
Pagi hari sudah terjadi kehebohan besar di kampus. Setelah skandal Zeline, kali ini berita besar datang dari kating yang membuat keributan kemarin. Siapa lagi jika bukan Cindy.
Kemarin Damian telah mendapat informasi yang sangat rinci dari Ars. Bahkan sampai kehidupan Cindy yang jadi simpanan salah satu pengusaha muda yang baru menikah 3 Tahun lalu. Damian membuat pembalasan yang sama yang pernah Cindy lakukan. Ia langsung menyuruh Ars menyebar foto-foto yang di dapat dengan foto wajah lelaki yang di blur. Dia tak akan menyeret pengusaha muda tersebut, biarlah publik mencari tau sendiri dengan semua detail berita yang akan di publis Ars nanti.
“Sialan, siapa yang nyebar foto gue” umpat Cindy yang tengah bersembunyi di dalam bilik salah satu toilet. Teman se-genk nya menjauhi dia setelah menyebar nya skandal tentang dirinya.
“Gila si Cindy, kemarin jelekin Zeline yang kepergok ke hotel sama Pak Damian. Eh sekarang dia yang kepergok ke hotel sama pria, sayang banget si prianya di blur wajahnya” ucap seorang mahasiswi di depan bilik toilet yang di tempati Cindy.
“Iya, gak nyangka gue kalo dia sampe maen gitu. Gue tau kalo dia hobi ke Bar. Tapi kalo sampe maen gitu mah parah banget” ucap seorang lagi. Cindy diam mendengar suara yang sangat familiar untuknya.
“Sok angkuh ternyata j****g juga. Cih” cibir mereka.
Brak
Dua orang yang tengah membahas Cindy pun terkejut dengan dobrakan pintu. Cindy keluar dari bilik itu dengan wajah marah.
“HEH, LOE TUH GENK GUE, KACUNG GUE. TERNYATA GINI LOE PADA YA !” hardik Cindy marah.
“Cih, itu dulu ya. Sadar dong loe. Sekarang loe tuh jadi bahan gunjingan sekampus. Belum lagi bokap loe yang bakalan di turunin dari jabatan ketua yayasan” sarkas salah satu dari mereka
“DASAR PENJILAT LOE PADA” teriak Cindy.
“Udah deh mending sekarang loe mikirin gimana cara loe ngadepin skandal loe.” Ucap salah satu dari mereka
“Ogah banget gue temenan sama skandal m.a.k.e.r” ucap yang satunya
“Bye~” lanjut mereka, kemudian pergi meninggalkan Cindy dengan amarah memuncak.
__ADS_1
“Semua pasti karna si Zeline itu. Awas aja loe Zel” ucap Cindy penuh amarah.
Cindy berlalu keluar dari toilet ketika berpapasan dengan salah satu mahasiswa.
“Eh Cin, mau gak one night stand sama gue. Loe kan berpengalaman” ucap mahasiswa itu dengan seringai mesum
“Mati aja loe” umpat Cindy kemudian berlalu menuju tempat parkir. Mengacuhkan setiap bisikan menghina yang dia dengar. Tapi di depan perpustakaan dia bertemu dengan Zeline dan dua sahabatnya. Dia memandang benci kepada Zeline sambil menghampirinya.
“Loe kan yang lakuin semua, rendahan banget loe balesnya” hardik Cindy langsung.
Zeline hanya diam menatap cuek padanya.
“Belagu banget jadi anak konglomerat loe. Cih” hardik Cindy lagi.
“Jangan sombong loe ya !” lanjutnya.
“Gue ada kelas, mau lewat. Sebaiknya loe minggir” lanjut nya cuek.
“SIALAN LOE” teriak Cindy marah.
“Sstt.. gak usah teriak Kak sampe wajah loe merah gitu” cibir Ana mengejek. Echa hanya diam memperhatikan perdebatan mereka.
“Kalo temannya b***h pasti yang lain ju—“
Zeline tanpa basa-basi melengos melewati Cindy, tak menggubris omongan Cindy. Ana pun ikut berlalu.
“HEH GUE BELUM SELESAI SAMA LOE YA” teriak Cindy
__ADS_1
“ZELINE AWAS LOE” lanjutnya.
Echa tersenyum tipis sembari melewati Cindy, tepat di samping Cindy dia menoleh dan berbisik
“Loe emang senjata yang lemah buat lawan Zeline. Ck” cibir Echa.
“Pion gak berguna” lanjut nya lirih
Cindy menoleh wajah nya sudah merah sedari tadi menahan amarahnya.
“Apa maksud loe dasar kur—“
“Oh iya, kayaknya loe di panggil ke aula pertemuan deh. Bye~ have a nice day” sela Echa cepat kemudian melangkah meninggalkan Cindy yang sedang merasakan amarah memuncak.
“Sial. Sial. Sial.” Umpat Cindy kemudian melangkah menuju aula pertemuan. Niatnya untuk pulang batal sudah.
.
.
.
.
.
~Annyeong man-teman.. Dukung author-nim terus yaa bisar semangat update dengan kasi author-nim Like, Love, dan vote nya..
__ADS_1
Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻❤️