Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
21. Satu Tahun Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah setahun pernikahan Zeline dan Damian. Setahun yang pernah ada pertengkaran panjang menjadikan hubungan mereka semakin kuat dan erat, saling pengertian, saling mensupport, saling berbagi keromantisan tentunya.


Kedua orang tua mereka juga bahagia melihat hubungan anak mereka yang semakin harmonis meskipun belum dikaruniai malaikat kecil di tengah-tengah keluarga mereka.


--------Di Kampus-----


Zeline tengah fokus menatap suaminya yang tengah mengajar di kelas nya. Dia tidak benar-benar fokus dengan materi yang di bawakan sang suami. Menatap terpesona kearah sang suami yang berubah dingin di luar rumah itu.


“Ngapain sih liatin suami gitu amat” bisik Ana saat mendapati sahabatnya tengah sibuk menatap suami sekaligus dosen nya ketimbang mendengarkan materi nya.


“Elah.. mentang-mentang tu dosen suami sendiri. Ga merhatiin materi malah merhatiin muka yang ngasih materi ck.ck” cibir Ana tapi tak mendapat respon dari sang sahabat.


Sedangkan Echa, perempuan itu hanya melirik Zeline enggan. Setahun ini banyak yang berubah dalam diri Echa. Dia tak secerewet dulu, tak seceria dulu. Sekarang dia tak banyak bicara, seperti enggan bercan dengan kedua sahabatnya.


“Paham kalian” tegas Damian. Semua mahasiswa dan mahasiswi menjawab tapi tidak dengan Zeline yang tetap dengan posisi melamun nya.


Damian menatap lurus istrinya yang sepanjang dia memberi materi tadi, Zeline nya hanya menatapi dirinya.


“Kamu yang di sana paham” ucap Damian sambil menatap Zeline. Yang di tatap hanya di tak menjawab.


“Heh, incess. Tuh suami loe nanyain” bisik Ana sembari menepuk pelan paha Zeline di bawah meja.


“Zeline Putri Anggara” ucap Damian menginterupsi Zeline. Sontak Zeline terkejut, tersadar dari lamunannya.


“Yah sayang” ceplos Zeline. Seisi kelas mengulum tawa mereka karena ucapan spontan Zeline.


“Eh salah, Iya Pak” ralat Zeline cepat dengan senyum manisnya, berpura-pura tenang padahal dalam hati dia malu setengah mati.


“Kamu ikut saya keruangan saya” ucap tegas Damian.


“Kelas selesai, jangan lupa tugas kelompok minggu depan di serahkan” lanjut Damian kemudian berlalu. Langkahnya berhenti tepat di depan pintu. Menole kebelakang menatal mahasiswi sekaligus istrinya tajam.


“Masih diam disitu. Gak dengar saya bilang apa” ucap Damian dingin.


Glek


‘Zeline habis hidup loe’ batin Zeline


“I-iya Pak ini juga m-mau nyusul” ucap Zeline takut.


Zeline berdiri, berjalan mengikuti dosen dinginnya yang sudah berlalu.


“Zel kelompoknya seperti biasa ya” teriak Ana. Zeline menoleh sekilas, memberi tanda “OK” dengan telunjuk dan jempolnya di bentuk bulat. Berbalik lagi berlalu keruangan dosen sekaligus suaminya.


Tok tok tok

__ADS_1


“Masuk” sahut Damian dari dalam


Cklek


“Pak saya Zeline” ucap Zeline menyembulkan kepalanya.


“Heemm” jawab Damian berdehem.


“Ada apa Pak ?” tanya Zeline


Damian melangkah maju kearah istrinya. Tangannya menjulur kebelakang tubuh istrinya dan..


Grep


Damian memeluk erat pinggang istrinya, tak menyisahkan jarak diantara mereka.


“Mas, ini di kampus” ucap Zeline mengingatkan


“Tapi kita lagi berdua sayang~” rengek Damian sembari menelusupkan wajahnya di ceruk leher istrinyayang tertutupinrambut hitamnya yang terurai.


“Tetep aja ini di area kampus mas ih” sahut Zeline sambil mendorong pelan dada yang terbungkus kemeja hitam di depannya ini.


Damian bergeming masih tetap menelusupkan wajahnya di ceruk leher istrinya, kemudian memberi kecupan-kecupan ringan.


“Mas udah ih” rengek Zeline.


“Emang aku ngapain” tanya Zeline


“Gak nyadar kalo kamu gak merhatiin sepanjang kelas tadi” Ucap Damian.


“Maaf, lagi fokus liatin suami ganteng aku yang kalo ngajar malah plus-plus gantengnya.” Sahut Zeline


“Bisa aja” ucap Damian tersenyum cerah, mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya.


“Emm sayang” panggil Damian


“Ya ?


“Nanti dinner diluar sekalian staycation ngerayain anniversary” ajak Damian


“Iya mas” jawab Zeline semangat.


“Pulang sekarang ?” tanya Zeline.


“Kamu duluan aja, aku masih ada kerjaan” ujar Damian lembut.

__ADS_1


“Oke, aku pulang dulu” ucap Zeline kemudian melepas lilitan tangan suaminya yang berada di pinggang nya.


“Emm.. puk puk (cium)” ucap Damian manja ketika pelukannya sudah terlepas, beralih mengetuk bibirnya yang ia minta untuk di cium istrinya.


‘Di kampus sempetnya manja’ batin Zeline terkekeh geli. Tapi tak ayal menuruti keinginan suaminya itu.


Cup


Sebuah kecupan mendarat ke bibir Damian yang tak disiakan oleh sang empu.


Damian langsung menekan tengkuk istrinya saat Zeline ingin melepas kecupan nya. Ciuman itu berubah panas saat tangan Damian yang sudah mulai bergerak liar.


Zeline yang tersadar saat merasakan remasan pada gundukan dadanya segera mengakhiri ciuman mereka.


“Mas Damie mulai deh” ucap Zeline mengingatkan sambil merapikan penampilan nya yang sedikit berantakan.


“Udah aku pulang” lanjutnya sambil nerlalu keluar tanpa mendengar jawaban dari sang suami.


Sedangkan Damian hanya memandang penuh cinta punggung istrinya sampai keluar dari ruangannya, kemudian dia meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda.


 


Malam hari nya mereka berdua memutuskan dinner di salah satu resto hotel sekalian menyewa hotel untuk staycation yang di rencanakan saat di kampus tadi.


Selesai romantis dinner beberapa menit yang lalu, mereka memutuskan masuk ke kamar president suite. Saat pintu tertutup dan otomatis terkunci, Damian langsung memburu sang istri, mencium penuh hasrat, mencumbu sang istri sembari menuntun sang istri berjalan perlahan di sela ciuman panas mereka. Baju keduanya bertebaran tak karuan di lantai sepanjang mereka berjalan menuju ranjang king size nya.


Bruk


Damian menjatuhkan istrinya ke atas ranjang, kemudian menindih tubuh istrinya lagi. Keduanya sama-sama sudah polos tanpa sehelai benang menutupi tubuh keduanya.


Cup


Damian mencumbui leher jenjang istrinya, me****t, menggigit kecil memberi tanda kepemilikan di beberapa titik di leher jenjang Zeline.


“Ahws.. maash” desah Zeline yang semakin membuat hasrat sang suami makin menggebu.


“Sayang kamu milikku”


“Hanya milikku”


“Semua ini milikku”


Ucap Damian beruntun di sela cumbuan. Memberi klaim pada semua tubuh indah Zeline.


Kedua insan itu sedang mencapai puncak kenikmatan dunia, saling menyahut dengan *******, menghabiskan hari satu tahun pernikahan mereka dengan malam yang panas dan bergairah.

__ADS_1


~Man-Teman, mohon dukung author-nim biar makin semangat dengan like, love, dan vote nya yaa..


Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2