang sudah terselesaikan, dan di tutup dengan kegiatan panas mereka berdua malam ini, semua masalah pasti akan terselesaikan jika sudah di atas ranjang. Saling mendesah memuja di sela penyatuan keduannya. Malam panas yang panjang mereka lalui, membuat Damian dan Zeline versi mini tentunya.


.


.


.


.


.


~Annyeong teman, jangan lupa beri author-nim dukungan terus yaa...

__ADS_1


Gomawo~🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2