Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
73. Meeting Penting


__ADS_3

“Kenapa kamu tak bilang dari kemarin jika hari ini rapat nya Ars !. Bagaimana cara kerja mu ini” sembur Damian kesal.


Ars hanya bisa diam dan bersabar menghadapi sikap Damian ini. Sudah biasa baginya melalui ini selama 2 tahun terakhir.


‘Heh cunguk, kemarin juga gue udah bilang. Lu nya aja lupa, kebanyakan kerja idup lu’ batin Ars. Andai ia dapat mengutarakan nya, pasti sudah dia maki-maki sahabat sekaligus atasan nya itu.


“Kenapa diam. Tau kalo kamu salah ya” sembur Damian lagi. Ia mondar-mandir kesana kemari untuk bersiap.


Ya, Ars menjemput Damian yang tumben nya bangun kesiangan. Padahal meskipun dia kerja sampai larut malam, dia tak pernah sampai bangun kesiangan selama w tahun ini.


“Ya. Gue yang salah semuanya gue yang salah. Lagian tumbenan loe kesiangan. Ngapain aja loe semalem” cerocos Ars, akhirnya yang ia tahan di keluarkan juga.


“Bukan urusan kamu” sahut Damian dingin.


Haahh..


Ars mendesah frustasi, ia kembali menatap sahabatnya yang tengah fokus memakai dasi itu.


“Dam, udah loe berhenti nyakitin diri loe sendiri. Ini udah 2 tahun Dam. Loe gak bisa terus-terusan begini. Loe bersikap dingin dengan semua orang di sekitarmu. Loe nyiksa diri loe dengan terus bekerja dan bekerja. Loe bukan mesin Dam. Loe juga sampai mengabaikan Zayn yang minta pertolongan loe untuk pernikahan nya 2 bulan lagi. Mau jadi apa loe kalo gini terus Hah” ujar Ars panjang lebar.


Damian hanya diam sambil tetap merapikan dasi dan penampilan nya. Lantas ia menoleh menatap Ars tajam.


“Ini hidup gue. Gue merasa hidup saat Zeline ada bersama gue. Tapi sekarang Zeline pergi dan itu juga mematikan hidup gue. Loe bisa anggep gue mesin pencetak uang. Karna setelah Zeline pergi, hidup gue gak ada artinya”


“Ayo kita pergi. Client pasti sudah nunggu” kata Damian. Ia pun mendahului Ars keluar dari dari kamar apartemen nya.


Ingin rasanya Ars mengacak rambutnya kasar jika tak ingat saat ini ada pertemuan penting dengan salah satu perusahan besar dari Negara Ginseng. Ia sudah tak tau lagi bagaimana caranya membujuk Damian agar tak menjadi mesin hidup terus menerus.


...---...


20 menit perjalanan menuju restoran yang mereka tuju. Mereka berdua langsung masuk ke dalm bilik ruang VIP, tempat janji an meeting mereka. Saat tiba disana, ternyata klien mereka sudah sampai terlebih dahulu.


“Maaf kami terlambat” ucap Ars memulai.


“Tak masalah, kami juga baru sampai” sahut pria yang sepertinya adalah sekretaris dari CEO di sebelahnya.


“Perkenalkan saya Ars dan ini CEO saya, Tuan Damian” ucap Ars.

__ADS_1


“Damian Shaka Maxwell” ucap Damian memperkenalkan diri.


“Hyun Soo Ho” ucap CEO tersebut.


Mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing. Kemudian sekertaris Park mempersilahkan Damian dan Ars untuk duduk. Ke empatnya memulai berdiskusi kecil tentang kerja sama mereka kali ini. Damian memang menjadi perhatian karna kesuksesannya dalam berkarier. Membuat nya banyak di kenal dan semakin di perhitungkan di lingkaran pengusaha besar. Hingga akhirnya CEO dari H Group ingin bekerja sama dengan nya. Berbincang-bincang lumayan lama mereka akhiri saat makanan mereka mulai di sajikan di meja. Bahkan Hyun Soo Ho meminta agar meeting yang mereka janjikan seminggu lagi harus terlaksana di Negara nya, Korea. Mau tidak mau Damian menyetujui saja. Agar semua nya cepat terselesaikan dan kerjasama mereka cepat terjalin.


Mereka berempat makan dengan sesekali berbincang ringan. Membicarakan hal lain di luar pekerjaan, lebih seperti Hyun Soo Ho ingin membangun pertemanan dengan Damian. Ia merasa seperti satu frekuensi dengan Damian. Damian pun juga selalu nyambung mengobrol dengan Soo Ho.


“Ah. Damian apa kamu punya kekasih ?” pertanyaan Soo Ho yang tiba-tiba, membuat Damian yang tengah asyik menikmati makan nya pun terhenti.


“Tidak..” ucap Damian menjeda


“Wah syukurlah, mau kah ku kenalkan denga adik perempuanku. Dia—“


“.. Tapi aku memliki istri” sambung Damian menyela perkataan Soo Ho.


Sejenak mata Soo Ho tampak membola terkejut. Tapi kemudian ia kembali seperti biasa dan berkata.


“Wahh.. jadi kau sudah menikah. Apa kau juga sudah mempunyai anak”


“Mungkin ? Kau tampak tak yakin. Ada apa ?” tanya beruntun Soo Ho. Ia penasaran dengan ekspresi Damian yang terlihat menahan kesedihan dan kerinduan saat membicarakan pernikahan nya.


“Ah.. Tak apa Mr. Hyun”


“Panggil aku Soo Ho saja. Kita seumuran. Dan kita teman kan sekarang” kata Soo Ho.


“Ah baiklah. Bagaimana dengan mu. Apa kau sudah punya kekasih atau istri ?” tanya basa-basi Damian.


“Ah jangan tanya masalah itu. Kau tau lah lingkup pengusaha dengan urusan pernikahan” kata Soo Ho, mimik wajah nya mulai terlihat jengah.


“Perjodohan bisnis” ujar Damian yang segera di angguki Soo Ho sendiri.


“Aku kesal sekali dengan itu. Bagaimana mungkin wanita yang di jodohkan denganku masih lah anak kuliahan” ujar Soo Ho mulai cerita.


“Ah. Kau mengingatkan ku dengan perjodohan ku Soo Ho” ceplos Damian


Soo Ho dengan cepat meletakkan alat makan nya.

__ADS_1


“Kau di jodohkan juga ? Ternyata kita bernasib sama ya” kata Soo Ho sembari mengayunkan tangan nya menepuk pelan bahu Damian.


“Mungkin hanya di bagian status kuliahnya saja yang sama denganmu. Tapi yang lain tidak. Karna dari awal aku yang menginginkan wanita itu untuk di jodohkan dengan ku” sahut Damian.


“Kau menyukai dia dulu ?” tanya Soo Ho penasaran.


“Ya. Bahkan dulu aku harus mati-matian membuatnya jatuh cinta pada ku” kata Damian sembari menerawang jauh masa lalu nya.


“Wahh, ini kisah yang berbeda yang pernah aku dengar. Aku ingin tau siapa wanita beruntung itu” ujar Soo Ho antusias.


“Bukan dia yang beruntung, tapi aku yang beruntung mendapatkan dia. Tapi semua telah hilang..” ucap Damian lirih diakhir katanya.


“Apa yang terakhir. Aku tak dengar” sahut Soo Ho.


“Ah tak apa, lain kali saja. Maaf juga Soo Ho, aku harus segera kembali ke kantor. Maaf tak bisa menemanimu” ucap Damian.


“Santai saja Dam, lanjut kan pekerjaan mu” timpa Soo Ho


“Hubungi aku jika kau akan kembali ke Korea. Aku akan mengantarmu” kata Damian, ia menyodorkan handphone nya meminta Soo Ho untuk mengetik nomor telepon nya.


Setelah itu, Damian dan Ars berjabat tangan berpamitan kepada Soo Ho dan sekertaris Jang. Mereka pun pergi sesegera mungkin menuju kantor. Bergelut dengan berkas-berkas dan di tambah sifat workaholic Damian. Susah sudah nasib Ars, dalam hati ia selalu mengeluh tentang bagaimana ia dapat jodoh jika atasannya selalu mengajaknya lembur tiada henti begini. Ars juga berharap jika memang Zeline masih mencintai Damian, semoga segera kembali. Supaya sifat workaholic Damian enyah dan dia bisa bebas.


NB : Percakapan seolah-olah menggunakan bhs. Inggris ya. Karena Damian tak bisa Bhs. Korea jadi pakai Bhs. Internasional.


.


.


.


.


.


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️

__ADS_1


__ADS_2