Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
68. Kejutan Menyakitkan


__ADS_3

Sedangkan di rumah, Zeline tak bisa tidur. Setelah Ana pulang tadi, ia menyiapkan kejutan yang ia taruh di satu kotak untuk suaminya nanti. Saking lelahnya menunggu ia sampai tak sadar tertidur.


Melihat sudah pukul 2 dini hari saat ia terjaga, tapi suaminya belum juga pulang. Ia langsung bolak-balik menelpon tapi tak aktif. Ia mulai khawatir. Ia sampai tak memperhatikan jika ada chat di handphone nya. Zeline melempar handphone nya ke ranjang, tapi teringat sekelebat seperti ada notif chat.


Zeline segera menyambar lagi handphone nya. Kening nya berkerut saat ada nomor yang tak di kenal mengirim chat. Dengan santai ia membuka nya.


Deg


Jantung Zeline serasa berhenti berdetak saat melihat foto yang di kirim nomor tak di kenal itu. Terlihat suaminya seperti tengah merangkul wanita di samping nya yang sial nya sangat Zeline kenal. Nomor itu juga mengirimkan foto suaminya yang masuk kamar hotel dan nomor tak di kenal itu menuliskan kata-kata yang membuat jantung Zeline serasa di tusuk.


From : Unknown


- Lihat tingkah suami mu. Dia bermain gila dengan sahabat mu sendiri. Kalo tak percaya silahkan datang ke hotel X suute room 1123


“Apa-apaan ini” lirih Zeline. Tubuhnya melemah. Ia hampir saja jatuh jika ia tak segera menemukan pijakan tangan untuk menopang tubuhnya.


Ia kembali menelpon suaminya dan sialnya nomor nya tetap tak aktif. Itu membuat pikiran Zeline jadi gelisah, takut apa yang di kirim seseorang tadi benar.


Lama ia berpikir, akhirnya ia memutuskan menuju hotel yang di katakan di chat tadi. Ia ingin memastikan dengan mata kepala nya sendiri. Tak perduli waktu sudah menunjukkan pukul 2.30 dini hari.


Setelah memakai coat nya. Ia segera menuju basement. Zeline menancapkan pedal nya, ia mengemudi dengan kecepatan yang ia bisa untuk segera sampai di sana. Dalam hati ia terus berdoa jika semua ini tak benar.


Sampai di hotel X ia berhenti sejenak karena terlihat ada beberapa reporter yang tengah berada di depan hotel. Ia mengerutkan dahi nya bingung. Ia pun memilih keluar dari mobil dengan memakai kacamata hitam nya dan memberikan kuncinya kepada petugas valet disana.

__ADS_1


Zeline berjalan cepat menuju lift. Ia segera memencet lantai tujuan nya. Jari jemarinya saling bertaut meremas gusar.


Ting


Zeline tergesa-gesa, bahkan langkahnya setengah berlari sambil kepalanya sesekali mengedar mencari nomor yang di chat tadi.


‘Ketemu’ batin Zeline.


Ia heran lagi, mengapa room card nya tergeletak di luar kamar. Tak ambil pusing ia segera menempelkan room card di handle nya.


Cklek


Zeline berjalan perlahan, sesekali matanya mengedar. Tubuhnya terpaku kemudian saat melihat sepatu pria dan wanita yang tergeletak sembarangan, ia melangkah lebih dalam lagi. Matanya membola saat melihat pakaian dalam wanita, dress dan handphone suaminya yang berserakan di lantai.


Nyeri di perut nya menyerang Zeline seketika. Secepat kilat tangan nya memegang perut dan satu tangan nya lagi menutup mulutnya berusaha menghalangi suara yang akan keluar dari mulutnya. Tubuhnya terpundur kebelakang saking shock nya.


Tak kuasa, sakit rasanya ia melihat pemandangan itu. Melihat suaminya yang tertidur lelap tanpa beban di sana. Zeline segera berbalik dan pergi dari sana dengan tergesa. Namun langkahnya terhenti, ia kembali mengingat kehadiran beberapa reporter di luar hotel. Di putar kembali langkahnya menuju suite room tadi. Ia lempar kartunya kedalam dan menutup pintu suite room itu. Meskipun Zeline sakit hati, marah dan kecewa dengan kejadian ini, tapi ia tak sampai hati membiarkan aib suaminya beredar dan menjadi skandal besar nanti nya.


Zeline secepatnya pulang. Ia mengendarai mobilnya pesat tapi dengan penuh kehati-hatian. Ia sadar jika ada nyawa lain yang harus ia lindungi. Buah cinta nya. Kesayangan nya yang akan menguatkan nya nanti setelah ia jauh dari orang yang ia cintai.


Ya, Zeline berpikir dan memutuskan untuk pergi dari suaminya. Sakit hati dan kecewa berat nya lah yang membulat kan keputusan Zeline.


Sampai rumah ia segera mengepak pakaian dan semua keperluan yang ia butuhkan. Semua hal penting yang ia butuhkan pun ia bawa. Setelah siap ia menggeret 2 koper nya. Ia menoleh sekilas melihat kotak lejutan untuk suaminya di nakas. Air matanya luruh lagi. Ia menyimpan cincin pernikahan nya di atas kotak tersebut. Tak ingin berlama-lama ia pun keluar setelah tadi juga sudah memesan taksi online untuknya.

__ADS_1


Keadaan rumah sepi jadi tidak ada yang tahu bahwa ia pergi. Ia juga menuliskan pesan, mengabarkan kehamilan kepada orangtua dan mertua nya. Pasti saat ini mereka masih tidur. Sekali lagi ia menoleh kebelakang sebelum memasuki taksi. Melihat rumah yang penuh suka duka nya dengan sang suami.


“Jalan Pak” ucap Zeline pada sopir taksi online.


“Bandara ya Bu”  ucap sopir taksi.


“Ya” ucap Zeline singkat.


Perjalanan ke bandara cukup lama, dan selama itu juga tak henti-hentinya nya air mata luruh di pipi nya. Dada nya terasa sesak bak di himpit batu. Gambaran terakhir suaminya selalu berputar di otak nya.


Entah bagaimana ia bisa melewati hari nya tanpa suami nya nanti. Tapi ia akan kuat demi kesayangan nya yang sedang tumbuh di rahim nya.


.


.


.


.


.


~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊

__ADS_1


Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2