Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
80. Pertemuan


__ADS_3

~ Annyeong chinguya... Author-nim kembali update nih. Tapi mon maap yaa kalau slow update. Soalnya si bayik masih belum sembuh benar. Jadi kalo ada waktu melipir sedikit, author-nim ngetik bab baru buat update. Mon maap dulu yaa.. btw semoga suka update an ini ❤️


Pukul 9 waktu Korea, Damian sudah duduk manis di mansion keluarga Zeline, tepatnya mansion kakek dan nenek nya. Sedangkan Zeline sudah sedari tadi sampai di sana karna ia pun juga harus memberitahu dan memberi pengertian kepada anggota mansion tentang maksud kedatangan Damian.


Sebenarnya kakak sepupu Zeline, Yoon Ji Wan tidak setuju, ia masih kesal dengan kejadian yang menimpa rumah tangga adik sepupu perempuannya itu. Namun dia mengalah karna mendapat titah tegas dari kakek mereka.


“Jadi, kedatangan mu kesini untuk menjelaskan masalah 2 tahun yang lalu kan. Coba jelaskan sekarang” kata Ji Wan tegas


“Yoon Ji Wan” panggil kakek menekan.


Ji Wan langsung mengubah nada bicaranya.


“Ekhem, jelaskan apa yang perlu kau jelaskan” ulang nya.


“Kakek, nenek, dan kakak sepupu. Saya sangat meminta maaf dengan masalah 2 tahun lalu yang mengakibatkan Zeline pergi dari sisi saya. Tapi saya bersumpah, saya tak pernah mengkhianati Zeline, sedikitpun tak pernah terlintas pemikiran seperti itu. Saya akan menjelaskan semua nya di depan Zeline dan kalian. Karena menurut saya ini hanya kesalahpahaman. Entah kalau menurut kalian apa setelah saya menceritakan detailnya” ujar Damian yang kemudian menceritakan masalah 2 tahun lalu.


Mereka pun mendengarkan penjelasan Damian. Bahkan Zeline sampai tak kuasa menahan air matanya. Betapa tega dan jahatnya orang yang selama ini ia anggap sahabat terbaik. Bagaimana bisa seorang sahabat sampai tega membuat rumah tangga sahabatnya yang lain hancur. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah fakta jika Damian masihlah suaminya, betapa berdosa nya dia meninggalkan tugasnya sebagai seorang istri selama ini.


“Begitulah ceritanya, bahkan sampai kedua mertua saya sering sedih karena tak tau dimana putri kesayangan mereka berada. Bahkan sampai abang ipar saya terkadang sedih jika mengingat adik kesayangan nya” sambung Damian.


Zeline bertambah menangis tersedu mendengar penuturan Damian. Dengan sigap Ji Wan memeluk adik sepupu nya itu, dan Damian yang melihatnya di buat melotot tak percaya. Seakan dengan cepat api kecemburuan melesak memenuhi jiwanya. Ia pun berdehem keras agak kedua sepupu yang saling berpelukan itu tersadar. Namun nampaknya aksi Damian tak berpengaruh pada mereka. Sontak saja Damian berdecak kesal dan berucap.


“Maaf Hyung (panggilan kakak untuk sesama lelaki) bisakah kau lepaskan pelukan mu dari istriku” ucap Damian jujur.


“Eh. Mengapa ? Dia adik sepupuku” sahut Ji Wan.


“Tapi dia istriku. 2 Tahun aku tak memeluknya, bagaimana bisa Hyung dengan gampang nya memeluk nya”

__ADS_1


“Selama 2 tahun pun jika dia menangis sedih aku yang selalu memeluknya. Lagian juga belum tentu dia mau di pelukmu lagi” sindir Ji Wan.


Sudah bisa di pastikan api kecemburuan Damian meningkat drastis bahkan di tambah dengan kejengkelan nya terhadap kakak sepupu istri nya itu. Wajah nya bahkan langsung menajam dan berubah dingin.


“Dia masih istriku. Jadi aku berhak terhadap nya” ucap Damian tajam.


“Ya kalau dia masih mau menjadi istrimu” ceplos Ji Wan. Sontak kedua mata tajam Damian melotot kesal.


“Sudah.. sudah jangan berdebat” sahut nenek Zeline menengahi. Sedari tadi pasangan lansia itu di buat terkekeh dengan perdebatan 2 pria dewasa itu. Seolah itu adalah hiburan menyenangkan bagi mereka berdua.


Sedangkan Damian menggerutu di dalam hati. Jika bukan karena ada 2 tetua di sana, sudah di pastikan ia akan menarik istri nya dari dekapan kakak sepupu yang menyebalkan itu.


“Sudah lah hentikan tingkah kalian. Kalian sudah dewasa” itu suara Zeline yang sudah kembali tenang dengan melerai pelukan nya dari Ji Wan. Damian tersenyum senang akhirnya.


“Kau sudah baikan Zeline-ah. Gwenchana ? (Tak apa)” tutur Ji Wan


Saat Damian ingin berbicara pada istrinya, dari arah dalam terdengar ocehan kecil serta suara kaki berlari menuju ruang tamu tempat berkumpulnya mereka.


“ma..ma..eom..” terdengar suara anak kecil itu.


“Emm Darren-ah” sahut Zeline lembut.


Kaki mungil itu melangkah dan mencoba menggapai untuk duduk di pangkuan ibunya. Dengan sigap Zeline menggendong anaknya, memposisikan duduk di pangkuan nya. Damian memperhatikan setiap gerak kecil di depan nya. Matanya kembali berembun, ada rasa rindu dan bahagia di kedua bola matanya dan itu dapat Zeline lihat saat Damian melihat dirinya dan anak mereka yang ada di pangkuan Zeline.


“Sa-sayang. Siapa nama nya” tanya Damian.


“Darren. Darren Zean Maxwell. Aku menyematkan margamu di belakang namanya. Dan nama Korea nya Yoon Darren” jawab Zeline.

__ADS_1


“Sudah seharusnya kamu menyematkan margaku padanya sayang, tak perlu dapat izinku untuk menyematkan nama margaku di belakang nama anak kita” ucap Damian.


“Bolehkan aku menggendong nya”


“Tentu. Darren-ah mau kah kau duduk bersama abeoji (ayah)” pinta Zeline pada anak laki-lakinya.


Anak berusia hampir 2 tahun itu memgedipkan matanya berkali-kali kemudian menoleh kearah Damian. Tatapan nya yang tajam menelisik Damian.


‘Memang dia hasil benihku. Lihatlah matanya yang tajam itu. Seolah hendak mengintimidasi ku. Lucu sekali’ batin Damian.


“Nak, kemarilah. Em ?” bujuk Damian.


Anak itu kembali memandang ibunya, mencari persetujuan. Zeline tersenyum dan mengangguk kearah Darren.


Darren segera turun dari pangkuan ibunya dan berlari kecil kearah Damian duduk. Dengan sigap dan cepat, Damian mengangkat anak itu dan memeluknya erat. Damian sangat bahagia dengan pertemuan ini. Setelah 2 tahun, akhirnya hari ini pun tiba untuknya. Dalam hati ia sangat bersyukur, lebih bahagia dan seakan hidupnya yang sempat datar sepama 2 tahun krmbali bergejolak dengan pertemuan nya dengan istri dan putra kebanggan nya.


.


.


.


.


.


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊

__ADS_1


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2