Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
31. Bertemu Johan


__ADS_3

Hari ini Zeline datang ke kampus untuk menyerahkan draft magang nya ke Dosen pembimbingnya Pak Aryo. Awalnya Dosen pembimbing nya adalah suaminya sendiri, tapi dia menolak karena tak enak pada yang lainnya, alhasil di gantikan oleh Pak Aryo.


“Zel.. Zeline..” teriak seseorang, Zeline menoleh melihat siapa yang memanggilnya.


“Bisa kita ngobrol bentar gak ?” tanya Johan terengah. Lelaki yang tadi memanggil Zeline.


Zeline melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Dia menimang-nimang karna kemarin Damian menyuruhnya datang kekantor sebelum makan siang, karna hari ini Damian tidak ada matkul di Kampus.


“Pliss.. bentaran Zel” mohon Johan saat melihat Zeline yang tampak berpikir.


“Mau ngomong apasih Jo, bisa langsung disini aja gak” tawar Zeline.


“Gak bisa, ini penting Zel” ucap Johan serius.


“Emm.. bentar deh gue mau chat dul—“


“Mau ijin suami kamu ya” ujar Johan getir.


“Eh.. iya Jo” gugup Zeline.


Zeline tau Johan masih suka padanya meskipun hubungan mereka dalam konteks pertemanan, Zeline tidak menyalahkan Johan yang sampai sekarang masih menyukainya. Ia tau masalah hati tidak bisa di rubah sesukanya.


“Aku telpon dulu ya Jo” ijin Zeline dan mendapat anggukan dari Johan.


Johan menatap intens Zeline yang tengah menghubungi suaminya yang juga seorang Dosen di kampus.


Ia kecewa, marah, kesal. Padahal dia yang menyukai Zeline terlebih dulu, padahal dia yang menyatakan perasaanya dulu. Berteman dengan orang yang dia sukai agar terus dekat dengannya. Tapi sekarang apa yang ia peroleh ? Berharap suatu saat Zeline menyukainya ? Mustahil, karna sekarang pujaannya menjadi milik orang lain.

__ADS_1


“iya gak lama, habis itu aku ke kantor” ucap Zeline.


“...”


“Emm, oke Mas.. see you di kantor nanti” Zeline mematikan telepon nya, melihat Johan yang diam termenung menatap nya.


“Jo..” ucap Zeline. Tapi tak di respon oleh lelaki di depannya itu. Zeline mendesah lelah. Ia tau untuk apa Johan mengajaknya ngobrol berdua.


“Johan..” ucap Zeline kali ini dengan menepuk bahu temannya itu.


Johan tersadar dari lamunannya, mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian berkata pada Zeline.


“Udah telponnya ?” ucap Johan.


“Dari tadi kali.. di panggilin gak respon sih” sahut Zeline pura-pura kesal.


“Iyalah, orang khusyuk banget ngelamunnya” kelakar Zeline terkekeh.


Johan tersenyum nanar. Dan Zeline tau itu. Dalam hati Zeline harus menguatkan hatinya untuk mendengar ucapan Johan nanti nya.


“Jadi gak nih ? Mau ngobrol dimana ? Di Kampus atau di tempat lain ?” tanya Zeline beruntun.


“Tempat lain aja yuk, cafe deket sini. Sambil ngadem” ucap Johan kemudian.


“Oke yuk” Zeline melingkah mendahului Johan, tapi terhenti karna Johan memegang tangan nya. Zeline pun menoleh.


“Bareng gue ya ?” Pinta Johan.

__ADS_1


“Gue bawa mobil sendiri deh, nanti bolak-balik lagi” tolak halus Zeline.


“Zeline.. Pliss” mohon Johan lagi.


“Jo, nanti nyusahin lo bolak-balik kampus. Gue juga bisa hemat waktu kan.. dari cafe langsung ke kantor suami gue” jelas Zeline.


Johan mengangguk pasrah, kemudian melepas pegangan tangannya. Berjalan beriringan dengan Zeline.


“Yaudah yuk, di cafe Boom yaa” ucap Johan.


Mereka berdua pun berlalu mengendarai kendaraan mereka masing-masing, menuju cafe yang telah di janjikan.


.


.


.


.


.


.


.


~Annyeong, author-nim beri semangat dong dengan kasih Like, Love, Vote nya yaa... 😊😊

__ADS_1


Gomawo~🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2