Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
41. Gundah Gulana


__ADS_3

Setelah kejadian di ruangan Damian tadi, setiap kali Damian menghubungi selalu Zeline acuhkan. Bukannya apa, Zeline sedang fokus menggarap desain nya, bahkan harus lembur bersama team nya.


Sedangkan Damian setelah kejadian tadi ia memilih kembali ke kantor pusat, berulang kali menghubungi istrinya tapi tak pernah di jawab, ia jadi uring-uringan dan yang kena imbasnya siapa lagi jika bukan Ars si asistennya.


“Ars, ke ruangan saya sekarang” ucap Damian di telpon.


“Baik Pak” jawab Ars.


Damian langsung menutup telponnya, menyandarkan tubuhnya dan merenggang kan sedikit dasi yang mencekiknya.


Tok tok tok


“Masuk” sahut Damian dari dalam.


Cklek


“Ada perlu apa Pak” tanya Ars formal.


“Gausah formal gitu, kita di ruangan gue berdua”


Tok tok tok


“Masuk” ucap Damian. Sedangkan Ars langsung memposisikan dirinya duduk di sofa single dekat meja kerja Damian.


Cklek


Tok tak tok tak.


Bunyi heels yang beradu dengan lantai memasuki ruangan Damian. Bella berjalan genit, kemudian sedikit melirik Ars dengan tatapan sengitnya. Memang dua orang itu tak pernah akur sama sekali.


“Pak sudah waktu nya jam pulang kantor, dan Bapak juga tidak ada kerjaan lagi” ucap Bella setelah sampai di depan meja Damian.

__ADS_1


Damian mengernyit kan dahinya. Melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Ah rupanya sudah jam 5 sore, memang waktunya pulang kantor. Damian menoleh menatap kearah Ars seolah mempertanyakan ucapan Bella kepada Ars.


“Benar Pak, anda hari ini tidak ada meeting diluar. Anda bisa sedikit bersantai” sahut Ars.


“Lalu ?” ucap Damian seraya menoleh kearah Bella.


“Lalu ?” ulang Bella


“Iya, lalu kenapa jika saya tidak ada kerjaan lagi Bella ?” tanya Damian dingin.


“Barangkali Bapak mau pulang, bisakah saya ikut Bapak karna kebetulan mobil saya mogok Pak” ucap Bella merayu, ia berusaha mengambil hati atasannya itu, padahal kan sudah tahu jika atasannya itu sudah beristri. Tapi ia tak menyerah mendekati Bos nya.


“Saya pulang dengan Ars, dan kamu bisa pulang dengan taksi online kan” ucap Damian lugas tanpa melihat lawan bicaranya, ia sibuk melihat handphonenya.


Ars rasanya ingin tertawa saat melihat perubahan ekspresi Bella yang begitu cepat. Dari ekspresi yang di buat genit sampai pada ekspresi kecewa yang ia tampak kan sekarang.


“Baik, saya permisi dulu Pak” sahut Bella cepat, muka nya sudah masam. Ia berjalan keluar sembari melirik Ars lagi. Bella yang melirik sinis, di acuhkan oleh Ars.


Setelah Bella keluar, Damian berjalan kearah sofa yang Ars duduki.


“Ya mau gak marah gimana, orang lu juga ngapain sih pake acara pangku si Echa. Loe kan udah tau dia gimana ke elo” sahut Ars


“Gue aja kaget tuh bocah dateng tiba-tiba duduk di pangkuan gue, gue kira Zeline woy” protes Damian tak terima.


“Lah emang lu gak liat siapa yang dateng”


“Gak, gue sibuk baca berkas. Terus ada yang masuk. Ya gue kira istri gue pas denger suara heels”


“Ck. Yaudah kalo gitu.”


“Hah gitu apa maksud loe Ars”

__ADS_1


“Loe mau stay di sini apa pulang, loe jelasin ke istri loe”


“Dari tadi gue telpon aja gak di angkat”


“Ya bedalah Dam, di telpon sama ngomong langsung. Ck. Jabatan doang tinggi”


“Kenapa kalo jabatan gue tinggi, sirik loe”


“Udah, dari pada loe ngajak gue debat mending loe bujuk istri loe terus loe jelasin”


“Iya ya, ya udah gue balik dulu ya”


“Eh bareng, loe lupa ya kalo loe gak bawa mobil”


“Iya, ya udah buru”


Mereka berdua pun bergegas keluar dari perusahaan. Ars mengantarkan Damian pulang ke rumahnya. Ars yakin tindakan Zeline yang tak bisa di hubungi itu hanya pengalihan dari kemarahan nya. Karna meskipun Zeline marah pun ia tetap memperhatikan suaminya, terbukti dengan ucapannya sebelum keluar dari ruangan tempat kegaduhan tadi.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Annyeong teman, terimakasih sudah mau membaca karyaku. Terus dukung aku yaa, beri Like, Love, Vote, dan Hadiahnya yaa.. 😊


Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2