
Hari ini terasa begitu indah bagi Zeline. Gadis itu tengah sibuk dengan aktivitasnya yaitu memandangi suami tercintanya yang masih terlelap.
Hari ini di gelar acara wisuda Zeline, setelah satu bulan yang lalu ia di nyatakan lulus.
“Kamu dari tadi liatin aku gini” tiba-tiba suara suaminya memecah kebahagian Zeline.
Mata pria nya itu perlahan terbuka dan langsung di sambut senyuman manis oleh wanita nya.
“Morning” sapa lembut Zeline.
“Morning too sayang” jawab Damian sembari melabuhkan kecupan singkat di bibir candu itu.
“Seneng banget dari tadi” ucap Damian.
“Ya dong.. hari ini kamu gak lupa kan” antusias Zeline.
“Apa ?” tanya Damian memancing.
Ck.
Zeline berdecak kesal, ia langsung mendudukan tubuhnya sampai selimut yang menutupi nya jatuh. Untung nya kali ini ia sudah memakai baju suaminya setelah pertempuran nya kemarin malam.
“Hari wisuda aku Mas” ucap Zeline kesal.
“Ah kamu mah gitu, udah deh aku mau siap-siap aja” gerutu nya sambil beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Damian terkekeh senang telah menggoda istrinya. Entah kenapa akhir-akhir ini Zeline terlihat menggemaskan di mata Damian.
“Sayang, tunggu. Mandi bareng” teriak Damian sembari turun dari ranjang dengan hanya bertelanjang dada.
“Sayang buka pintu nya” teriak Damian lagi agar di dengar istrinya.
“Gak mau” sahut Zeline dari dalam kamar mandi.
“Menghemat waktu yang , biar siap nya barengan” rayu Damian tak patah arang.
Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menyembul kan kepala wanita nya.
“Ini karna menghemat waktu loh. Jadi gak usah banyak gaya di dalem nanti” peringat Zeline.
Damian kembali terkekeh. Istri nya ini seperti takut jika dirinya melakukan banyak gaya di dalam kamar mandi nanti nya.
__ADS_1
“Iya iya gak banyak gaya kok aku” sahut Damian. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci nya sambil tersenyum misterius.
Setelah itu, tak lama yang terdengar hanya suara jeritan dan ******* Zeline yang terdengar merdu dan menggebu di pendengaran Damian tentu saja.
1 jam berlalu setelah mandi bersama. Zeline mematut wajahnya di cermin tapi dengan wajah yang di tekuk masam.
“Kenapa gitu sih muka nya. Kurang ya” jahil Damian yang saat itu tengah sibuk memakai pakaian nya.
Zeline langsung dengan cepat melirik sinis ke arah suaminya.
“Aku tadi kan bilang nya jangan banyak gaya pas di udah di ijinin mandi bareng. Tapi apa tadi. Ceh” decih Zeline kesal. Ia sepertinya sangat sibuk mematut dirinya.
“Ya kan bener sayang. Aku gak banyak gaya kan tadi, cuman satu gaya doang loh” ceplos Damian tanpa beban.
“Kamu gak bisa menelaah ucapan aku ya. Maksudku bukan gitu. Tapi yang ku maksud ‘jangan banyak gaya’ tuh ya gak usah macem-macem” ujar nya kesal.
“Lah kan bener juga aku gak macem-macem, Cuma satu macem doang” kembali, Damian menjahili istrinya. Ia terus tak pantang menyerah membela diri nya.
“Ck. Udah lah, ngomong sama kamu bikin aku tambah kesel tau” cebik Zeline.
“Gara-gara kamu nih, aku jadi harus ekstra nutupin bekas mahakarya kamu yang sangat agung ini” sindir Zeline sembari memberi concealer dan foundation pada area leher nya yang tadi di buat kan mahakarya oleh suaminya.
“Ya lagian sisain satu deh yang biar pada tau kalo kamu ada yang punya. Liat aja kebaya kamu kerahnya low gitu. Mau aku marah ya udah terlanjur udah kamu pesen” ujar Damian.
“Selesai” ucap Zeline sumringah.
“Ayo, nanti keburu telat nih” lanjutnya sembari mengambil clutch yang sudah ia siapkan kemarin.
“Ck.” Decak Damian tak merespon ajakan istrinya.
“Apalagi sih Mas” ucap Zeline sabar.
“Kamu kecantikan yang . Gak bisa gini nih” kesal Damian.
Ia segera menghampiri istrinya kemudian merengkuh pinggangnya. Secepat kilat juga ia mendekatkan wajahnya kearah istrinya.
Namun, secepat kilat juga Zeline menahan pergerakan dengan membungkam mulut suaminya.
“Mau ngapain. Gak usah aneh-aneh. Ngerusak dandanan aja” sembur nya ketus
“Ayo berangkat. Pasti yang lain udah nunggu di tempat acara” sambingnya lagi setelah melepaskan lilitan tangan kekar suaminya.
__ADS_1
Damian berdecak kesal karna niat nya tak terealisasi. Ia mengekor langkah istrinya turun ke bawah, keluar dari rumah dan pergi menjalankan mobil nya membelah keramaian jalan menuju tempat acara wisuda.
...🌺🌺🌺...
“Astaga, cantik banget gadis yang udah gak gadis lagi” pekik Ana girang setelah melihat kedatangan pasangan suami istri yang tampak memukau sekali.
“Ceh..” decih Zeline menjeda
“.. Gue gak pernah jelek kali An” sambung nya menyombongkan diri.
“Ck. Sombong banget. Pak tolong di jinakin sifat sombong istrinya dong” ucap Ana menuju kearah Damian.
“Loe kira kesombongan gue tuh hewan peliharaan apa” sembur Zeline.
“Udah jangan debat sayang, tuh Ayah, Ibu, Mom sama Dad udah nunggu kamu” sahut Damian sembari menunjuk keberadaan para orangtua.
“Sampe lupa. Gara-gara ngeladin loe nih” ucap Zeline sewot kearah Ana.
“Gue tinggal dulu kesana An. Atau loe mau ikut ?” ajak Zeline.
“Duluan aja, gue nunggu Papa, Mama” jawab Ana.
“Oke deh. Duluan ya” ucap Zeline kemudian berlalu bersama Damian menemui orangtua dan mertua nya.
Semua mata yang hadir di sana banyak yang mengarah ke Zeline dan Damian, mereka memuji paras keduanya dan keserasian keduanya. Begitupun salah satu gadis yang melihat dengan pandangan iri.
Ya, dia adalah Echa. Dan untuk sesaat pandangan Zeline dan Echa bertemu. Mereka saling pandang seolah ada kilatan petir yang keluar dari pandangan mereka. Tak seberapa lama Zeline mengakhiri sesi pandang nya dengan memberi senyum tipis learah Echa. Dan itu membuat Echa geram. Pasalnya menurutnya senyuman Zeline itu seolah ejekan untuknya.
Ya begitulah jika orang yang sudah terlanjur di kuasai iri dan dengki. Selalu merasa apapun yang di perbuat orang yang di irikan nya itu adalah hal negatif untuk nya.
.
.
.
.
.
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
__ADS_1
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️