Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
35. Menjelang Magang


__ADS_3

Akhir-akhir ini Zeline benar-benar disibukkan dengan persiapan magang nya, setelah seminggu yang lalu melamar di perusahaan cabang sang suami. Sekarang dia dan 2 sahabatnya mendapat panggilan untuk penempatan posisi magang mereka.


Pukul 7.00 pagi Zeline sudah bersiap setelah selesai membuatkan sarapan dan menyiapkan kebutuhan suaminya. Sedangkan Damian sekarang sedang di kamar mandi.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka, munculah Damian dengan handuk yang menutupi aset bawahnya saja. Dia berjalan sambil menggosok rambutnya yang basah.


Kemudian dia menatap istrinya wajah tak suka nya. Sedangkan yang di tatap tak sadar dan tetap memoles wajahnya di depan cermin.


“Sayang kamu mau kencan ya” sarkas Damian.


“Kerja mas,. Eh gak ding. Persiapan kerja maksudnya” seloroh Zeline.


“Kerja apa modelan gitu bajunya. Cih” decih Damian. Zeline sontak memutar badannya menatap sang suami yang tengah berpakaian.


“Kenapa sih bajunya ?” tanya Zeline bingung. Pasalnya menurutnya dia berpakaian normal untuk ke kantor dengan memakai dress putih selutut berlengan 3/4, kemudian memakai heels berwarna pink pucat.


“Ganti yang panjangan deh bajunya” ucap Damian. Ia tidak rela orang lain melihat kaki jenjang mulus istrinya di saat ia tak di samping sang istri.


“Udah gak sempet mas” tolak Zeline.


“Ganti atau kamu mau berakhir polos di ranjang seharian sama aku” ucap Damian dengan seringai mesum nya.


Zeline bergidik ngeri melihat seringai suaminya. Lebih baik dia menuruti sang suami daripada berakhir di bawah serigala buas itu.


“Iya ini ganti” sewot Zeline berlari ke walk in closet.


Tak lama dia pun keluar dengan memakai celana jeans biru dan kemeja denim biru.


“Udah ya ini udah tertutup” sewot Zeline saat melihat tatapan menilai dari sang suami. Ia pun memakai sepatu flat hitamnya. Kemudian menarik tangan suaminya sebelum sang suami mendebat penampilan nya lagi.

__ADS_1


“Ayo aku udah telat nih mas” ucapnya.


*** 


Pukul 8.00 pagi Zeline sudah berada di tempat parkir perusahaan fashion design suaminya. Ternyata 2 sahabatnya pun sudah menunggunya di depan pintu lobby.


“Ngapain gak nunggu di lobby dalem ?” tanya Zeline sembari melamgkah masuk bersama 2 sahabatnya.


“Nih udah masuk” ceplos Ana.


“Yee.. ini mah masuk barengan kita nya” sahut Zeline.


“Udah, tengkar mulu. Loe tanya gih Zel ke resepsionis nya” ucap Echa


“Bentar” kata Zeline, kemudian bertanya ke resepsionis.


Tak lama dia kembali ke tempat temannya tadi dan mengatakan bahwa mereka langsung ke lantai 5 ke bagian HRD.


***


“Jadi kalian bisa mulai magang besok sampai 3 bulan nanti ya” ucap Bu Tika selaku HRD.


“Baik Bu” jawab ketiganya kompak.


“Nanti kalian di tempatkan di bagian pembuatan desain di lantai 4 sesuai jurusan kalian, di sana juga ada 3 tim, nanti kalian akan bekerja di tim terpisah” jelas Bu Tika.


“Apa ada yang di tanyakan ?” ucap Bu Tika.


“Apakah Pak Damian akan berkunjung kesini Bu ?” tanya Echa.


Zeline dan Ana sontak menoleh heran kearah sahabat nya itu. Apa hubungannya magang mereka dengan kunjungan Pak Damian begitu pikir mereka.

__ADS_1


“Ekhem, saya tidak tahu yaa. Karna beliau selalu berada di kantor pusat. Jarang berkunjung ke perusahaan cabang yang di kelolanya” ucap Bu Tika.


“Bu, untuk pakaian kerja kita bebas kan. Apa kita juga dapat ID card perusahaan ?” tanya Zeline.


“Iya betul, jam kerja adalah jam 9.00 sampai jam 17.00. Untuk ID Card besok saat kalian pertama magang.” Terang Bu Tika.


Mereka bertiga mengangguk paham. Setelah tidak ada pertanyaan lagi, mereka di persilahkan pulang dan memulai magang besok.


.


.


.


.


.


.


~Annyeong teman, kalau suka tolong beri dukungan dengan cara Like, Love, Vote, dan Hadiahnya yaa..


Gomawo~ 🙏🏻🙏🏻❤️


.


.


By the way, author-nim mau update visual, tapi masih bingung. Nanti deh, moga kalian suka dengan para visual dari author-nim.


__ADS_1


Sementara, visual mbak Zeline dulu yaa yang sering nongol. Nih yang di suruh ganti baju sama ayang suaminya 🤭


__ADS_2