
Setiba dari kantor Damian tadi, Zeline mengurung diri dikamarnya sampai malam. Awalnya Bi Ima khawatir dengan keadaan majikannya itu, beberapa kali bertanya dan membujuk Zeline tapi hanya di jawab bahwa kondisi nya baik jangan mengkhawatirkan nya, malah Zeline menyuruh Bi Ima istirahat lebih awal.
Pukul 21.00 WIB, Damian baru pulang dari kantor. Memasuki rumah yang ada hanya sepi. ‘Zeline kemana kok rumah gelap gini’ batin Damian. Dia berlalu kekamarnya di lantai atas untuk membersihkan tubuhnya.
Tak lama Damian sudah segar dengan memakai piyama hitam. Menuruni tangga dengan menggosok rambutnya yang basah. Tujuannya adalah kamar Zeline.
Tok tok tok
Tak ada sahutan dari dalam, Damian mencoba membuka handle pintu ternyata terkunci dari dalam.
“Zel, kamu tidur ?” ucap Damian sedikit keras agar bisa di dengar oleh Zeline.
Tak ada sahutan, Damian mencoba lagi
“Zel buka pintunya kalo belum tidur” ucapnya lagi. Tapi tak kunjung mendapat sahutan. Damian sudah geram, dia lelah pulang kerja tak mendapati istrinya yang biasanya menawari dia makan.
“ZELINE PUTRI ANGGARA !” teriak Damian menggelegar.
Tap tap tap.
“Tu-tuan baru p-pulang ?” tanya Bi Ima takut, dia terkejut mendengar teriakan Damian. Buru-buru dia bangun dan menghadap Tuannya itu.
__ADS_1
“Bik, Zeline ada di rumahkan, kenapa kamarnya dikunci ?” tanya Damian dingin.
“E-ee itu Tu-tuan, Nyonya enggak keluar kamar setelah pulang dari mengatar makan siang ke kantor Tu-tuan” ucap Bi Ima gugup.
Damian tercengang. Apa Zeline marah padanya ? Sial ! Rumah tangga nya semakin rumit saja.
“Ekhem, ya sudah Bibi kembali istirahat aja, saya juga capek mau istirahat” ucap Damian berlalu dari depan kamar Zeline. Hari ini sungguh menguras banyak tenaganya.
---------------------------
Sedangkan di dalam kamar, Zeline menangis diam. Tak menghiraukan ucapan dan teriakan Damian. Dadanya masih sesak saat bayangan Damian dan Echa berpelukan tadi.
‘Echa juga kenapa kayak menikmati gitu di peluk suami gue’
‘Mas Damie jahat’ batin Zeline.
“Kenapa rumah tangga gue amburadul sih”
“Gue tuh pengennya nikah satu kali seumur hidup, meskipun di jodohin gue terima”
“Tapi kenapa mas Damie gini”
__ADS_1
“Awal nikah doang sok lembut, gak ada angin gak ada ujan tetiba dingin ke gue”
“Harusnya tuh kalo gue salah bilang dong. Hiks..”
“Jangan dingin gini, apalagi tadi pelukan lagi sama Echa. Hiks..”
“Sialan !” umpat Zeline.
“Padahal aku tuh udah sayang sama kamu mas, suka. Tapi kenapa..” lirih Zeline.
“Baru aja gue jatuh cinta, malah gini. Hiks.. Sakit..” lanjutnya lirih.
Ya, setelah tadi Zeline memergoki suaminya dan sahabat nya dengan pose yang sedikit intim. Zeline menyadari dia cemburu, dia sakit hati saat Damian bersikap dingin dan berucap kasar padanya. Tapi Damian memperlakukan perempuan lain dengan lembut. Dia menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta pada suaminya, maka dari itu dia mencoba memperbaiki hubungannya dengan sang suami.
Setelah puas menangis, Zeline melihat dirinya di pantulan cermin. Gadis cantik itu tengah mengasihani matanya yang bengkak akibat lama menangis.
“Duhh, mata gue jadi kayak monster gini”
“Gara-gara mas Damie nih” sewot Zeline.
Dia berlalu kekamar mandi, mencuci mukanya kemudian berjalan ke ranjang nya. Dia juga lelah seharian menangis. Dia butuh tenaga untuk besok. Tak lama dia pun terlelap damai dengan mata bengkaknya.
__ADS_1