
Setelah rapat membahas skandal yang Cindy lakukan. Akhirnya keputusannya adalah memberhentikan Cindy dari Univ. Cindy sangat marah, dia begitu membenci Zeline. Menurut nya semua kemalangan dia adalah ulah Zeline.
Cindy bergegas untuk pulang, sepanjang jalan menuju tempat parkir banyak sekali yang menggunjingkan dia secara terang-terangan. Cindy terpaki ketika sampai di depan mobilnya. Wajahnya berubah merah padam dengan gigi bergemeletuk geram. Bagaimana tidak, dia melihat mobilnya yang banyak coretan tulisan hinaan untuknya dan ada sampah di bagian depan mobilnya.
“Sialan kalian semua” geram Cindy.
“Eh ada b***h nih, udah mau maen ya. Gak tahan pasti” ejek mantan teman Cindy.
“Kalian yang lakuin ini” geram Cindy.
“Kalo nulis sih bukan kita, tapi kita memperindah doang dengan kasih itu” ucap mereka dengan menunjuk kearah sampah.
“Bye skandal maker~” lanjut mereka kemudian berlalu pergi.
“Sialan. Sialan !” umpat Cindy marah, menendang kasar semua sampah itu kemudian masuk kedalam mobil dan mengendarainya keluar dari kampus menuju rumah.
Sampai di rumah Cindy berlalu menuju kamarnya tapi belum sampai kamar dia mendengar teriakan Papanya.
“CINDY” teriak Papa Cindy.
“Apa sih Pa” ucap Cindy malas.
Plak
Tamparan langsung mendarat di pipi Cindy saat Papanya sudah berada di depannya.
__ADS_1
“Pa sabar Pa, tenang. Dia juga anak Papa” ucap Mama Cindy cemas melihat kemarahan sang suami.
“Ini akibat kamu gak tegas ke dia, jadi gini sekarang” ucap Papa Cindy ketus.
Mama Cindy hanya diam menunduk, dia tak bisa berbuat apa-apa karena dia pun sama kecewanya.
“Gak tau malu kamu ! Siapa laki-laki yang di foto itu Cindy !” ucap Papa nya marah.
Sedangkan Cindy hanya diam setelah menerima tamparan dari sang Papa. Dalam hati dia terus mengutuk Zeline atas semua kejadian ini.
“Kenapa kamu gak jawab Hah !” hardik Papa Cindy.
“Bisa-bisa nya kamu jadi simpanan lelaki beristri. Bodoh kamu Cindy !” gelegar suara Papa Cindy.
“Cindy, Mama kecewa sama kamu nak. Bagaimana kamu bisa berbuat begitu nak” lirih Mamanya sedih.
“Ma, aku sama dia saling mencintai” ucap Cindy membela.
“Sekarang Papa juga tiba-tiba di turunkan dari Jabatan di Yayasan, dan secara bersamaan MX Group menjadi donatur terbesar untuk Univ. Kamu cari masalah apa dengan MX Group” lanjutnya.
“Pa, Papa kan Direktur salah satu perusahaan MX Group, gak jadi ketua Yayasan uang juga masih banyak” jawab Cindy.
“Cindy, bicara yang sopan pada Papa mu !” hardik Mama nya.
“Ck. Udah deh. Cindy capek mau istirahat” ucap Cindy kemudian berjalan menuju kamar nya.
“CINDY PAPA BELUM SELESAI. DASAR ANAK GAK TAU SOPAN SANTUN” teriak Papa Cindy.
__ADS_1
“KAMU JAUHI LELAKI BERISTRI ITU. NGERTI KAMU” lanjutnya.
“Pa, tenang. Sabar Pa” ucap Mama Cindy menenangkan sambil mengusap lembut lengan suaminya.
“Kenapa dia tumbuh menjadi anak yang susah diatur” lirih Papanya kemudian duduk di kursi ruang tengah mereka.
Kedua paruh baya itu diam. Kecewa dengan anaknya dan masalah yang dia perbuat.
Sedangkan Cindy di kamarnya setelah mandi dia diam menatap dirinya di cermin.
“Zeline loe udah hancurin gue. Gue gak bakal tinggal diam Zel. Tunggu tanggal mainnya. Ck gue harus cepet cari Univ lain” monolog Cindy dengan tatapan penuh dendam.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
~Annyeong man-teman, dukung author-nim biar semangat terus yaa.. kasi Like, Love, dan bote nya untuk author-nim yaa...
Gomawo~