
Sedangkan di ruangan pemilik Cafe and Resto, sedang ada 4 manusia yang diantaranya 2 wanita dan 2 pria yang berbeda umur. Ketiga orang tampak membicarakan hal yang serius, di lihat dari raut wajah seorang wanita yang tampak gusar.
“Ayolah Zeline-ah, mau kah kau mengisi perform untuk siang ini saja” mohon Go Hye Shin yang merupakan salah satu teman baik Zeline selama di Korea dan juga pemilik usaha Cafe dan Resto tempat mereka berdiskusi sekarang.
Ya, hari ini penyanyi yang biasa perform di tempat nya mendadak tak masuk karna ada kepentingan pribadi. Membuat Hye Shin kalang kabut di buatnya. Memang juga sesekali Zeline perform di tempat nya hanya saat ia ingin saja dan waktunya pun malam, buka siang hari bolong begini.
Semenjak 2 tahun yang lalu Zeline memang selalu menyalurkan kesenangan terbaru nya yaitu menyanyi di kala ia penat dengan kesibukan membangun perusahaan fashion nya dan juga di kala ia merindu pada pria yang amat di cintai nya.
“Tapi jangan dengan dia” sahut Zeline dengan menunjuk Jae Wook yang sedang memangku Darren. Sesekali keduanya bercanda gurau.
“Memang ada apa ? Mengapa kau keberatan. Biasanya juga aku menemanimu” protes Jae Wook
“Sekarang beda. Kamu kan lagi ada Drama baru. Bisa ribet kalo kamu ketangkep gosip lagi” sergah Zeline.
“Kamu lupa aku siapa Zeline-ah ?” tanya Jae Wook sok berlagak.
Zeline dan Hye Shin kompak mendesah malas. Seakan sudah lelah dengan sifat narsis teman nya satu ini.
“Oh ayolah, kalian kan tau siapa pengusaha di bidang industri hiburan yang sangat populer dan berkuasa bukan” sambung Jae Wook lagi.
“Ya ya kami tau itu adalah ayahmu Jae Wook-ssi, bukan kamu. Oke” cibir Zeline jengah.
“Kau selalu menjatuhkan ku Zeline-ah. Hah, tapi aku tak bisa membalas mu” gerutu Jae Wook.
“Silahkan juga jika kau ingin membalas Jae Wook-ah” kata Zeline enteng.
“Tak bisa. Aku tak bisa menyakitimu Zeline-ah, apalagi anak kita” tutur Jae Wook. Membuat Zeline benar-benar jengah.
“Ya ! Ya ! Dia mulai lagi. Sudahlah sudah” ucap malas Hye Shin.
“Zeline-ah. Jebal ! (Tolong) “ ucap Hye Shin lagi.
__ADS_1
“Arraseo. Arraseo (Baiklah. Baiklah) “ kata Zeline akhirnya mengalah.
“Bersama dengan ku Zeline-ah ?” ucap Jae Wook berbinar.
“Shireo ! (Tidak mau) “ sahut Zeline ketus.
“Kim Jae Wook. Sudah lah diam. Aku sudah susah payah merayu nya” kali ini Hye Shin yang berucap.
Jae Wook hanya menggerutu kesal tapi ketika berhadapan dengan wajah tampan Darren ia seolah dengan cepat memakai topeng sok manis nya.
Tok tok tok
“Masuk” ucap Hye Shin.
Cklek
Masuklah pegawai Hye Shin kedalam.
“Aku ikut” sahut Jae Wook cepat, ia ikut berdiri sembari menyambar Darren ke dalam gendongan nya.
“Pakai masker mu Jae Wook-ah” peringat Zeline. Ia mengambil alih Darren dari Jae Wook. Pun juga dengan Jae Wook yang langsung memakai masker nya, setelah itu kembali mengambil Darren yang berada dalam gendongan ibu nya.
“Gomawo (Terimakasih) Zeline-ah” teriak Hye Shin saat Zeline dan Jae Wook serta Darren melangkah keluar. Zeline hanya melambaikan tangan sebagai respon nya.
“Ada apa ?” Hye Shin merubah atensi nya, menghadap kearah dimana pegawainya berdiri.
“Sajangnim (Bos) , di VIP 3 ada yang ingin bertemu dengan anda” ucap pegawai tersebut.
“Na (aku) ? Nugu (siapa) ?” tanya Hye Shin beruntun.
“Beliau bilang jika teman anda sewaktu kuliah. Nama nya Hyun Soo Ho” jawab pegawai tersebut
__ADS_1
Seketika kedua bola mata Hye Shin melebar.
“Hyun Soo Ho pewaris H Group maksud mu ?” tanya nya lagi yang di jawab anggukan oleh pegawai nya.
“Untuk apa si menyebalkan itu kesini. Mau makan gratis apa dengan bilang kalau aku teman nya. Cih” gerutu Hye Shin
Pegawai nya hanya diam mendengar gerutuan Bos nya itu.
“Arraseo (Baiklah) . Setelah ini aku akan menemui nya. Lanjutkan saja pekerjaan mu” sahut Hye Shin kemudian.
Pelayan tersebut pun keluar dari ruangan Bos nya.
...🌺🌺🌺...
Sementara di ruangan VIP 3..
Ke empat pria dewasa tengah serius membahas proyek baru mereka, saat Damian yang tengah fokus mendengar masukan Soo Ho ia melihat sekelebat orang yang tak asing baginya. Tempat duduk Damian yang menghadap pintu dan juga pintu itu tak tertutup sempurna membuatnya bisa sedikit melihat orang yang berlalu lalang di luar sana. Sempat ia tertegun melihatnya, namun sesegera mungkin ia mengenyahkan pemikiran nya.
‘Apakah dia ? Tak mungkin dia. Ah seperti nya aku terlalu bekerja keras akhir-akhir ini sehingga aku jadi berhalusinasi begini. Sadarlah Dam. Tak mungkin dia disini, kau pernah menanyakan hal ini. Fokuslah’ kata batin Damian
.
.
.
.
.
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
__ADS_1
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️