
2 Tahun Kemudian...
-Seoul, Korea-
Tok Tak Tok Tak
“Selamat pagi Bu Yoon, Selamat pagi Tuan kecil Yoon” sapa para pegawai pada pemilik perusahaan fashion Joie.
“Selamat pagi semua. Semangat bekerja” ucap sang pemilik sembari menggendong bayi tampan nya.
“Bu, Tuan Kim menunggu anda” langkah wanita yang menggendong bayi itu terhenti saat sekertaris nya bicara. Ia menghela nafas lelah.
“Arraseo, gomayo Jang biseo” (Baiklah, Terimakasih sekertaris Jang)
Wanita itu berlalu menuju ruangan sambil mendengarkan celotehan anak nya.
Cklek
“Ya ! (Hei) Kim Jae Wook. Sedang apa kau disini” ucap wanita itu.
“Zeline-ssi kau lama sekali” gerutu Kim.
“Apa kau pengangguran. Setiap hari kesini” cibir Zeline.
Ya, wanita tadi adalah Zeline. Setelah kejadian 2 tahun yang lalu, ia memutuskan pergi ke Negara asal ibu nya dengan bantuan sepupunya Yoon Ji Wan yang ia buat sibuk pagi buta kala itu.
Flashback On..
“Ya ! Zeline-ah. Kau tau ini masih pagi kan. Ada apa ?” kata Ji Wan ketus.
“Ji Wan oppa (Kak Ji Wan), tolong bantu aku” mohon Zeline sambil terisak.
“Kau kenapa Zel. Ada masalah apa” cemas Ji Wan karna Zeline tak pernah seperti ini.
__ADS_1
“Bantu aku pergi dari Negara ini tanpa ada yang tau bahkan kalau bisa tak ada yang bisa melacak ku. Ku mohon” pinta Zeline terdengar putus asa.
“Zel ceritakan ada apa ?” cecar Ji Wan.
“Nanti kalo aku sampai sana akan ku ceritakan semua”
“Baiklah. Aku akan mengirim jet pribadi kesana”
“Tidak, itu terlalu lama. Carikan cara lain”
“Oke. Kebetulan aku kenal dengan salah satu pemilik perusahaan maskapai penerbangan di sana. Akan ku coba booking kan 1 pesawat untuk mu. Tunggulah Zel”
“Emm.. gomawo oppa (Terimakasih Kak)”
Zeline mengakhiri panggilan dengan kakak sepupunya. Ia menunggu kabar selanjutnya. Tak lama ada seorang dari maskapai penerbangan yang menghampirinya dan berucap jika ia di tugaskan untuk melayani dirinya atas suruhan pemilik perusahaan maskapai tersebut. Dan saat itu juga kakak sepupunya juga menghubungi nya perihal yang sama. Begitulah situasi Zeline pergi sampai ia tak bisa terlacak siapa pun.
Sampai di Korea pun ia di cecar berbagai pertanyaan saat kakak sepupunya menjemputnya. Mau tak mau Zeline menceritakan semua masalah yang mengakibatkan dirinya pergi. Sempat juga kakak sepupunya geram dan marah, tapi Zeline berusaha menenangkan dan mewanti-wanti untuk tak ikut campur dan gampang menilai buruk suaminya.
Setelah semua itu pun, hari-hari Zeline habiskan dengan membangun bisnis butiknya di bantu sang kakak sepupu, sampai brand nya bisa layak di perhitungkan dan terkenal di Negeri Ginseng. Ia juga tak melihat atau mendengar kabar dari Negara asal nya. Zeline memfokuskan dirinya pada bisnis dan kesayangan yang semakin tumbuh di perutnya.
Dan Selama dia di Korea pun dia mendapatkan dua teman baik beda profesi dengan nya. Tapi mereka saling mengerti dan meskipun di sibukkan dengan urusan masing-masing mereka masih saling support. Bahkan saat Zeline melahirkan pun mereka yang selalu bergantian stand by untuk nya selain dari keluarga ibu nya juga.
Mereka juga sama-sama membantu mengurus bayi Zeline jika ia sedang amat sibuk. Tapi selama ini, sesibuk apapun Zeline ia tak pernah melewatkan sedikit pun waktu bersama kesayangan nya, Darren Zean Maxwell. Buah cintanya bersama pria yang ia cintai sampai saat ini, yang mungkin sekarang pria itu sudah menceraikannya dan hidup bahagia dengan mantan sahabat nya, pikir Zeline.
Flashback Off..
“Ck. Aku kan mau nengokin anak ku yang tampan” kata Jae Wook mengaku-ngaku. Ia lantas mengambil alih baby Arren dari gendongan ibu nya yang di sambut dengan sumringah dari bayi itu sendiri. Berkali-kali pula Zeline melayangkan protes pada pria itu, namun tak pernah pria itu gubris. Bukan tanpa alasan Zeline begitu, karna mereka pernah beberapa kali tertangkap kamera gosip yang akhirnya menjadi santapan publik tentang siapa wanita dan anak yang selalu dekat dengan Jae Wook. Bahkan ada yang tak terima jika actor kebanggaan nya menjalin kasih dengan wanita ber anak satu. Membuat Zeline pusing, untung setiap berita itu publish wajah Zeline dan anak nya selalu di blur. Entahlah mungkin management Jae Wook yang selalu mengurus nya.
“Jangan ngaku-ngaku. Nanti kamu gak laku loh Jae Wook-ssi” ledek Zeline sembari duduk di kursi kerja nya. Membiarkan anak nya bermain dengan samchon (Paman) nya.
“Ya kalo aku gak laku, kamu lah yang harus tanggung jawab” sahut Jae Wook sembari bergurau dengan baby Arren yang terlihat sangat nyaman dengan nya.
__ADS_1
“Ck. Masa actor kenamaan Seoul yang banyak di idola kan anak muda suka nya sama janda anak 1. Gak elite dong” goda Zeline.
“Ya gak papa kalo itu kamu aku mau. Sangat sangat mau bahkan. Mana ada yang nolak janda cantik dan baik hati kayak kamu” kata Jae Wook sambil menatap Zeline dalam, seolah ia ingin Zeline tau bahwa ia serius dengan ucapan nya.
Mendengar itu Zeline pun diam membisu. Ia tau bagaimana perasaan Jae Wook padanya, bahkan Jae Wook pernah menyatakn nya dan berakhir dia tolak. Akan tetapi Jae Wook seperti tak pernah menyerah, dalam setiap kesempatan Jae Wook selalu menyelipkan pernyataan perasaan nya. Entah dalam suara yang serius atau pun yang di selingi candaan. Sesaat suasana menjadi canggung bagi Zeline, tapi sebisa mungkin Zeline mengalihkan nya. Ia berdehem sekali dan berucap.
“Kau ini. Liat. Darren sampai terdiam dengan ekspresi seperti akan menangis karna kau berhenti bermain dengan dia”
“Ah. Darren memang sama seperi eomma (Ibu) nya. Bisa mengalihkan perhatian” kata Jae Wook menyindir kembali bergurau dengan baby Arren.
“Baiklah sekarang biarkan aku bekerja sebentar. Karna kamu pengangguran kamu tak akan tau rasa ini. Setelah itu kita pergi ke cafe biasa. Oke Jae Wook-ssi” ucap Zeline di buat sopan.
“Aku bukan pengangguran Yoon Zeline. Hanya liburan sebelum drama terbaruku di mulai. Oke” protes Jae Wook tak terima.
Zeline hanya mengangguk-angguk sembari terkekeh geli mendengar protesan teman baik nya ini. Ia kembali memfokuskan dirinya dengan beberapa pekerjaan. Banyak client yang berencana berbisnis dengan nya dan ada juga yang ingin di buatkan gaun satuan. Desain Zeline memang banyak di gandrungi, dari kalangan biasa sampai yang kelas atas. Memang Zeline mematok beberapa bajunya dengan harga yang bisa di jangkau kalangan biasa.
Setelah semua selesai, Zeline mengajak Jae Wook untuk berangkat ke cafe teman baik mereka satunya. Mereka bertiga berjalan beriringan bersama dengan Darren dalam gendongan Jae Wook. Yang menatap pasti setuju jika mereka bertiga layak nya terlihat seperti keluarga bahagia.
.
.
.
Nb : Percakapan nya di seolah-olah kan sesuai tempat ya.
.
.
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️
__ADS_1