
Acara Fashion berlangsung dengan lancar. Kini para team dari masing-masing perusahaan juga mulai pulang, termasuk team perusahaan Damian. Mereka tak langsung pulang, mereka sepakat mengadakan perayaan atas lancarnya acara. Mereka sepakat memesan tempat makan yang bernuansa Korea (mon maap itu impian author-nim š). Zeline yang pun mengabari suaminya agar tak khawatir nantinya. Ia membuka aplikasi vhat di handphone nya.
To : Nampyeon
- Mas, ada acara makan bareng. Gak enak kalo gak ngikut. Izin ya ?
From : Nampyeon
- Ck. Pulang gak.
To : Nampyeon
- Mas, gak boleh gitu ih. Izinin yaa.. gak enak tahu..
From : Nampyeon
- Awas aja kalo pulang malem.
To : Nampyeon
- Iya iya.. nanti aku pulang duluan deh yaa.. makasi mas.. ā¤ļø you
āBeres dehā batin Zeline lega.
***
Sedangkan di sisi lain..
Damian yang pulang lebih dulu setelah acara pun di buat kesal. Bagaimana tidak, ia memilih pulang dulu karna di sana percuma dia tak bisa mendekati istrinya, tau sendiri kan istrinya pernah mengancam. Dan sekarang ia harus menunggu istrinya yang tengah makan bersama rekanan team di Perusahaan.
āTuan, makan malam sudah siap. Nona belum pulang ya ?ā ucap Bi Ima menghampiri Damian di ruang tamu.
āMakan-makan sama temen kantornyaā gerutu Damian.
āBi.. nanti aja deh saya makannya. Tunggu Zeline, Bibi makan duluan aja kalo belum makanā
āMana bisa begitu tuanā tolak Bi Ima tak enak.
āBisa aja bi.. udah Bibi makan dulu, saya ke kamar tunggu Zelineā Damian pun berlalu ke kamarnya.
Pukul 20.00 malam, namun Zeline belum juga pulang. Damian mondar-mandir sambil menggerutu, sesekali ia melihat keluar melalui jendela kamarnya.
āCk. Katanya mau pulang duluanā cebik Damian. Saat ini ia persis seperti anak gadis yang tengah merajuk kepada lelakinya.
Ia berjalan cepat mengambil handphone nya yang ia letakkan diatas ranjang, saat ia ingin menelpon istrinya ia mendengar suara klakson mobil, ia langsung melesat kearah jendela, melihat ekor mobil yang tak asing sudah memasuki basement. Secepat kilat juga ia menutup tirai jendela, melesat duduk di sofa dekat bawah ranjangnya sambil menopang laptop. Biar Zeline berpikir dia tak mengkhawatirkan dirinya.
Cklek
Damian tetap diam saat pintu kamar terbuka. Ia seakan tak perduli siapa yang masuk.
__ADS_1
āMas, Zeline pulangā sapa Zeline lembut.
āHemmā Damian hanya berdehem sebagai jawaban.
Kening mulus Zeline berkerut melihat reaksi suaminya, sedetik kemudian ia sadar.
āAh suami gue marah nihā batin nya.
Ia pun segera berlalu untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.
15 menit kemudian Zeline sudah segar kemudian berlalu kearah walk in closet. Tak lama ia keluar dengan gaun tidur tipis nya (bukan lingerie ya guys) menuju kearah tempat riasnya, melakukan skincare rutinnya.
āDari tadi masih gitu posisinya' batin Zeline saat melihat suaminya dari cermin.
āMas..ā panggil Zeline sambil berjalan kearah sofa.
Damian yang sedari tadi pura-pura acuh tetap melanjutkan aksinya.
āKamu kenapa ? Marah ?ā ucap Zeline.
āAku kan udah pulang duluan, yang lain aja rencananya pulang jam 10 malemā sambungnya.
Damian hanya diam saja tak menjawab.
āKamu marah kenapa sih mas ?ā tanya Zeline.
āAku gak suka sama kamuā lugas Damian.
Deg
Zeline terkejut mendengar penuturan suaminya. Seakan sakit hatinya mendengar itu.
āM-maksud Mas.. Mas udah gak suka aku lagiā lirih Zeline
āAku gak suka kamu tampil di depan banyak orangā
āHah.. maksudnya gimana ?ā bingung Zeline. Dia pikir Damian sudah tak mencintainya lagi.
āKamu apa-apaan sih pake jadi model tadi. Gak suka aku kalo milik ku dilihatin yang lain. Kamu sadar gak sih para pria disana terpesona sama kamu, udah kaya mau ngambil kamu dari aku gitu dari tatapan mereka. Emang siapa yang nyuruh kamu jadi model. Lain kali tolak aja, aku gak sukaā cerocos Damian
Zeline tertawa renyah mendengar celotehan protes dari suaminya. Lucu saja menurutnya. Damian yang dingin bisa cerewet kalo berduaan gini.
āKenapa mala ketawa kamuā protes Damian.
Zeline pun meredakan tawanya, setelah menormalkan tawanya ia berucap.
āGak ada yang nyururh aku buat jadi model, aku sendiri yang maju. Habisnya ya, model yang buat pakai gaunku gak dateng. Karna waktu mepet ya aku putusin aku sendiri yang meragain sendiriā jelas Zeline.
āTapi tadi kenapa si Bima sama Ana gak adaā cecar Damian
__ADS_1
āItu.. emm.. bantuin aku..ā ucap Zeline ragu
Kening Damian berkerut bingung.
āBantuin apa ?ā tanya nya.
āBersihin noda kopi di gaun yang aku pakeā
āKok bisa kena kopi gaun nya ?ā tanya Damian lagi.
āEmm.. tadi kita buru-buru, si Echa ga sengaja numpahin kopi terus kena gau ku dehā jelasnya.
āKayaknya bukan gak sengaja deh sayang, tapi sengaja itu pasti. Kamu tau sendiri sahabatmu yang satu itu unikā sindir Damian
āUnik ?ā bingung Zeline.
āYa. Unik. Punya sahabat yang pada baik malah di ancurin cuman gara-garaāā
āKamuā sela Zeline cepat. Damian mencebik kesal, bukan salahnya juga jika Echa suka sama dia. Yang ia tahu kan dia cintanya sama istrinya ini, Zeline Putri Anggara.
Zeline tertawa lagi melihat muka masam suaminya. Tak tahan melihat nya, ia pun mencium bibir suaminya sekilas.
āUdah jangan marah-marah gak jelas gitu. Mas kan tau siapa pemilik hati aku. Jadi gak usah takut kalo banyak yang terpesona sama aku. Toh aku nya juga gak nanggepin. Beres kanā jelas Zeline.
āMending tidur yuk, aku capek banget masā sambungnya manja.
āBaiklah, karna kamu capek hari ini, aku gak bakal hukum kamu di ranjangā ucap Damian frontal.
Zeline kembali tertawa lagi.
āOke, terimakasih atas kemurahan hatinya suamikuā kekeh nya.
Damian pun langsung menggendong istrinya, membaringkan nya di ranjang di susul dengan dirinya yang ikut berbaring. Tidur sembari memeluk istrinya.
.
.
.
.
.
.
~Annyeong teman.. jika suka ceritanya berikan Like, Live, Vote nya yaa biar author-nim semangat berkarya..
Gomawo Chinguya~šš»šš»ā¤ļø
__ADS_1