Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
78. Terkejut


__ADS_3

Damian langsung beranjak dari sana dan berjalan cepat, bahkan setengah berlari agar segera sampai di depan wanita yang selama ini ia cari. Sambil berjalan sesekali ia merutuki bagaimana bisa ia tak tahu tentang ini. Di pikirannya apakah kedua mertua dan abang ipar nya sekongkol dengan keluarga di Korea untuk menyembunyikan Zeline dari nya atau hanya keluarga di Korea yang membuat perencanaan itu.


“Sayang..” panggil Damian saat tiba di depan wanita yang tengah membelakangi nya, sepertinya wanita itu tengah mengambil alih bayi yang sedari tadi dalam gendongan pria.


Sedangkan Zeline, mendengar suara yang sangat familiar untuknya tiba-tiba menegang kaget. Sekujur tubuhnya menegang dengan bayi yang sudah dalam gendongan nya.


“Zeline-ah..” panggil Jae Wook kala melihat reaksi Zeline yang seolah kaget. Tapi tak di jawab pun oleh Zeline karna Zeline memilih memutar tubuhnya berhadapan dengan pria yang memanggilnya ‘sayang’ tadi.


“Mas Damie..” ucap lirih Zeline sudah jelas kedua bola matanya berembun.


“Oh Tuhan.. Ini benar kau sayang. Kau nyata..” Damian merangsek maju menyentuh wajah istri yang selama ini ia cari dan ia rindukan.


“.. Oh kau benar nyata, sayang aku sedang tak berhalusinasi kan. Astaga” sambungnya lagi setelah memastikan diri Zeline nyata.


“Dan baby ini..”


Secepat kilat Zeline tersadar dengan euforia kerinduan nya saat Damian menyebut bayi. Ia langsung menarik diri mundur dari sentuhan Damian.


“Maaf. Saya permisi” tukas Zeline cepat.


Ars yang berdiri tak jauh di belakang pun terkejut dengan reaksi tajam Zeline. Begitupun dengan Damian, ia berpikir pasti Zeline masih sangat marah padanya.


“Sayang. Ini bayi kita kan” kata Damian sambil maju ingin menggapai bayi itu. Akan tetapi dengan cepat dan kasar Zeline menepisnya.


“Maaf, ini bayi saya. Bukan bayi anda” sahutnya dingin.


Deg


Jantung Damian serasa mencelos dari tempatnya.


“Sa-sayang, dengerin Mas, dengerin penjelasan Mas. Hem ?” ucap Damian memelas.


“Tidak perlu. Aku sudah melihat nya dengan mata kepalaku sendiri” kata Zeline dingin.


“Sayang, apa yang kamu lihat ? Apa ? Mari kita bicara. Mas mohon. Mas selalu mencari keberadaan mu Zeline” lirih Damian lesu


“Tak perlu kataku. Lebih baik anda pergi. Kasihan istri dan anak anda menunggu” tukas Zeline.


“Aku harus pergi kemana sayang. Dan siapa lagi istri dan anakku jika bukan kalian” lirih Damian. Wajahnya di mata Zeline sungguh membuat hati Zeline berdenyut nyeri. Tiada binar kebahagiaan di wajah suaminya itu, terluhat hanya kesedihan dan keputusasaan yang melekat.

__ADS_1


“Mari kita bicara sayang. Aku akan jel—“


“Sudah cukup anda menyita waktu saya . Saya harus pergi” sela Zeline cepat. Ia pun menoleh kebelakang dan berkata.


“Kajja (Ayo) Jae Wook-ah”


Setelah itu Zeline berlalu dari hadapan Damian bersama Jae Wook yang mengikuti di belakangnya. Sambil berjalan Zeline mengeluarkan handphone nya berniat memghubungi Hye Shin bahwa ia akan langsung pulang.


Sedangkan Ars menatap pilu Damian dan Zeline. Ia tahu pasti sahabat nya itu tengah terpuruk sedih. Ars mendekati tempat Damian berdiri sambil menunduk dalam. Ia sangat prihatin, baru kali ini melihat Damian seperti ini lagi setelah 2 tahun yang lalu. Dan yang membuatnya seperti ini, 2 tahun yang lalu atau pun sekarang adalah orang yang sama.


“Dam, tegak kan kepalamu. Bersabarlah. Kita cari cara memberitahu Zeline. Sekarang biarkan dia dulu. Mungkin dia terkejut dengan kehadiran mu setelah 2 tahun lamanya. Ayo kita kembali ke tempat Soo Ho. Kita bisa mencari informasi dari junior Soo Ho tadi. Kau tenang saja. Biar aku nanti yang bertanya. Ayo Dam” nasehat Ars.


Damian pun menegak kan kepalanya dan mengikuti semua ucapan Ars. Mereka berdua kembali berjalan ke tempat mereka pertama kali datang dan makan tadi.


...---...


“Damian kau mengenal wanita cantik tadi ? Bagaimana ? Kenapa ku lihat dari sini tadi suasana nya sedikit tak enak ?” tanya beruntun Soo Ho saat Damian dan Ars tiba di ruang makan mereka. Dan Hye Shin pun masih di sana.


Baik Damian maupun Ars tak ingin menjawab pertanyaan beruntun Soo Ho. Damian yang dalam kondisi tak mood dan Ars yang berpikir ingin segera menanyai Hye Shin. Mumpung ada kesempatan pikirnya.


“Ekhem, Mrs. Go Hye Shin. Bisakah saya meminta nomor telepon Zeline, ah maksud saya Yoon Zeline ?” tanya Ars pad Hye Shin.


“Yoon Zeline ? Untuk apa ? Apa anda mengenalnya ? Maaf tapi nomor telepon adalah hal yang privasi menurut saya” jawab Hye Shin tegas.


“Aneh saja, jika anda memang mengenalnya bagaimana anda bisa tak memiliki nomor handphone orang yang katanya mengenal” cibir Hye Shin.


Ars mulai dibuat emosi meladeni wanita cantik di hadapan nya ini. Sedangkan Soo Ho, Ji Wan dan Damian diam saja.


“Kami saling mengenal. Tapi tak sempat bertukar nomor kembali. Apa anda paham” kata Ars mencoba bersabar dengan memberi senyum tipis.


“Saya tidak yakin dengan alasan anda. Jadi maaf saja, saya tidak bisa menyebarluaskan nomor orang yang kata anda saling mengenal itu” sahut Hye Shin.


“Kau—“


“Tolong berikan saja nomor handphone istri saya” sela Damian saat Ars ingin mengutarakan kekesalan nya.


Soo Ho, Ji Wan, dan Hye Shin menoleh kaget kearah Damian. Mereka bertiga kompak memelotot kan kedua bola matanya saking terkejutnya.


“Damian..” ucap Soo Ho dan Ji Wan.

__ADS_1


“Anda..” ucap Hye Shin.


“Maaf, teman anda itu adalah istri saya..” jelas Damian kearah Hye Shin.


“.. Wanita cantik itu istri ku” jelasnya lagi kali ini kearah Soo Ho. Menekan setiap kata nya pada Soo Ho.


“Jadi anda adalah orang yang selalu membuat Zeline ku yang cantik itu menangis. Anda suami yang sudah membiarkan istri anda pergi tanpa anda cari selama ini. Wahh” ujar Hye Shin setengah jengkel. Dalam pikirannya, bisa-bisanya tadi ia terkagum dengan ketampanan pria itu meskipun dalam aura dingin yang pekat.


“Saya tak pernah membiarkan nya pergi. Jangan mengambil kesimpulan sepihak. Anda tak tahu bagaimana gilanya saya mencari nya di seluruh dunia. Betapa gila nya saya yang hidup tanpa dia selama ini. Saya sudah mencarinya bahkan sampai memaksa kedua mertua saya untuk membantu saya mencari dia yang seperti hilang dengan cepat tanpa ada satu petunjuk pun” jelas Damian mengutarakan segala nya.


Hye Shin tertegun, pun dengan Soo Ho dan Ji Wan. Mereka tak tahu masalah nya serumit ini bahkan Damian sampai begitu menderita seperti ini.


“Dam, tenangkan dirimu. Oke” kata Ars sembari menepuk pelan pundak Damian yang terlihat rapuh.


“Hem. Aku harus bertemu dengannya dan menjelaskan semua Ars” ucap Damian lesu.


“Tolong saya. Berikan nomor handphone istri saya Nona Hye Shin” kembali Damian berucap, menyorot Hye Shin dengan mata memohon.


“Baiklah, akan saya beri. Selesaikan lah masalah anda dengan Zeline. Seperti nya banyak kesalahpahaman yang terlewat di dalam masalah kalian” ujar Hye Shin.


Hye Shin langsung mengeluarkan handphone di saku nya. Dan Damian pun secepat kilat mengambil handphone nya. Mereka berdua saling berucap , bertukar nomor. Damian yamg meminta nomor Zeline, istrinya dan sekaligus nomor Hye Shin. Ia ingin meminta sedikit bantuan Hye Shin nanti bila di perlukan.


“Terimakasih Nona Hye Shin” ucap Damian tulus, terlihat sedikit binar bahagia di wajah nya.


“Sama-sama. Kalau begitu saya permisi. Ah maaf kan atas perilaku saya tadi jika kurang sopan di mata kalian” kata Hye Shin yang kemudian membungkuk meminta maaf. Sedikit ia melirik kearah Ars yang diam saja. Ia merasa sedikit bersalah karena telah berlaku tak sopan terutama pada Ars.


“Terimakasih sekali lagi Nona Hye Shin” ucap Damian lagi.


Hye Shin hanya mengangguk sembari tersenyum. Ia kemudian keluar dari ruangan VIP tersebut. Meninggalkan ke empat pria di dalam sana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊 Maafkan juga karna baru update yaa, lagi ngurusin bocil author-nim yang lagi super aktif 🙏🏻


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2