Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
40. Tertangkap Berduaan Lagi (?)


__ADS_3

Setelah Zeline makan siang tadi. Dia buru-buru pergi dan beralasan pada seniornya jika mau bertemu saudara nya sebentar di luar kantor. Tapi sebelum itu dia menuju toilet untuk merapikan dirinya.


Dan disinilah Zeline sekarang, berjalan di lantai 10, lantai tempat meeting tadi dan juga menjadi lantai ruangan satu-satunya untuk CEO. Dia melangkah sambil tersenyum, dalam pikirannya pasti suaminya akan terkejut dengan kehadiran nya yang tiba-tiba.


Sayup-sayup Zeline mendengar seperti suara perempuan. Semakin dekat ruangan suaminya, suara itu semakin terdengar jelas.


“Tolong jangan Pak”


“Pak.. Ah”


Deg,


Hati Zeline mencelos mendengar suara wanita yang terdengar mendesah. Hatinya tak karuan. Tak ingin berasumsi buruk, ia langsung membuka handle pintu ruangan suaminya.


Cklek


Pemandangan pertama yang Zeline lihat sungguh mengejutkan nya. Di sana, suaminya tengah memangku seorang wanita yang penampilannya tak enak di pandang. Kemeja yang sedikit terbuka menampilkan bahu nya. Tangan Damian yang mencekal bahu perempuan itu. Dari arah pandang Zeline seolah dua manusia itu sedang melakukan adegan tidak senonoh.


Damian yang mengira Ars yang datang langsung berucap.


“Ars tolong—“


“Mas..”


Jedaarr..


Suara itu, Damian sangat familiar dengan pemilik suara itu. Buru-buru ia mendorong tubuh perempuan itu dari pangkuannya, dia langsung berdiri melesat menghampiri istrinya.


“Sayang ini gak seperti yang kamu lihat” panik Damian.


Tapi Zeline hanya diam, dan malah menelisik kearah perempuan yang membelakanginya seperti tengah merapikan penampilannya.


Deg


Zeline terkejut melihat postur perempuan itu, ia sangat paham siapa perempuan itu. Dalam hati ia berdoa semoga apa yang ia duga salah.


“Sayang, lihat aku hei” pinta Damian. Sungguh dia begitu takut sekarang ini.


Deg.


Nyut.


Seperti di tusuk rasanya jantung Zeline. Ketika perempuan itu berbalik, meruntuhkan semua dugaan nya. Berharap dugaannya salah. Tapi apa semua nya. Ia benar-benar tak menyangka.


“Ngapain loe di sini cha” ucap Zeline datar.


Ya, perempuan yang tadi di pangkuan Damian adalah Echa, sahabat Zeline sendiri.

__ADS_1


“Sedang apa kalian berdua tadi” lanjutnya datar, sembari melangkah masuk kedalam ruangan setelah menutupnya.


Damian ketar-ketir. Ia sungguh panik. Tak hentinya mengumpat dalam hati, begitu cerobohnya dirinya.


“Cha, loe tau kan siapa pria itu” kata Zeline menunjuk suaminya. Posisinya berada tepat di depan sahabatnya itu


“Dia suami gue Cha, suami sahabat loe. Loe gak lupa kan” sindir Zeline.


“Sayang, dengerin aku dulu. Ini gak seperti—“


Cklek


Ucapan Damian terpotong saat suara pintu terbuka di susul masuknya Ara ke dalam ruangan yang berubah mencekam itu.


Ars yang tak tau permasalahan yang terjadi sekarang hanya mengernyit bingung. Kenapa ada Zeline dan sahabatnya, dan juga mengapa wajah Damian seperti orang panik, pikirnya.


“Apa yang gue lihat ini benar” ucap datar Zeline.


“Sayang itu—“


“Ya seperti yang loe lihat Zel, gue gak bisa nolak” potong Echa santai


“ECHA !” teriak Damian marah. Sedangkan Ars semakin bingung dengan pokok masalah yang terjadi di sini.


“Sayang aku berani sumpah, aku gak nyen—“


“Kalian berbuat tak senonoh tanpa malu ya” ucap Zeline dingin. Ars melotot kaget, kini ia tahu pokok masalah yang terjadi. Sedangkan Damian nampak panik dan gusar, penampilan nya nampak berantakan saat ini. Seperti bukan Damian yang biasanya terlihat berkharisma.


“Eh, buka kalian sih. Lebih tepatnya loe yang maksa” kata Zeline sembari menunjuk kearah wajah Echa.


“Sayang..” ucap Damian, rasanya ucapan istrinya barusan seperti siraman air Es dalam hatinya yang gusar. Melegakan.


“Cha, tega banget ya loe. Dia itu suami gue cha. Inget gak sih loe” ucap Zeline


“Tega kata loe ? Gue sama pak Damian aja nikmatin lagi” ucap Echa dengan entengnya.


“Ya kalau pun kalian berdua nikmatin lanjutin dong” sahut Zeline tegas.


“Sayang” sahut Damian kaget, tak menyangka istrinya malah menyuruh melanjutkan melakukan hal itu. Ars pun sama terkejutnya dengan Damian.


“Tapi kaya nya suami gue gak nikmatin tuh. Dia udah terlanjur kecanduan gue” ceplos Zeline.


Echa mengepalkan tangannya dengan wajah yang sudah memerah geram.


“Cha, loe sahabat gue. Dulu waktu loe nyebarin fitnah skandal tentang gue. Gue diem aja karna gue masih mikir itu bukan kemauan loe.” Ujar Zeline. Ia membongkar fakta yang ia ketahui.


Damian dan Ars melotot kaget dan saling bertanya dalam pandangan mereka. Kemudian Ars menggeleng dan mengendikan bahunya tanda ia tak tahu.

__ADS_1


‘Zeline tau dari mana fakta Echa yang nyebarin fitnah skandal itu’ batin Damian.


Ya, Damian sudah mengetahui dalang di balik skandal yang menjerat Zeline dulu. Dan dalang itu adalah sahabat istrinya sendiri. Ia juga pernah menemui Echa diam-diam bersama Ars. Menanyakan apa maksudnya melakukan itu, dan semua itu hanya karna “CINTA”. Echa menyatakan perasaan nya kepada Damian yang langsung di tolak oleh Damian. Tapi Ars dan Damian tak tahu alasan lain di balik kelakuan Echa selama ini.


“Kenapa loe jadi gini Cha, loe berubah. Persahabatan kita di ambang kehancuran hanya karna masalah CINTA” ujar Zeline lirih.


“Selama ini gue pura-pura gak tahu aja supaya apa ? Supaya persahabatan kita gak berantakan. Tapi loe makin jadi” lanjutnya.


“Kenapa kalo gue cinta sama Pak Damian. Harusnya loe yang ngalah ke gue Zel. Gue benci, gue iri. Semua cowok yang suka selalu loe ambil” hardik Echa.


“Gue gak ada niat ngerebut dan gue gak tahu itu Cha”


“Kalo gue tahu elo cinta Pak Damian, gue bakal kasi ke elo” lanjutnya


“ZELINE” teriak Damian, seenaknya saja istrinya itu. Istrinya pikir ia barang yang bisa di berikan ke yang lain.


“Tapi takdir loe gak sama Pak Damian Cha, mau sekeras apapun loe usaha kalo emang gak takdir mau gimana” jelas Zeline.


“Gue harap loe ngerti Cha, dan berhenti berbuat hal begini.” Pinta Zeline.


“Gak akan bisa Zel. Loe yang ngerusak persahabatan kita. Ngerti loe” hardik Echa, kemudian pergi melenggang keluar dari ruangan Damian.


Zeline menatap kosong, sungguh bukan ini yang ingin di dengar dari mulut sahabatnya itu.


Melihat raut kesedihan Zeline, Damian langsung ingin memeluk Zeline, akan tetapi tiba-tiba Zeline mengelak. Tangan Damian yang ingin memeluk istrinya menggantung di udara. Ia hanya diam mematung dengan keterkejutannya.


“Kak Ars, Zel balik dulu ya” ucap Zeline berbalik setelah mengelak dari pelukan suaminya.


“Tolong juga urusin penampilan suamiku, jangan sampai orang lain liat suamiku berantakan kaya gitu” lirih Zeline setelah berada di samping asisten suaminya itu.


“Oke Zel, loe tenang aja” ucap Ars sambil mengacak rambut Zeline lembut.  


Zeline kembali melangkah kan kakinya keluar dari ruangan suaminya. Sebenarnya dia merasa bersalah karna tak menghiraukan suaminya. Tapi lebih baik begitu, dari pada ia meluapkan emosi nya kepada sang suami ia lebih memilih mendiamkan dahulu, sembari meredam emosinya.


.


.


.


.


.


~ Annyeong man-teman, Author-nim temenin malam tahun baruan nih, tapi jangan lupa kasi Like, Love , Vote, Hadiah nya buat Author-nim jugaa yaa 🤗🤗


Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻❤️

__ADS_1


__ADS_2