Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
28. Kunjungan Para Mertua


__ADS_3

Hari libur waktu untuk Damian dan Zeline beristirahat berdua. Mereka sedang asik bergelung di bawah selimut saling berpelukan. Lebih tepatnya Damian yang memeluk Zeline yang pasrah karena sedari tadi dia sudah meronta minta di lepaskan.


“Mas.. ih udah mau siang, lepasin dulu” rengek Zeline.


“Mau ngapain sih sayang, udah di kamar aja” sahut Damian


“Sayang ayo olahraga lagi” ucap Damian dengan tatapan mesumnya.


“BIG NO.. tadi malem kan udah. Kita baru tidur jam 3 loh kalo mas lupa” sindir Zeline.


“Aku gak lupa, kan itu malam. Paginya belum sayang~” rengek Damian.


“Gak ya. Badan aku sakit semua” tolak Zeline kukuh.


“Sayang~ dosa lo nolak ajakan suami” rengek Damian dengan ucapan pamungkasnya.


Seketika Zeline terdiam. Dia memanyunkan bibirnya kesal.


“Ceh.. sukanya ngancem” cibir Zeline.


“Gak ngancem sayang. Kan emang bener” ucap Damian santai.


“Jadi mau ya ? Sekali deh, habis itu boleh keluar.” Ucap Damian.


“Huh.. emangnya aku boleh nolak ? Gak kan.” Sahut Zeline.


Damian tersenyum puas.


“Istri yang baik deh. Cup” puji Damian kemudian mencium bibir Zeline.


Lama ciuman mereka, sampai Damian berada di atas Zeline. Mereka yang memang masih polos karna kegiatan panas mereka semalam, jadi tak perlu repot saling membuka pakaian.


“Sayang kamu Zeline” ucap Damian. Menggerakkan bagian bawahnya yang sudah menegang untuk masuk ke rumah membuatnya nikmat dan terlena.


******* mereka bersahutan di dalam kamar rumah mereka. Saling memanggil, memuji dan menyatakan perasaan mereka. Ketika akan sampai pada puncak kenikmatan, pintu kamar mereka di ketuk dari luar.


Tok tok tok


“Mash, ada orang. Mungkin Bi Imah” ucap Zeline terengah karna Damian masih menggerakkan tubuh di atasnya, memompa cepat di bawah sana.


Tok tok tok


“Tuan, Nona. Di bawah ada tamu.” Ucap bi Ima sedikit berteriak.


“Mash, adah tamuh tuhh” ucap Zeline lagi


“Bentar, nah nggung.. sah..yang..” ucap Damian mendesah merasakan bagian bawahnya yang sedang di pijit lembut didalam milik istrinya.


Drrt drrt

__ADS_1


Handphone Damian bergetar di atas nakas.


“Shit, ganggu aja” umpat Damian, tapi tak melonggarkan aktivitas nya melanjutkan penyatuan mereka.


“Angkat duluh.. Ah Mash Damie” desah Zeline.


“Ya sayang sebut namaku.. aku sampai bentar lagi” ucap Damian.


“Kamu nikmat sayang~” ucap Damian panjang kala sudah mencapai puncak nya. Kemudian dia ambruk di samping Istrinya tak mempedulikan getar handphone nya.


“Mas siapa yang telpon ?” tanya istrinya


“Gak tau” jawab Damian acuh.


“Di lihat dulu dong, sapa tau pent—“ ucapan Zeline terpotong kala gedoran di pintu kamar mereka.


“Damian, Zeline kalian ya. Kami semua sudah lama nunggu kalian” Teriak Mommy Shenna dari luar kamar mereka.


Sontak Zeline langsung bangun di susul Damian yang juga terbangun.


“Ya Mom bentar lagi kita turun” teriak Damian balik, kemudian menyusul sang istri yang hendak menutup pintu kamar mandinya.


“Ngapain kamu mas” tanya Zeline.


“Mau mandi juga lah sayang. Bareng aja biar cepet” jawab Damian.


“Enggak sayang. Janji. Kita persingkat waktu. Mereka nunggu kita loh” ucap Damian buru-buru.


Akhirnya mereka pun mandi bersama. Hanya mandi bersama karena Damian benar-benar menepati ucapannya.


20 menit kemudian mereka berdua turun ke bawah menuju ruang tamu. Di sana orangtua Damian dan Zeline duduk bercengkrama sambil menunggu mereka.


“Ekhem.. udah lama datang Mom, Dad, Ayah, Ibu” tanya Damian. Pertanyaa macam apa itu. Jelas mereka sudah lama menunggu sang pemilik rumah yang betah dikamar sajah. Cih.


“Ya sekalian nunggu kamu nyetak gol dulu sih. Biar lega juga kamunya” seloroh Daddy Der.


Para orangtua hanya tertawa. Sedangkan Zeline menunduk malu. Zeline kemudian pergi dari sisi suaminya, langsung bergelayut manja ke Ibu nya.


“Ibuu.. Zel kangen” manja Zeline.


“Kangen Ibu aja, ayah enggak nih” ucap Ayahnya.


“Kangen Ibu aja sayang, gak kangen Mom dan Dad juga” ucap Mommy Shenna juga dengan memasang wajah pura-pura sedih.


“Zeline kangen semua deh” cengir Zeline.


“Kalian ya, kalo gak di samperin. Mana ingat punya orangtua” cerocos Mommy Shenna.


“Maaf Mom, Damian sibuk banget” ucap Damian sembari duduk di sebelah Mommy nya dan berhadapan dengan Zeline.

__ADS_1


“Alesan kamu, bilang aja gak bolehin Mommy menguasai istri cantikmu itu” Cibir Mommy Shenna.


“Nah, itu juga Mommy tau. Kami kan masih pengantin baru” ceplos Damian santai.


“Heh. Baru dari mana nya. Kalian nikah udah hampir 2 tahun” cerocos Mom Shenna lagi.


Damian hanya menyengir sembari menatap Zeline dengan kerlingan mesumnya.


“Ehm.. Damian masih kurang ya main di kamarnya.” Ucap Ibu Ara jahil saat melihat Damian yang tengah menggoda Zeline dengan tatapan nya.


“Ah.. sebenarnya kurang Bu, tapi yaa gimana lagi” ucap Damian seolah pasrah.


“Mas. Malu ih” sewot Zeline. Pipinya sudah bersemu merah.


Para orang tua pun tertawa melihat pertengkaran lucu mereka.


“Udah udah, Mommy sama Ibu Ara tadi bawa makan. Ayoo kita makan. Tadi udah di siapin Bi Ima.” Ucap Mommy Shenna.


“Kita akan memghabiskan hari di sini bersama kalian” lanjutnya lagi.


“Ayo nak, Ibu tadi bawa makanan kesukaan kamu” ucap Ibu Ara sembari mengelus kepala putri nya.


“Oh ya ? Ayo Bu, Zeline laper juga nih...”


“.. Eh tapi Bang Zayn gak ikut kesini ?” tanya Zeline.


“Abangmu mau ikut, cuman mendadak ada meeting. Kangen kamu katanya” ucap Ayah Zeline.


“Zeline jugaa.. nanti deh Zel telpon” ucap Zeline.


“Ayoo makan” lanjutnya semangat.


Seharian itu para orangtua menghabiskan waktu di rumah Damian karena mereka jarang berkumpul. Makan bersama, mengobrol bersama, para lelaki yang sibuk berbincang urusan pekerjaan dan yang perempuan sibuk membuat cake di dapur. Sampe sore menjelang dan para orangtua akhirnya pulang.


.


.


.


.


.


.


~Amnyeong.. Author-nim minta dukungan kalian yaa, kasi Like, Love, Vote nya untuk author-nim..


Gomawo~🙏🏻🙏🏻❤️

__ADS_1


__ADS_2