
Sedangkan di belahan dunia yang lain...
Seorang pria tengah menatap dingin wanita di depan nya yang tengah memohon-mohon di Lobby perusahaan nya. Entah, sudah ke berapa kali wanita itu melakukan hal serupa dan hanya di pandang dingin oleh pria tersebut tanpa kata, setelah itu dia berlalu dari sana tanpa perduli jeritan memohon bahkan tak sedikit makian keluar dari bibir wanita tadi. Tapi semua itu seakan tak pernah terdengar di telinga pria itu.
“Lain kali aku tak mau lihat wajah nya lagi. Kau mengerti asisten Ars” kata pria itu yang tak lain adalah Damian. Sudah ke berapa kali juga ia mengucapkan kata yang sama ketika wanita itu datang.
“Baik Pak” sahut Ars seperti biasa.
Mereka berdua berjalan menuju lift khusus CEO, sepanjang jalan setiap karyawan yang menyapa hanya di angguki Damian dengan tetap memasang wajah dingin nya.
Ya, Setelah kepergian Zeline yang masih belum bisa di temukan, Damian menjadi pribadi yang dingin dan tak banyak bicara. Bahkan tak banyak bercanda. Damian juga memilih tinggal di apartemen lagi, ia tak mau meninggali rumah yang disana di isi dengan setiap kenangan nya bersama istri tercinta nya. Damian menjadi pria workaholic, membuat Ars serasa melayang nyawa nya karenal lelah menemani atasan sekaligus sahabat nya yang mengalami banyak perubahan itu.
Ah dan ya jangan lupakan wanita tadi. Dia adalah Echa. Setelah kejadian 2 tahun silam, kehidupan nya juga berubah.
Flashback On..
Damian bertekad segera menyelesaikan skandal yang tercipta. Pagi nya dia dan team kuasa hukum nya menggelar konferensi pers untuk meluruskan kejadian sebenarnya beserta bukti yang sudah pihak nya kumpulkan. Damian juga menjelaskan kronologi dirinya kepada awak media. Dan semua itu juga di dukung dengan semua bukti darinya.
Dan belakangan juga baru di ketahui, partner kerja sama Echa tak lain teman SMP nya dan Zeline yang dulu menyukai istri nya tapi di tolak oleh Zeline. Ya pada dasarnya mereka sama-sama terobsesi dengan pasangan suami istri itu.
Damian pun secara langsung mengambil tindakan dengan memutus seluruh kontrak kerja sama dengan perusahaan orangtua Echa setelah wanita itu melakukan hal gila lagi saat menemui nya di kantor. Damian bahkan masih mengingat kata menjijikan yang keluar dari mulut wanita itu.
“Pak, saya hamil. Ini anak kita” kata Ana saat bertemu Damian dengan cara memaksa.
“Anak kita ? Jangan gila. Anak siapa yang kamu akukan menjadi anak ku itu. Aku tak pernah memberikan benih ku di rahim mu” kata Damian tajam. Ia masih berdiri di jendela belakang meja kerja nya, menyaksikan drama apalagi yang akan di buat wanita yang ia sebut gila ini.
“Pak saya hamil 4 minggu. Ini anak kita Pak. Bapak lupa kejadian di hotel waktu itu” kukuh Echa. Pikirnya tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk mengambil Damian setelah kepergian Zeline yang menjadi keuntungan bagi nya.
“Heh. Apa kau lupa. Kejadian itu 2 bulan yang lalu. Jika benar kau hamil anak ku, harusnya sebulan lalu kau sudah hamil. Cih, kau membuat kesalahan dalam tipuan mu” decih Damian menatap Echa tajam.
__ADS_1
Deg
Tubuh Echa menegang seketika. Damian yang melihat tersenyum sinis.
“Kau sudah melewati batasmu Echa. Dan kau sudah melewati batas kesabaran ku. Maka sekarang terimalah konsekuensi nya. Pulang lah dan tunggulah kabar buruk bagimu nanti” kata Damian dingin. Membuat Echa merinding takut.
“Sekarang keluar kataku” ucapnya lagi dingin.
Echa bergegas keluar dan pergi dari sana. Sejak saat itu lah ucapan Damian terlaksana. Hancurnya perusahaan orangtua nya, semua aset di beku kan, hidup Echa berbalik di bawah seketika. Belum lagi ia di maki orangtuanya juga. Papa nya yang menjadi pekerja kantoran biasa dan Mama nya yang menjadi pekerja serabutan. Echa juga harus menanggung malu karena perbuatan nya yang hamil di luar nikah entah siapa ayah dari anak yang ia kandung. Salah dia sendiri yang mabuk-mabukan di club kala itu. Sempat juga ia berusaha menggugurkan kandungan nya karena begitu tertekan dengan makian orangtuanya yang tiada henti dan hidup nya yang menjadi serba kekurangan, tapi ajaib nya kandungan itu semakin kuat seperti tak mau di gugurkan.
Hingga terpaksa ia pergi dari rumah sederhana orangtuanya dan hidup sendiri, membesarkan anak itu sendiri, sambil tetap memupuk kebencian kepada Zeline. Dan memupuk harapan kepada Damian, ia berpikir jika ia terus bertekad mendesak Damian, suatu saat Damian akan luluh terhadap nya. Maka dari itu bagaimana pun caranya akan ia lakukan.
Flashback Off..
“Apa jadwal saya setelah ini Ars” tanya Damian ketika selesai mengecek berkas di meja nya. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran nya.
“Suruh mereka datang sekarang. Saya tak suka menunda pekerjaan” kata Damian yang sudah bersiap-siap keluar dari ruangannya.
“Tapi Pak—“
“Apa kurang jelas perintah saya, Ars” ucap Damian dingin.
“Ah tidak Pak. Akan saya sampaikan” Ars berlalu untuk memberitahu seluruh kepala divisi jika rapat di majukan dan sudah di tunggu CEO di ruang meeting.
Para kepala divisi takut-takut masuk ke dalam ruang meeting yang sudah beraura dingin. Apalagi Bos mereka sudah duduk di tempatnya dalam diam.
Ars pun menjadi orang pertama yang harus berucap, karna yang lain nya saling menunjuk untuk berbicara saja.
__ADS_1
“Pak, semua sudah datang. Kita mulai ?”
“Hemm” kata Damian sambil mengangguk.
Dan rapat itu berlangsung kurang lebih 3 jam dengan semburan dan hardikan Damian yang selalu menghiasi meeting mereka selama 2 tahun belakangan ini. Dulu, sebelum Nyonya Bos pergi setiap meeting bulan akan memakan waktu paling lama 2 jam. Ya, meskipun masih dengan semburan dan hardikan CEO nya tapi tak separah 2 tahun belakangan ini.
“Besok laporan kalian sudah harus ada di meja saya ketika saya sampai di kantor” ucap Damian tegas.
“Baik Pak” jawab seluruh karyawan dengan lesu nya.
“Oke. Rapat selesai” setelah mengucapkan itu Damian berdiri dan segera pergi dari ruangan itu.
Semua karyawan yang ikut meeting menghembuskan nafas lega. Seperti menemukan oase di tengah gurun. Tenaga dan mental mereka benar-benar selalu terkuras setiap saat seperti ini.
“Rasa nya mau sembunyi aja gue kalo pas meeting gini” ucap salah satu keryawan yang ikut meeting berkeluh-kesah
“Pak Damian makin hari makin badas aja. Kalo gini gue ijin cuti buat cari Bu Zeline aja” lanjutnya yang mendapat anggukan setuju dari yang lain.
Mereka berharap Bu Zeline akan segera kembali dan menjinakkan beruang yang sedang bertanduk itu. Agar mereka juga bisa terhindar dari serangan tanduknya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️