Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
9. Nasehat Ibu


__ADS_3

Ara mengernyit heran saat melihat putrinya kerumah. Bukannya dia tak senang, tapi yang membuatnya bingung, mengapa Zeline tidak dengan suaminya melainkan dengan teman lelakinya.


“Ibuu.. putri cantikmu pulang” sapa Zeline setelah keluar dari mobil Johan, pas juga ketika Ibunya tengah duduk santai di teras rumah.


“Nak Johan datang, tumben ?” tanya Ara tanpa menimpali celotehan putrinya. Zeline hanya mencebikkan bibirnya kesal.


“Iya bu—“ belum selesai Johan berucap, tiba-tiba di potong oleh Zeline


“Buu, punya anak cantik gini kok gak di anggap sih. Ibu gak lupakan siapa aku ?” sarkas Zeline.


“Kamu anak Ibu, kamu doain Ibu amnesia ya” ucap Ara menggerutu.


“Ya abisnya nanya anak orang, anak sendiri di diemin” sewot Zeline. Johan hanya terkekeh melihat perdebatan lucu Ibu dan Anak itu.


“Udah ah gak ngurus kamu. Johan ayo masuk kebetulan ibu buat makanan banyak tadi.” Ucap Ara tak menghiraukan anaknya yang morang-maring di sampingnya.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan langsung ke ruang makan. Sedangkan Zeline pergi ke kamar lamanya, ingin ganti baju katanya.


Setelah berganti baju rumah, Zeline mengambil handphone nya yang ia letakan di ranjang.


5 panggilan tak terjawab dari Nampyeon. Buru-buru Zeline menelpon balik suaminya, Damian.

__ADS_1


“Halo Assalamualaikum mas”


“Ya Waalaikumsalam, kemana kok tadi di telpon gak di angkat ?” Jawab Damian seraya bertanya.


“Baru sampe rumah mas, ini lagi dikamar mau ke bawah makan” jawab Zeline.


“Tadi pulangnya gimana ?” tanya lagi Damian.


“E-eh i-itu ak tadi pulang sama Ana, ya sama Ana” Jawab Zeline gugup. Pasalnya dia tak bilang jika diantar Johan, akhirnya dia terpaksa berbohong takut suaminya curiga.


“Bener di anter Ana, kok gugup gitu” ucap Damian.


“Hah.. i-iya bareng Ana tadi. Udah dulu ya mas, aku lapar. Mas kalo belum makan juga cepet makan. Assalamualaikum” ucap Zeline menutup sambungan tanpa mendengar jawaban dari sebrang sana. Karna sejatinya Zeline bukan gadis yang bisa berbohong dan berasalan panjang.


“Kenapa kamu bohong Zel” ucap sendu Damian.


-------------------------------------


Setelah tadi makan siang, Johan langsung pulang karna mendapat telpon dari Bundanya. Dan sekarang tinggal Zeline dan Ibunya Ara yang bersantai di ruang tengah. Zeline sedang ingin manja-manja ke Ibunya.


“Dek, Ibu mau ngomong boleh ?” tanya Ara.

__ADS_1


“Ngomong aja Bu, Zel dengerin.” Jawab Zeline tanpa merubah posisinya tiduran dengan kepala di pangkuan sang Ibu.


“Kamu udah nikah dek, kamu kalo mau apa-apa harus bilang suamimu. Kemanapun harus bilang. Dengan siapa kamu juga harus bilang suamimu. Dan juga hindari berduaan dengan lawan jenis selain suami, dan para lelaki di keluargamu nak.” Ucap Ara menasehati.


“Kamu harus jaga hati suami kamu nak, jaga rumah tangga kamu. Karna sedikit salah paham dan kebohongan akan menghoyahkan keharmonisan rumah tangga” lanjut Ibu Ara.


Zeline hanya terdiam mendengar nasehat Ibunya. Dia merasa bersalah karna tadi sempat tak jujur pada Damian, suaminya. Dia takut apa yang diucapkan Ibunya terjadi. Meskipun pernikahannya awal dari perjodohan, tapi Zeline menerima semua dan menjalaninya dengan sukarela.


‘Duh ko gue jadi kepikiran gini,'


‘Berdosa banget gue bohongin suami tadi’


‘nanti deh pulang kerumah gue bilang jujur dan minta maaf ke Mas Damian’


Batin Zeline.


 


 


~Waduh, siapa nih yang kirim pesan ke Damian. Kalo mau tau pantengin terus ya man-teman chu~

__ADS_1


- Author-nim -


__ADS_2