
Di sisi lain..
Damian terlihat memanggil seseorang sambil berkendara, tak lama panggilannya tersambung.
“Ada apa ?” sahut malas orang di seberang sana.
“Ambilin mobil istri gue di resto X” titah Damian.
“Lah emang istri loe kemana kok mobil main tinggal aja.” Ucap orang tersebut.
“Istri gue ya sama gue lah. Sekarang cepet ambil deh Ars” titah Damian lagi.
Ya, Ars sang asisten Damian lah yang ia panggil. Berdecak kesal Ars pun menjawab
“Kalo niat nya pulang semobil ngapain pakek mobil sendiri-sendiri sih. Repot banget” cerocos Ars.
“Istri gue mabuk tad—“
“Hah gimana bisa Zeline mabuk. Suka minum ya ternyata” sela Ars.
“Gue tonjok ya loe Ars. Istri gue gak suka minum. Cuman tadi ada accident dikit aja” sewot Damian.
“Apaan ?” tanya Ars kepo.
“Heh. Gak usah kepo deh loe. Mending cepet ambilin, loe bawa dulu juga gak papa. Besok baru kembaliin” ucap Damian.
“Ya tapi kenapa dul—“
“Dapet bonus bulan ini kalo loe cepet berangkat” potong Damian cepat.
“Siap, berangkat nih. Bye” sahut Ars cepat kemudian memutus sambungan telponnya.
“Ck. Kalo di kasi duit aja cepet banget si cunguk” gerutu Damian.
“Eumh.. apa Mas” ucap Zeline tiba-tiba.
__ADS_1
Damian menoleh sebentar kearah istrinya.
“Gak kuat minum aja sok-sokan kamu ini” gerutu Damian lagi. Ia melajukan mobilnya kencang agar cepat sampai rumah.
...🌺🌺🌺...
Tak lama mereka sampai dirumah, Damian berjalan kearah tangga lantai 2 dengan menggendong istrinya seperti koala. Tadi saat di basement rumah, ketika Damian akan mengangkat istrinya tiba-tiba Zeline meminta gendong depan. Jadilah sekarang Damian seperti sedang menggendong bayi besar.
“Wahh.. suamiku memang tampan” racau Zeline lagi sembari sedikit menjauhkan kepalanya, menelisik wajah suaminya. Tangannya meraba-raba kedua pipi Damian.
“Ini punyaku, punyaku, punyaku, semuanya punyaku. Hehe” racaunya sembari mengelus pipi, hidung, bibir Damian.
“Iya iya aku punya kamu” sahut Damian dengan langkah yang tak henti menapaki tangga.
Cup
Damian terbelalak kaget dengan serangan tiba-tiba dari sang istri. Ia menghentikan langkahnya di tengah tangga.
Damian yang tadi niatnya ingin mengacuhkan sang istri pun sekarang goyah. Ia tak menyiakan momentum ini. Jarang sekali istrinya itu memulai sebuah adegan panas.
Lambat laun ciuman Zeline berpindah ke leher Damian.
“I want you Damie” ucap Zeline terdengar sensual di telinga Damian yang membuat Damian menegang seketika.
Damian yang sudah di buru hasrat nya pun langsung mempercepat langkahnya masuk kedalam kamar mereka setelah mendengar bisikan istrinya.
Kedua insan tersebut seperti tengah di buru waktu, seolah takut kehabisan waktu, setelah pintu kamar tertutup Zeline langsung menyambar bibir suaminya yang di sambut penuh hasrat oleh Damian.
Damian membawa istrinya kearah ranjang di sela ciuman mereka. Ia membaringkan istrinya tanpa melepaskan pagutan mereka. Damian perlahan mulai membuka pakaian yang di kenakan Zeline tapi dengan cepat tangannya di cegah oleh Zeline.
“Kenapa sayang ?” tanya Damian dengan suara berat tertahan.
Zeline hanya menatap dalam kearah Damian, kemudian.
Bruk
__ADS_1
Zeline memutar posisinya menjadi ia yang di atas tubuh suaminya. Perlahan ia mulai membuka pakaian nya dengan gerakan lambat di sertai senyum genit nya seolah menggoda Damian.
Damian meneguk ludah nya kasar kala istrinya berlagak menggoda dirinya. Sampai pada tubuh istrinya yang sudah polos ia tiba-tiba menegang saat Zeline menyentuh pusakanya yang masih tertutup celana.
“Biar aku yang memulai, aku yang memimpin Damie” bisik Zeline sambil membuka baju Damian perlahan dengan gerakan sensual dan semakin mengantar gelenyar hasrat menggebu untuk Damian.
“I’am yours sayang” ucap Damian dengan suara yang sudah memberat. Ia menyerahkan semua kendali pada istrinya.
Setelah itu hanya terdengar suara-suara ******* keduanya yang saling bersautan di iringi suara penyatuan yang mereka hasilkan (you know lah yang udah pada nikah yee. Wkwk) . Sepanjang itulah dan selama itulah Zeline yang mendominasi percintaan panas kali ini. Mereka terus bergerak mencari puncak kenikmatan dunia bersama. Hingga tak lama suara ******* panjang keluar dari bibir keduanya.
“Aahh Damieh..” jerit Zeline tertahan kala ia telah mencapai puncaknya entah yang keberapa kali nya.
“Ahh Zeline sayang..” lenguh lepas Damian setelah mencapai puncaknya juga.
“Kamu luar biasa sayang. Terimakasih” sambung Damian.
Zeline yang ambruk di dada Damian tengah mengatur nafasnya pun hanya memberi kecupan lembut di leher suaminya sebagai jawaban. Tapi aktivitas itu membuat Damian terhenyak, serasa kembali terpancing hasrat nya. Dan dengan cepat pula pusaka kebanggaan nya bereaksi di dalam milik istrinya.
“Eungh..” Zeline melenguh kala merasakan milik suaminya yang membesar sesak di dalam miliknya.
“Sayang, sekarang giliranku yang memimpin. Hem ?” ucap Damian lembut. Zeline hanya mengangguk pasrah. Ia sudah tak kuat untuk sekedar bersuara.
Damian tak akan menyiakan kesempatan. Secepat kilat ia membalikkan tubuh istrinya. Mengungkung istrinya di bawah kendalinya. Kemudian mulai melancarkan aksi nya yaitu merangsang sang istri untuk meneguk puncak kenikmatan bersama lagi.
Malam itu menjadi malam percintaan terpanas menurut Damian, dan juga menjadi yang paling berkesan. Karena semuanya dilakukan oleh istrinya, tepatnya ia suka karena untuk pertama kalinya sang istri menunjukkan sedikit sisi agresif nya. Meskipun karena pengaruh alkohol yang membuat tingkah laku sang istri berbeda. Tapi Damian tak mempermasalahkan. Bukankah orang yang mabuk selalu melakukan apa yang ada di hatinya ?.
.
.
.
.
.
__ADS_1
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️