Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
69. Gempar


__ADS_3

Damian membuka matanya, ia mengernyit kala pusing itu melanda lagi. Pelan-pelan ia mulai mengamati sekitar nya. Ia menoleh dan betapa terkejutnya bahwa di samping nya ada wanita yang bukan istrinya. Sontak saja ia langsung terduduk. Mencoba mengingat, dan hal terakhir yang ia ingan adalah adegan ciuman sampai kemarahan nya pada wanita di sampingnya ini.


“Sialan” umpat nya saat melihat semua pakaian wanita itu tercecer di lantai. Ia mendengus kasar. Ia gugup, apakah ia melakukan hal yang tak semestinya setelah kehilangan kesadaran nya.


“Handphone” ucap nya lagi sambil memakai kemeja nya dan mencari handphone nya.


Langsung saja ia menyalakan handphonenya, tak lama beberapa notif panggilan tak terjawab dan notif chat pun datang beruntun. Yang lebih menyita perhatian nya adalah banyaknya notif telpon dari istrinya.


“Sayang, maaf” lirih Damian.


Drrt drrt drrt.


Panggilan dari Ars masuk ke handphone Damian. Secepat kilat juga Damian mengangkat nya.


“Ars tol—“


“HEH. GILA LOE YA. SKANDAL APA YANG LOE BUAT PAGI INI HAH” maki Ars menyela Damian.


“Maksud loe ?”


“Berita pagi ini skandal loe sama Echa yang check in di hotel. Judulnya tambah bikin gila” hardik Ars.


“Apa emang ?”


“Skandal hari ini : Perselingkuhan High Class Konglomerat” ucap Ars membaca kan Judul.


“Ck. Gue kena perangkap dia. Mendingan loe sekarang susulin gue di hotel”


“Sialan loe beneran sama Echa” hardik Ars lagi


“Nanti gue ceritain, yang penting susulin gue sekarang. Gue mau pulang. Zeline pasti cemas”


Ars menutup telpon nya sepihak. Damian pun mengambil barang-barang nya dan ingin berlalu. Tapi suara wanita di belakang nya membuat ia mau tak mau menolehkan wajahnya.


“Pak, bagaimana dengan saya. Kita udah lakuin itu semalam” tangis pura-pura Echa.


“Kau yang membuat rencana ini kan. Dasar gadis gila” hardik Damian.


“Pak, bagaimana bisa bilang begitu. Bapak juga nikmatin tubuh saya semalam. Bagaimana kalo saya hamil”


“Yang jelas bukan urusan saya. Saya yakin kalo saya gak sentuh kamu sedikit pun, kecuali ciuman sebelum saya tak sadar” ucap Damian tajam.


“Jangan mempermainkan saya dengan drama murahan mu ini” sambungnya dingin.


“Pak. Bapak gak bisa gitu. Bagaimana nasib saya dan nanti kalo saya hamil anak Bapak” cecar Echa.


“Diam” sahut Damian dingin dengan tatapan tajam nya. Ia sedang sibuk mengirim pesan kepada Ars.


...🌺🌺🌺...


“DAMIAM KELUAR LOE SIALAN” teriak Zayn.


Ya Zayn yang murka setelah melihat berita itu langsung menuju kantor sahabat nya, dan bertepatan dengan Ars yang terburu-buru. Sempat ada pertikaian kala Zayn memaksa ikut karna Ars menolak. Tapi pada akhirnya Ars pun mengalah.


Cklek


Bugh


“Aaahhh” teriak Echa di belakang Damian yang terkena bogeman dari abang mantan sahabat nya.


“SIALAN LOE. BISA-BISANYA LOE SELINGKUHIN ADEK BERHARGA GUE SAMA SAHABAT NYA SENDIRI HAH. BR****EK. BEDEBAH SIALAN LOE” teriak Zayn dengan mengayunkan bogem nya lagi


Bugh


Bugh


“Udah Zayn, ayo kita selesain di rumah. Tahan amarah loe” ucap Ars menengahi. Ia sedikit meringis melihat luka yang di dapat Damian.


Mereka bertiga pun segera berlalu dari sana melalui pintu khusus. Mereka tak sadar jika Echa pun mengikuti langkah mereka.


“Pak. Bapak harus tanggung jawab ya” serobot Echa tiba-tiba.

__ADS_1


Ketiga pria itu berhenti tepat di depan mobil yang akan mereka masuki.


“Kamu belajar dari siapa ngerusak rumah tangga sahabat sendiri. HAH” ucap tajam Zayn meluapkan amarah nya. Ia cemas dan marah bersamaan, ia juga belum tau bagaimana kabar adiknya jika tau skandal ini.


“Lebih tepatnya mantan sahabat Zayn. Mereka udah gak sahabatan setelah obsesi gila dia” ucap Damian dingin sembari menunjuk Echa.


“Sudah saya bilang. Jangan membuat drama dengan saya. Jangan berani menyentuhkan drama ini pada saya. Jika tak mau terima konsekuensinya” ucapnya lagi. Dingin menusuk tajam, membuat Echa menegang takut.


“Ayo Ars” titah Damian.


Ketiga pria itu pun masuk, dan mobil langsung melaju kencang membelah jalan. Para reporter tak ada yang menyadari jika Damian telah pergi dari hotel tersebut. Di perjalanan Damian menceritakan kronologi kejadian sampai ia berakhir seperti ini dengan skandal yang mencuat.


Mobil yang mereka tumpangi melambat saat melihat di depan rumah Damian banyak reporter yang berkerumun.


“Ck. Gimana nih” tanya Damian gusar. Ia mencoba menghubungi istri nya tapi tidak aktif. Apa istrinya mematikan handphone karna takut banyak yang menghubungi nya terkait skandal itu.


“Mending ke apartemen gue dulu deh Dam” sahut Ars yang di angguki Zayn. Damian hanya mengangguk pasrah saja.


Setiba nya mereka di apartemen Ars. Damian langsung memburu Ars dengan segala perintah. Mulai dari mencari bukti CCTV di hotel tersebut dan juga di restoran hotel, para pelayan restoran yang menyajikan makanan untuknya kemarin, dan petugas hotel yang memberi kunci suite room hotel kemarin. Kalau di butuhkan seorang hacker pun ia tak masalah karena jika bodyguard pun ia sudah punya team nya. Ia harus segera menyelesaikan urusan ini agar tak berlarut-larut.


Setengah hari berlalu sangat sibuk untuk Damian. Ia masih mengurusi masalah skandal nya sampai melupakan untuk menelpon istrinya lagi. Setelah tadi orangtua dan mertua nya yang datang ke tempat Ars meminta penjelasan, dan mereka juga bilang jika handphone Zeline tak bisa di hubungi. Ia sampai melupakan untuk mengucapkan pada Damian atas kehamilan Zeline.


“Lebih baik loe makan dulu Dam, biar gue yang handel ini” ucap Ars.


“Hemm. Nanti” sahut Damian yang tetap fokus melihat kinerja hacker yang sedang sibuk dengan tugasnya.


“Loe udah hubungi Zeline ?” tanya Ars. Dan Damian sontak ingat kembali.


“Astaga, sampai lupa gue. Makasi Ars”


Damian segera menyambar handphone nya, ia menekan panggilan kepada istrinya. Berulang kali ia menghubungi tapi selalu jawaban tak aktif dari operator. Ia pun memutuskan menelpon nomor rumah mereka. Tak lama sambungan terhubung. Damian tampak sumringah, ia pikir istrinya yang mengangkat. Tapi harapannya sirna, mendengar suara di seberang sana.


“Halo. Dengan siapa ?” ucap Bi Ima.


“Bi. Ini saya Damian” sahut Damian.


“Ya Allah. Tuan, Non Zeline Tuan” suara Bi Ima terdengar bergetar menahan tangis.


“Kenapa Zeline bi. Dia kemana, saya mau ngomong sama istri saya” sahut Damian.


“N-non Zeline Tuan. Non Zeline tidak ada di rumah” ucapan Bi Ima membuat Damian menegang seketika. Berbagai pikiran buruk pun memutar di pikirannya.


“Bibi coba lihat di kamar, pastikan juga bajunya apakah masih ada lemari ruang ganti. Tolong segera telpon saya jik—“


“Tuan saya tadi juga memastikan nya. Bajunya masih ada walau sebagian. Dan juga saya menemukan cincin yang biasa Nona pakai tergeletak di atas kotak di nakas “ ucap Bi Ima gemetar.


Deg


Ah, pikiran Damian sudah mulai tak karuan saat mendengar penjelasan Bi Ima.


“Baik bi. Saya akan pulang setelah menyelesaikan masalah ini. Bibi jaga rumah. Tolong” ucap Damian.


“Baik Tuan” sahut Bi Ima. Setelah itu telpon Damian akhiri. Ia langsung terduduk lemas di sofa. Kepalanya menunduk dengan bertopang kedua tangan nya.


“Kenapa. Zeline marah ?” tanya Ars penasaran.


“Lebih dari itu Ars. Dia.. dia.. AARGH” teriak Damian tak kuasa melanjutkan ucapannya. Ia mengacak kasar rambut nya.


Ars dan hacker di sana di buat kaget oleh teriakan Damian.


“Maksud loe apa Dam ?” tanya Ars lagi.


“Zeline.. Ars.. Zeline seperti nya pergi. Istri ku pergi Ars” ucap Damian sambil mendongak menatap Ars. Bisa Ars lihat kilat mata kesedihan dan kerapuhan di kedua bola mata sahabat nya itu. Pria yang dingin itu menampakkan ketidakberdayaan nya.


“Tenangin diri loe. Setelah ini beres. Kita cari Zeline. Dia gak akan pergi jauh dari loe” ucap Ars menenangkan.


Ting tong... Ting tong...


“Mungkin Zayn, gue buka dulu” ujar Ars.


Cklek

__ADS_1


Brak


Ars terkejut dengan serobotan kasar saat membuka pintu, Ia melihat sahabat Zeline berjalan cepat masuk dengan kilat amarah.


“Sejak tadi dia gitu. Terus ngeyel mau ketemu Damian” jelas Zayn yang datang bersama Ana tadi


“Pak Damian” panggil Ana dingin.


“Ya. Ah Ana, kamu tau Zel—“


Plak


Damian melongo saat ucapanya tersela dengan tamparan keras di pipi nya. Zayn dan Ars pun tercengang. Sedangkan hacker yang berada di sana memilih bersikap tak tahu menahu saja karna bukan ranah nya memang.


“Kenapa tiba—“


“Anda bajingan sekali ya” sela Ana sinis.


“Maksud kamu apa. Tolong jaga bicaramu” hardik Damian.


“Apa skandal itu benar ?” tanya Ana.


“Tidak. Mantan sahabat mu yang gila itu sudah menjebak ku”


“Tapi Bapak bisa menolak nya kan” cecar Ana.


“Saya sudah menolak nya. Tapi karna obat sialan itu saya tak sadarkan diri”


“Apa maksud Bapak ?”


Damian pun menceritakan dengan detail kejadian nya kepada Ana. Setelah mendengar cerita dari Damian, Ana malah menangis tersedu-sedu. Membuat ketiga pria itu bingung.


“Pak.. Kasian Zeline.. Hiks.. Pasti dia tertekan liat berita ini.. Bagaimana kondisi baby nya” cemas Ana.


“Baby ? Apa maksud kamu ?” tanya Damian saat mendengar ucapan Ana tadi.


“Pak.. Zeline sekarang sedang hamil, Bapak belum di kasi tau dia ya. Tadi nya dia mau kasi kejutan buat Pak Damian. Kalau gitu, saya akan kerumah Bapak untuk nenagin dia” jelas Ana


“A-apa. Apa ini maksudnya” ucap Damian, suaranya mulai bergetar mendengar fakta tentang istri nya yang tengah mengandung buah cinta mereka berdua.


“AARGH... SIALAN. SIALAN. SIALAN” teriak Damian. Ia berdiri sembari mengacak rambutnya. Mengembuskan nafas kasar seolah ingin meredam apa yang ada di hati nya.


“Beneran kalo Zeline hamil ?” kini giliran Zayn yang bertanya. Ia juga sama terkejutnya dengan Damian.


“Ih. Beneran bang. Orang yang nganter periksa aku kok” ujar Ana


“Dasar adek durhaka. Ayo aku juga mau ke sana. Sekalian aku mau omelin dia” ucap Zayn 


“Gak usah. Percuma” sontak Ana dan Zayn menoleh kearah Damian yang posisi nya sedang memunggungi mereka.


“Zeline sepertinya pergi. Dia marah. Dia pergi” kepala Damian menoleh menatap mereka. Dan lagi, kilat kesedihan dan kerapuhan nya sangat jelas kentara di sepasang bola matanya.


“Ars apa semua bukti sudah terkumpul. Gue mau cepet selesain ini. Gue rindu Zeline”


“Bentar gue tanya mereka (hacker dan bosyguard yang ia beri tugas). Tenang aja”


Setelah pembahasan itu. Mereka kembali sibuk menyiapkan barang bukti untuk menjernihkan berita miring tersebut.


.


.


.


.


.


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️

__ADS_1


__ADS_2