Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
58. Orang Sirik


__ADS_3

Sinar matahari merangkak naik menunjukkan cahaya nya. Setiap orang mulai dengan kesibukan nya, tapi tak berlaku pada dua insan yang tengah terlelap damai sambil berpelukan. Mereka berdua seolah enggan membuka mata nya. Sampai pada handphone salah satu dari mereka yang terus berdering, yang mau tak mau membuat tangan kekar langsung menyambarnya.


“Halo” ucap Damian dengan suara serak bangun tidur.


Ia mulai membuka matanya dengan handphone berada di telinga nya dan mata nya yang menatap penuh cinta wanita di depan nya. Ya, wanita. Bukan kah istrinya itu sudah bukan gadis lagi setelah malam panas pertama mereka kan ?


“Gak kerja loe” sambar seseorang di seberang sana


Damian pun melihat jam yang bertengger di nakasnya. Ah rupanya sudah terlambat dia untuk ngantor.


“Kalo sampe jam segini gue gak ke kantor, ya berarti gue libur lah Ars” ceplos Damian.


Zeline yang mendengar suara suaminya pun seketika mulai mengerjapkan matanya. Ia merasa pusing, mungkin efek alkohol kemarin.


“Morning sayang” sapa Damian saat istrinya membuka lebar mata nya. Zeline tersenyum manis menjawabnya.


Sedangkan pria di seberang sana bergidik geli mendengar suara sok lembut dari sahabatnya itu.


“Salah obat loe” cibir Ars.


“Ck. Bukan buat loe. Buat bidadari gue yang baru bangun. Ngerti” sewot Damian.


Zeline bertanya siapa yang menelpon suainya tanpa suara.


“Ars. Sayang” jawab Damian. Lagi-lagi membuat orang di seberang sana salah paham.


“Jijik gue” ucap Ars geli.


“Jawab aja loe. Orang gue ngomong sama istri gue juga” sembur Damian.


“Ya tau kondisi dong. Loe kan lagi gue telpon” sembur Ars balik.


“Telpon ya telpon aja. Prioritas gue kan istri yang di hadapan gue sekarang” ujar Damian.

__ADS_1


“Ya nanti kek kalo mau adegan manis-manis nya setelah selesai telpon sama gue” sewot Ars.


“Ya suka-suka gue dong” jawab Damian enteng.


Zeline hanya terkekeh mendengar perdebatan absurb suami dan sahabat suaminya itu. Zeline segera mendudukan tubuhnya, sialnya ia lupa atau tepatnya tak ingat jika dirinya polos di balik selimut yang menutupi nya. Langsung saja selimut itu melorot menampilkan dua gundukan indah kesukaan Damian.


“Sayang, kamu lagi godain aku ya. Hari ini aku libur loh, kita lanjutin aja cocok tanam nya” ucap Damian tersenyum nakal tanpa memikirkan nasib jomblo yang mendengarnya.


Zeline yang bingung pun menduduk ketika melihat tatapan suaminya yang menatap lekat ke bawah. Ia membola kaget dan langsung menarik selimutnya menutupi daerah yang menjadi pusat perhatian dari suaminya.


“Woy, masih pagi jangan berbuat hal tak senonoh” sembur Ars.


“Telinga suci gue” sambungnya di telpon.


“Apaan sih, suka-suka gue lah. Lagian itu bukan hal tak senonoh ya. Sah-sah aja kan gue udah nikah, punya istri ya di nikmatin lah” sembur Damian.


“Sok banget yang udah punya istri ya, sampe gak ngantor” sindir Ars.


“Gue yang punya perusahaan, gue ngantor atau engga ya santai lah. Buat apa gue punya bawahan” sahut Damian congkak.


“Ya kalo bisa kenapa engga, buat apa gue punya asisten. Kalo gak mau juga bisa reschedule meeting” ucap Damian enteng.


“Belagu banget nih orang ya” ucap Ars kesal.


“Udah Ars, loe ngabisin waktu berharga gue buat bercocok tanam. Gue gak ngantor. Kalo ada meeting yang harus gue yang dateng. Loe reschedule aja besok” ucap Damian lugas.


“Bercocok tanam mulu loe. Kebanyakan nanti semper baru tau rasa loe” cibir Ars


“Sirik aja loe bawaan nya, pengen loe denger obrolan gue sama istri gue” cibir Damian balik.


“Sialan loe. Gak sirik gue. Meskipun gue jomblo nih. Gue jomblo Platinum kali Dam” sewot Ars sembari menyombongkan kejombloan nya.


“Iya, ya.. apapun tingkat dan kualitas nya, tetep aja kan embel awal nya jom.blo” cibir Damian mengeja di akhir ucapan nya.

__ADS_1


“Sialan loe Dam” sembur Ars kesal kemudian menutup telponya.


Damian menjauhkan handphone dari telinganya sembari menggelengkan kepalanya. Ia pun meletakan handphone nya asal dan menatap istrinya yang wajahnya sedari tadi merona malu.


“Kamu lupa kejadian kemarin malam ya” ucap Damian, perlahan mendekati istrinya.


Zeline yang merasakan bahaya pun sontak memundurkan kepalanya seiring suaminya yang semakin mendekat dengan memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya.


“Jadi karna kamu lupa, mending kita reka ulang adegan semalam. Hem” ucap Damian sembari tersenyum nakal. Ia mulai menarik pelan selimut yang menutupi istrinya.


Zeline mengedipkan matanya beberapa kali. Hal itu sangat lucu dan gemas bagi Damian.


“Mas, mau apa ?” tanya Zeline pelan.


“Kan udah Mas bilang tadi. Mas mau ngingetin kamu sama adegan semalam. Mas mau reka ulang adegan nya biar kamu tau seberapa agresif nya kamu kemarin malam kalau masih gak inget” jelas Damian.


“A-apa ?” ucap Zeline gugup.


“Aku gak gi—“


Ucapan Zeline terputus kala Damian berhasil menarik cepat selimut yang menutupi tubuh istrinya di saat sang istri lengah. Ia dengan cepat langsung mengungkung istrinya, mulai mencumbunya. Jika sudah begini pasrah lah Zeline. Ia tak bisa menang melawan suaminya untuk hal ini.


Akhirnya pagi itu mereka awali dengan adegan panas bercocok tanam. Damian terus menceritakan bahkan mempraktekkan ulang bagaimana tingkah istrinya semalam. Dan Zeline, jangan di tanya. Ia hanya pasrah bercampur malu, ketika ia menuruti semua gerakan suaminya yang mengulang adegan semalam. Ia samar-samar mengingat betapa liarnya dirinya kemarin malam. Sungguh memalukan untuk nya tapi sangat menyenangkan untuk Damian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2