Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
33. Berita di Perusahaan


__ADS_3

Zeline baru sampai di perusahaan suaminya ketika waktu hampir makan siang. Resepsionis tersenyum menyapa nya.


“Pak Damian nya ada di ruangan” tanya Zeline ramah ketika sampai di depan meja resepsionis.


“Ada Bu, silahkan naik saja” ucap resepsionis tak kalah ramah.


Zeline tersenyum sebagai ucapan terimakasih kemudian berlalu menaiki lift khusus untuk menemui suaminya.


Sampai di lantai 15 dia berjalan lurus menuju ruangan suaminya, tepat di depannya ada meja sekertaris yang dari dulu sangat tidak suka dengan kehadiran Zeline.


'Nih mak lampir ketara banget kalo gak suka sama gue' batin Zeline


‘Ngapain nih anak piyik kesini setelah sekian lama’ gerutu Bella dalam hati ketika melihat kehadiran Zeline.


“Pak Damian ada kan” kata Zeline.


“Maaf itu pertanyaan atau pernyataan ya” ucap Bella ketus.


“Saya mau bertemu Damian.” Ucap acuh Zeline. Dia tau sekertaris suaminya itu gedek banget dengan nya.


“Sopan sedikit dong manggilnya.” Geram Bella, bahkan wajahnya memerah kesal.


“Saya udah boleh masuk kan. Mari” ceplos Zeline sambil berlalu membuka pintu ruangan Damian.


Bella secepat kilat berlati kearah Zeline yang sudah memasuki ruangan Bos idaman nya, mencekal tangan Zeline kuat.


“Pak, gadis ini tidak sopan main masuk ruangan Pak Damian” ucap Bella berupaya menyulut amarah Damian.


Bersamaan dengan ucapan Bella, Damian sudah mendongak dan tersenyum ketika pintu di buka tadi.


“Baru sampai” ucap Damian lembut.


Bella tercengang, di luar dugaannya ternyata Bos nya ini tak marah pada gadis ini, bahkan sikapnya sangat lembut.


Zeline mengangguk menjawab Damian kemudian menoleh kearah sekertaris suaminya dan berkata.


“Mbak bisa lepasin gak ini” ucapnya sembari mengangkat tangannya yang di cekal.


Bella langsung melepaskannya kemudian maju selangkah berniat untuk memojokkan gadis tersebut. Tapi belum dia berucap, suara bariton Damian menginterupsi.


“Tinggalkan kami Bella” ucapnya dingin sembari menoleh kearah Bella.


“Pak, Tapi.. Apa hubungan Bapak sama dia ?” tanya Bella.


“Tadi pagi saya sudah menyuruh Ars untuk berkumpul di tempat meeting besar kan ?” tanya Damian. Bella hanya mengangguk menjawab.


“Ya sudah ini jam makan siang. Kamu berkumpul sana.” Ucap Damian sembari melihat jam di pergelangan tangannya.


“Nanti kamu akan tau” lanjutnya ambigu.

__ADS_1


Bella pun berlalu, dia sangat penasaran apa yang akan di sampaikan oleh Bos nya ini. Karna bukannya apa, jarang sekali Damian membuat pertemuan besar seperti ini.


Setelah Bella berlalu, Zeline melenggang duduk di sofa tak jauh dari meja kerja suaminya.


“Kenapa duduk di situ, sini” kata Damian.


“Gak mau aku pengen selonjoran” ucap Zeline kemudian merebahkan tubuh nya di sofa.


“Apa yang kalian omongin tadi ?” tanya Damian sembari merapikan berkas di mejanya.


“Sama Johan tadi ?” tanya balik Zeline.


“Ya iya” ketus Damian kesal. Sebenarnya dia tak rela membiarkan istrinya bertemu rival nya. Ya, Damian menganggap Johan rivalnya karna sebagai sesama lelaki dia tau pandangan Johan pada istrinya itu berbeda, lebih kearah orang yang mencintai lah.


Zeline memiringkan tubuhnya menghadap suaminya, dia terkekeh geli melihat Damian yang kesal.


“Nanti di rumah aku ceritain deh, kamu kan ada meeting. Udah telat. Pergi sana.” Ucap Zeline.


“Lagian nyuruh aku kesini, taunya di tinggal meeting” kesal Zeline.


Damian berdiri, berjalan kearah istrinya. Kemudian mengulurkan tangannya. Zeline yang tengah rebahan bingung dengan maksud suaminya. Dia menatap suaminya dengan tatapan seolah berkata “Apa”.


“Ayo ke ruang meeting” ajak Damian.


Zeline menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya sambil berkata.


“Aku ? Ngapain ?” bingung Zeline.


“Hah kok aku ik—“


“Udah ayo” sela Damian sambil mengangkat tubuh Zeline ala bridal. Karena uluran tangan nya tak di sambut istrinya.


“Mas.. turunin. Aku jalan sendiri.” Ronta Zeline.


“Mas turunin gak” teriak Zeline kesal. Damian tertawa renyah kemudian menurunkan istrinya.


“Jangan lelet ayo dong” sahut Damian jahil yang langsung mendapat decakan kesal dari bibir manis sang istri.


***


Semua karyawan tercengang mendengar apa yang di katakan CEO nya itu. Bagaimana tidak, Damian dengan gaya dinginnya memberi berita jika dia telah menikah dan gadis yang di sebelahnya adalah istri nya.


Ars, hanya berdecak kesal. Damian sungguh orang yang tidak suka bertele-tele.


‘Gak ada basa-basi nya si kupret tuh, karang kata dulu kek seenggaknya' batin Ars.


Sedangkan Zeline hanya melotot kaget mencerna setiap kata yang diucapkan suaminya. Dia bahagia akhirnya hubungannya di publikasikan, tapi gak dengan cara yang gini juga. Dia menoleh dengan wajah cemberut kearah suaminya. Kemudian berbisik.


“Basa-basi dikit dong kalo ngomong” sindir Zeline.

__ADS_1


“Ngapain, buang waktu” ucap Damian datar.


Ck.


“Bisa-bisanya nyampein berita muka nya lempeng gitu” sebal Zeline.


“Ya ngapain pake di manis-manisin” ucap Damian pelan


“Bukan aku banget tau yang” Lanjutnya.


Ck.


Decak Zeline, sebal dia suaminya bisa aja jawabnya.


Di tengah perdebatan bisik-bisik mereka. Terdengar suara orang yang bertanya dengan keras.


“Bapak beneran sudah nikah sama dia ?” tanya orang tersebut, suaranya bergetar seperti menahan kekesalan.


Zeline dan Damian sontak menoleh.


“Kamu kira saya berbohong,. Saya katakan lagi. Saya sudah menikah dengan wanita di samping saya ZELINE PUTRI ANGGARA MAXWELL. Istri saya, yang saya nikahi w tahun lalu” jelasnya tegas.


“Apa masih kurang paham Bella ?” tanya Damian dingin.


“Tidak pak” ucap Bella pelan.


‘Sialan. Gue di kalahin anak piyik. Sial’ batin Bella kesal.


“Kedepannya kalian harus menghormati istri saya” jelas Damian dingin.


Sontak semua mengangguk dan berkata .


“Baik” kompak seluruh karyawan.


“Eh Gak usah formal gitu, saya tidak biasa” Sela Zeline.


“Kamu harus biasa mulai sekarang sayang. Kamu istriku.” Tegas Damian.


Zeline mendesah pasrah sambil tersenyum sungkan kearah para karyawan.


“Sekian pemberitahuan dari saya, Silahkan semuanya lanjutkan waktu istirahat nya. Saya tambah 30 menit karna waktu yang saya ambil mendadak ini” jelas Damian kemudian berlalu sambil memeluk pinggang istrinya posesif. Menunjukkan bahwa dia yang memiliki gadis cantik dan anggun itu.


.


.


.


.

__ADS_1


~Annyeong teman author-nim. dukung author-nim yaa dengan kasi Like,Love,Vote, dan hadiah biar author-nim semangat..😊


Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2