Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
49. Marah Gak Jelas


__ADS_3

Acara Fashion berlangsung dengan lancar. Kini para team dari masing-masing perusahaan juga mulai pulang, termasuk team perusahaan Damian. Mereka tak langsung pulang, mereka sepakat mengadakan perayaan atas lancarnya acara. Mereka sepakat memesan tempat makan yang bernuansa Korea (mon maap itu impian author-nim šŸ˜‚). Zeline yang pun mengabari suaminya agar tak khawatir nantinya. Ia membuka aplikasi vhat di handphone nya.


To : Nampyeon


- Mas, ada acara makan bareng. Gak enak kalo gak ngikut. Izin ya ?


From : Nampyeon


- Ck. Pulang gak.


To : Nampyeon


- Mas, gak boleh gitu ih. Izinin yaa.. gak enak tahu..


From : Nampyeon


- Awas aja kalo pulang malem.


To : Nampyeon


- Iya iya.. nanti aku pulang duluan deh yaa.. makasi mas.. ā¤ļø you


ā€˜Beres deh’ batin Zeline lega.


***


Sedangkan di sisi lain..


Damian yang pulang lebih dulu setelah acara pun di buat kesal. Bagaimana tidak, ia memilih pulang dulu karna di sana percuma dia tak bisa mendekati istrinya, tau sendiri kan istrinya pernah mengancam. Dan sekarang ia harus menunggu istrinya yang tengah makan bersama rekanan team di Perusahaan.


ā€œTuan, makan malam sudah siap. Nona belum pulang ya ?ā€ ucap Bi Ima menghampiri Damian di ruang tamu.


ā€œMakan-makan sama temen kantornyaā€ gerutu Damian.


ā€œBi.. nanti aja deh saya makannya. Tunggu Zeline, Bibi makan duluan aja kalo belum makanā€


ā€œMana bisa begitu tuanā€ tolak Bi Ima tak enak.


ā€œBisa aja bi.. udah Bibi makan dulu, saya ke kamar tunggu Zelineā€ Damian pun berlalu ke kamarnya.


Pukul 20.00 malam, namun Zeline belum juga pulang. Damian mondar-mandir sambil menggerutu, sesekali ia melihat keluar melalui jendela kamarnya.


ā€œCk. Katanya mau pulang duluanā€ cebik Damian. Saat ini ia persis seperti anak gadis yang tengah merajuk kepada lelakinya.


Ia berjalan cepat mengambil handphone nya yang ia letakkan diatas ranjang, saat ia ingin menelpon istrinya ia mendengar suara klakson mobil, ia langsung melesat kearah jendela, melihat ekor mobil yang tak asing sudah memasuki basement. Secepat kilat juga ia menutup tirai jendela, melesat duduk di sofa dekat bawah ranjangnya sambil menopang laptop. Biar Zeline berpikir dia tak mengkhawatirkan dirinya.


Cklek


Damian tetap diam saat pintu kamar terbuka. Ia seakan tak perduli siapa yang masuk.

__ADS_1


ā€œMas, Zeline pulangā€ sapa Zeline lembut.


ā€œHemmā€ Damian hanya berdehem sebagai jawaban.


Kening mulus Zeline berkerut melihat reaksi suaminya, sedetik kemudian ia sadar.


ā€˜Ah suami gue marah nih’ batin nya.


Ia pun segera berlalu untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.


15 menit kemudian Zeline sudah segar kemudian berlalu kearah walk in closet. Tak lama ia keluar dengan gaun tidur tipis nya (bukan lingerie ya guys) menuju kearah tempat riasnya, melakukan skincare rutinnya.


ā€˜Dari tadi masih gitu posisinya' batin Zeline saat melihat suaminya dari cermin.


ā€œMas..ā€ panggil Zeline sambil berjalan kearah sofa.


Damian yang sedari tadi pura-pura acuh tetap melanjutkan aksinya.


ā€œKamu kenapa ? Marah ?ā€ ucap Zeline.


ā€œAku kan udah pulang duluan, yang lain aja rencananya pulang jam 10 malemā€ sambungnya.


Damian hanya diam saja tak menjawab.


ā€œKamu marah kenapa sih mas ?ā€ tanya Zeline.


ā€œAku gak suka sama kamuā€ lugas Damian.


Deg


Zeline terkejut mendengar penuturan suaminya. Seakan sakit hatinya mendengar itu.


ā€œM-maksud Mas.. Mas udah gak suka aku lagiā€ lirih Zeline


ā€œAku gak suka kamu tampil di depan banyak orangā€


ā€œHah.. maksudnya gimana ?ā€ bingung Zeline. Dia pikir Damian sudah tak mencintainya lagi.


ā€œKamu apa-apaan sih pake jadi model tadi. Gak suka aku kalo milik ku dilihatin yang lain. Kamu sadar gak sih para pria disana terpesona sama kamu, udah kaya mau ngambil kamu dari aku gitu dari tatapan mereka. Emang siapa yang nyuruh kamu jadi model. Lain kali tolak aja, aku gak sukaā€ cerocos Damian


Zeline tertawa renyah mendengar celotehan protes dari suaminya. Lucu saja menurutnya. Damian yang dingin bisa cerewet kalo berduaan gini.


ā€œKenapa mala ketawa kamuā€ protes Damian.


Zeline pun meredakan tawanya, setelah menormalkan tawanya ia berucap.


ā€œGak ada yang nyururh aku buat jadi model, aku sendiri yang maju. Habisnya ya, model yang buat pakai gaunku gak dateng. Karna waktu mepet ya aku putusin aku sendiri yang meragain sendiriā€ jelas Zeline.


ā€œTapi tadi kenapa si Bima sama Ana gak adaā€ cecar Damian

__ADS_1


ā€œItu.. emm.. bantuin aku..ā€ ucap Zeline ragu


Kening Damian berkerut bingung.


ā€œBantuin apa ?ā€ tanya nya.


ā€œBersihin noda kopi di gaun yang aku pakeā€


ā€œKok bisa kena kopi gaun nya ?ā€ tanya Damian lagi.


ā€œEmm.. tadi kita buru-buru, si Echa ga sengaja numpahin kopi terus kena gau ku dehā€ jelasnya.


ā€œKayaknya bukan gak sengaja deh sayang, tapi sengaja itu pasti. Kamu tau sendiri sahabatmu yang satu itu unikā€ sindir Damian


ā€œUnik ?ā€ bingung Zeline.


ā€œYa. Unik. Punya sahabat yang pada baik malah di ancurin cuman gara-garaā€”ā€œ


ā€œKamuā€ sela Zeline cepat. Damian mencebik kesal, bukan salahnya juga jika Echa suka sama dia. Yang ia tahu kan dia cintanya sama istrinya ini, Zeline Putri Anggara.


Zeline tertawa lagi melihat muka masam suaminya. Tak tahan melihat nya, ia pun mencium bibir suaminya sekilas.


ā€œUdah jangan marah-marah gak jelas gitu. Mas kan tau siapa pemilik hati aku. Jadi gak usah takut kalo banyak yang terpesona sama aku. Toh aku nya juga gak nanggepin. Beres kanā€ jelas Zeline.


ā€œMending tidur yuk, aku capek banget masā€ sambungnya manja.


ā€œBaiklah, karna kamu capek hari ini, aku gak bakal hukum kamu di ranjangā€ ucap Damian frontal.


Zeline kembali tertawa lagi.


ā€œOke, terimakasih atas kemurahan hatinya suamikuā€ kekeh nya.


Damian pun langsung menggendong istrinya, membaringkan nya di ranjang di susul dengan dirinya yang ikut berbaring. Tidur sembari memeluk istrinya.


.


.


.


.


.


.


~Annyeong teman.. jika suka ceritanya berikan Like, Live, Vote nya yaa biar author-nim semangat berkarya..


Gomawo Chinguya~šŸ™šŸ»šŸ™šŸ»ā¤ļø

__ADS_1


__ADS_2