
Setelah selesai kelas, Zeline buru-buru membereskan bukunya karna rencana dia akan kekantor suaminya.
“Buru-buru amat Zel” ucap Ana heran.
“Gue mau kekantor Pak Damian An” jawab Zeline
“Emang udah baikan ?” tanya lagi Zeline.
“Ya makanya gue mau perbaikin. Pusing gue kalo gini terus” ucap Zeline.
“Oke Zel, gue dukung loe kok. Semangat yaa” ucap Ana
Mereka pun keluar kelaspergi meuju parkiran, ketika Zeline akan masuk kemobilnya, seseorang memanggil nya dari jauh. Zeline menoleh dan melihat Johan yang melambai kearah nya. Sebenarnya Zeline tidak nyaman setelah mendapat nasehat dari sang Ibu, tapi kalo menghindar mendadak pun juga tak enak.
“Zel, mau pulang ? Aku mau ajak kamu makan. Bisa ?” ucap Johan ketika sampai di depan Zeline.
“Aa..emm.. Jo maaf nih gue lagi buru-buru ada janji” Jawab Zeline bohong.
“Janji sama siapa ?” Selidik Johan.
‘Ko berasa di posesif in ya’ batin Zeline
“Sama sepupu Jo” ucap nya
“Gue duluan ya, maaf” Lanjut Zeline. Zeline pun mengemudikan mobilnya keluar kampus, tujuannya pulang membuat makan siang untuk suaminya dikantor.
Sedangkan Johan hanya memandang mobil Zeline yang berlalu pergi meninggalkan gerbang kampus. Mendesah berat, usahanya berduaan dengan Zeline gagal. Kemudian dia pun pergi dengan mobilnya pulang kerumahnya.
Sampai dirumah Zeline langsung berkutat memasak di dapur, 45 menit kemudian Zeline sudah selesai dengan masakan nya dan sudah di kemas di tempat bekal.
Zeline lantas masuk kamar sementaranya untuk bersiap pergi kekantor suaminya. Zeline keluar dari kamar dengan memakai kemeja putih oversize dipadukan celana jeans biru dan sneaker putih, tak lupa tas selempang warna biru menggantung di pundaknya.
Zeline pun keluar dari rumah dengan membawa bekal yang telah dia siapkan. Dia tersenyum cerah semoga dengan tindakannya ini bisa sedikit memperbaiki hubungannya dengan suaminya. Masuk mobil dengan cepat Zeline melakukannya menuju kantor suaminya.
30 menit kemudian disinilah Zeline berada, gedung MX Group. Saat memasuki lobby Zeline tersenyum dan bertanya.
__ADS_1
“Selamat siang, Pak Damiannya ada di ruangan ?” tanya sopan Zeline.
“Maaf apa mbak sudah buat janji ?” Tanya sopan resepsionis. Dia terkagum melihat Zeline. Simple tapi berkelas, itulah yang ada di benak resepsionis.
“Ah i-itu saya emm..” bingung Zeline. Niatnya membuat kejutan untuk suaminya tapi dia lupa jika pernikahannya dulu tidak diketahui semua karyawan kantor. Jadi yidak bisa asal masuk saja.
Dalam kebingungan Zeline, dia mendengar suara orang yang memanggilnya.
“Bu Zeline ?” sapa Ars memastikan. Zeline pun menoleh dan tersenyum.
“Ah benar, Bu Zeline mau menemui Pak Damian ?” tanya Ars.
“Ah ya kak Ars, dan tolong jangan panggil aku Ibu, panggil Zeline aja, kak Ars gak lihat aku masih kayak Abege gini” gerutu Zeline. Ars hanya mengangguk mengiyakan sambil terkekeh.
“Anda langsung naik lift khusus saja kalau mau keruangan Pak Damian, Zel” ucap Ars, tapi sesaat dahinya berkerut karna melihat tatapan sebal Zeline. ‘Kenapa nih Bocan gue’ batin Ars.
“Gak usah formal gitu dong kayak ngomong sama tamu penting aja” ucap Zeline.
Ars hanya manggut-manggut mengiyakan.
“Ya udah kamu naik langsung aja kelantai 15 Zel, saya masih ada perlu” ucapnya. Di angguki Zeline yang langsung pergi menuju lift khusus.
Resepsionis itu hanya mengangguk patuh, tak ingin membantah perkataan Ars sang PA dari CEO nya yang sama dinginnya dengan CEO nya. Meskipun dia bertanya dalam hati apa hubungan gadis cantik yang sudah berlalu tadi dengan atasan nya.
Ting !
Lift terbuka di lantai 15 tempat khusus CEO, Zeline melangkah lurus menghampiri sekertaris yang sedang terpaku bingung melihat kedatangan nya.
“Emm maaf Pak Damian nya ada ?” ucap Zeline lembut.
“Iya ada, anda siapa ? Sudah membuat janji dengan Pak Damian ?” tanya Bella si sekertaris dengan nada ketus.
‘Nih cewek kayak gak suka gue banget deh’ batin Zeline menilai.
“Kalo belum membuat janji mend—“ kata-kata Bella terpotong karna telpon kantor berdering.
“Halo dengan Bella sekertaris CEO MX group”. Ucap Bella ketika sambungan telponnya terhubung.
__ADS_1
“...”
“Ah iya Pak Ars baik” Ucap Bella patuh, kemudian menutup sambungan telepon dan dengan enggan mempersilahkan Zeline masuk. Zeline hanya tersenyum kemudian melangkah mendekati ruangan CEO dan membukanya tanpa mengetuk pintu. Betapa terkejutnya Zeline ketika pintu terbuka.
Di sana, di meja kerja Damian. Zeline melihat Damian sedang memeluk pinggang wanita yang sangat Zeline kenal dengan sang wanita yang menggenggam sisi kedua lengan Damian. Sangat intim menurut Zeline. Seketika matanya berembun siap mengeluarkan cairan bening itu.
“Echa kamu..” ucap Zeline terbata. Ya dia Echa sahabat Zeline yang tengah di peluk suaminya. Damian kaget langsung melepaskan pelukannya di pinggang Echa. Berusaha bersikap biasa, dia menatap Zeline dengan wajah datarnya.
“Mau apa ?”. Mencelos hati Zeline mendengar suara datar suaminya. Bukannya menjelaskan, suaminya malah bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
“Gak jadi, saya permisi” tanpa babibu Zeline berbalik menutup pintu dan berjalan cepat memasuki lift. Usahanya untuk memperbaiki hubungannya percuma. Entah mengapa hatinya sesak melihat suaminya tengah berduaan mesra dengan sahabatnya. Air matanya mengalir deras di pipi mulusnya.
Zeline yang keluar tergesa-gesa dengan mendunduk tak sengaja menabrak dada bidang seseorang. Sontak Zeline mendongak sembari menghapus lelehan air mata di pipinya.
“Zel kamu nangis kenapa ?” tanya Ars terkejut mendapati mata setengah sipit Zeline yang sembab.
“Ah gak papa, aku permisi ya kak” jawab Zeline. Melangkah cepat keluar dari gedung perusahaan suaminya. Tapi langkahnya terhenti dan berbalik memanggil sahabat suaminya itu.
“Kak Ars” panggil Zeline.
Ara yang akan masuk lift khusus pun menoleh kearahnya. Zeline berjalan menuju kearah Ars setelah itu memberikan bekal yang ia buat. Dahi Ars berkerut bingung.
“Bekal buat kak Ars” ucap Zeline.
“Buat saya ? Gak salah Zel” tanya Ars bingung.
“Enggak, tadi mas Damian udah makan katanya, daripada mubadzir mending aku kasih Kak Ars” sahut Zeline.
“Kapan Damian makan, tadi habis rapat langsung keruangan membicarakan hal penting sama Bu Echa” ucap Ars kemudian.
“Kak Ars tau Echa disini. Ngapain dia ?” tanya Zeline penasaran.
“Ah dia menemani Pak Santo meeting untuk kerjasama proyek baru” jelas Ars.
‘Oh jadi bener Echa nemenin Om Teddy’ batin Zeline.
“Oh gitu, yaudah Zeline pulang dul—“
__ADS_1
“Tapi bekalnya ?” potong Ars bertanya.
“Dibilangin buat Kak Ars tuh bekalnya, udah ya Zeline pulang” sahut Zeline seraya kembali melangkah pergi tak menghiraukan balasan Ars. Memasuki mobilnya mengendarai nya keluar dari area perusahaan MX Group.