
Setelah pertengkaran di ruangan Damian kala itu, hubungan Zeline dan Echa mulai merenggang. Ana juga sudah mengetahui cerita pertengkaran itu dari Zeline. Ana geram pada sahabatnya satu itu, kenapa bisa berubah seperti itu. Persahabatan yang dulu baik, sekarang rusak sudah.
Hari ini libur, Ana berniat ke rumah Echa dan akan menegaskan dia.
Ting tong ting tong.
Cklek
“Eh non Ana, non Echa nya ada di kamar. Masuk aja” ucap pembantu di rumah Echa yang meman sudah mengenal Ana dan Zeline sebagai sahabat nona majikannya itu
“Hehe, ya udah Ana kesana dulu ya Mbak” ucap Ana, memang pembantu di rumah Echa itu masih berumur 33 Tahun.
“Saya buatin Jus Mangga buat kalian” ujar pembantu Echa.
“Pengertian banget sih Mbak” ucap Ana terkekeh sembari menunjukkan jempolnya tanda setuju.
Ana pun kembali melangkah ke arah kamar Echa. Ketika di depan pintu kamar, ia menderngar sayup-sayup suara Echa yang seperti sedang berbicara dengan seseorang. Ia kemudian mendekatkan telinganya, bukan sengaja menguping, karena sempat terdengar nama Zeline yang Echa sebut.
“Ya, gue udah bilang ke Zeline juga” ucap Echa
“Gue gak mau pura-pura baik lagi, guebenci semua kebaikan yang selalu pada Zeline” ucap Echa sarat akan kebencian di setiap ucapannya
“Ya loe bisa bantu gue pisahin mereka nanti”
“...”
“Nanti gue kabarin lagi kapan nya. Bye”
Cklek
__ADS_1
“Bagus ya loe Cha” hardik Ana langsung.
Echa yang baru selesai bertelepon pun lantas menoleh ke sumber suara. Ia menatap datar sahabat nya itu. Mungkin sudah di anggap mantan sahabat.
“Apa” ucapnya datar.
“Loe berubah, loe udah gila Echa” hardik Ana.
“Gue ? Gila ? Hah” ucap Echa congkak.
“Gue cuman berjuang buat cinta gue An” smbungnya.
“Cinta loe salah, bisa-bisanya loe mau ngerebut suami sahabat loe sendiri” sengak Ana
“Zeline yang ngerebut semua yang gue suka An, bukan gue !” ucap Echa tak terima
“Loe berubah Cha, loe bukan Echa yang gue kenal lagi” lirih Ana, tapi masih bisa di dengar Echa.
“Terserah loe mau anggep gimana, yang jelas sekarang gue gak akan ngalah. Gue akan dapetin yang gue mau”
“Dengan ngehancurin perasaan Zeline, sahabat loe sendiri.” Cecar Ana.
“Ya mau gimana lagi,” ucap Echa santai.
“Freak loe emang” hardik Ana marah.
“Loe lupa, kita sahabatan mulai kapan ? Gak sehari dua hari Cha. Cuman karna CINTA loe ngorbanin persahabatan kita.” lanjut Ana, ia mencoba menyadarkan sahabat nya itu.
“Gue gak mau tau Ana” ucap Echa final.
__ADS_1
Ana mendesah kasar, ia kecewa dengan sahabatnya ini. Bagaimana bisa ia akan melakukan hal yang gila seperti ini. Ia yakin sekarang jika sahabat nya itu seperti sudah sangat tak menyukai sahabatnya juga yang bernama Zeline.
“Sepertinya loe udah lama gak suka Zeline” ucap Ana lagi.
“Dulu banget gue suka, tapi semenjak Zeline yang selalu ngerebut apapun yang gue suka. Gue jadi gak suka banget sama dia.” Jelas Echa santai.
“Terus masalah di kantor itu bener loe lakuin dengan sengaja ?” tanya Ana, Echa hanya mengangguk acuh.
Ana sudah mengepalkan tangannya geram.
“Terus masalah skandal di kampus juga ?” tanya nya lagi. Dan lagi lagi Echa hanya mengangguk acuh.
“Jadi yang gue denger waktu loe telponan pas kita mau magang itu partner loe berbuat licik” ucap Ana. Echa hanya mengendikan bahunya.
“Berbaikanlah dengan Zeline Cha, pliss” bujuk Ana lagi.
“No, sekarang gue akan terang-terangan ke dia. Gue mau rebut yang gue suka dari dia” ucap Echa lugas.
Ana sudah menyerah, ia sudah kesal membujuk sahabatnya yang berubah gila ini.
“Dan sekarang juga, kita putus persahabatan. Temui gue lagi kalo loe udah sadar sama perbuatan gila loe ini” tegas Ana.
“Sampe loe buat kesalahan besar yang menyakiti sahabat gue yang lain. Gue gak akan segan lagi sama loe” lanjutnya tajam
“Silahkan” jawab Echa enteng.
Ana pun berlalu keluar dari kamar Echa, ia tak mau berlama-lama berada satu ruangan dengan mantan sahabatnya yang memuakkan itu.
“Eh non Ana, udah mau pulang.” Ucap pembantu tadi ketika melihat Ana yang menuruni tangga.
__ADS_1
“Iya Mbak, duluan ya” ucapnya sambil terus berjalan melewati pembantu tadi.
“Eh tapi jus nya non” teriak pembantu tadi, tapi tak di gubris oleh Ana. Ia tetap meneruskan langkahnya keluar menjauhi rumah mantan sahabat nya.