Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
36. Ana Curiga


__ADS_3

Echa diam di depan mobilnya yang masih berada di parkiran perusahaan tempat magang mereka. Sedangkan Zeline sudah pergi lebih dulu setelah mendapat telpon dari suaminya yang memintanya datang ke kantor. Ia yang sedang menunggu Ana ke toilet di kagetkan dengan dering handphone nya. Dia langsung mengangkat panggilan tersebut.


“Halo”


“...”


“Ck. Iya gue tau. Skandal kemaren juga gak mempan, mintak di bayar loe !”


“...”


“Jangan coba-coba bongkar semuanya”


“...”


“Iya gue bayar nanti”


“...”


“Gue ada kerjaan buat loe”


“...”


“Gue gak nyerah, karna Damian harusnya milik gue”


“...”


“Hmm. Jangan hubungi gue kalo bukan gue yang duluan”


Setelah itu Echa menutup panggilan itu, tak menyadari jika di belakangnya ada Ana yang berdiri tertegun.


Ana memang sering menumpang mobil Echa, selain dia yang kadang malas menyetir sendiri, kebetulan rumah mereka satu komplek perumahan.


Ketika Echa membalikkan badannya dia terkejut melihat Ana yang berdiri di depannya.

__ADS_1


“Loe telponan sama siapa ?” tanya Ana menyidik. Karena dia jelas dengar Echa yang menyebutkan ‘Skandal dan juga Damian miliknya’. Jangan sampai apa yang dia pikirkan itu benar.


“Bukan siapa-siapa” jawab Echa sedikit gugup


“Gue denger loe nyebut nama Damian. Ko namanya hampir sama kayak Pak Damian suaminya Zeline ya” pancing Ana. Ia ingin memastikan kecurigaannya. Ana merasa setelah Zeline menikah, Echa menjadi berubah tak seperti biasanya.


“Gak ada nyebut nama Damian gue” sahut Echa menghindari tatapan Ana.


“Abisnya jelas banget dengernya ‘Gue gak nyerah. Karna Damian harusnya milik gue’ gitu” ucap Ana menirukan apa yang ia dengar sedari tadi Echa bertelepon dengan seseorang.


Echa di buat gugup dengan penuturan Ana. Dia bergerak gelisah. Dan semua itu tak luput dari penglihatan Ana. Ana belum menyinggung masalah skandal yang ia dengar tadi saja, reaksi Echa kentara begini.


Bukannya Ana ingin mencurigai sahabat nya itu. Akan tetapi mengamati perubahan Echa, sikap Echa yang seperti tak suka dengan Zeline semenjak dia menikah. Apalagi saat skandal tiba-tiba Zeline tempo lalu, Echa seolah biasa saja tak peduli.


“Cha, loe gak lagi nyembunyiin suatu hal dari gue dan Zeline kan ?” selidik Ana.


“Apaan sih An. Gak nyambung deh” kesal Echa


“Mending kita pulang deh” lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


“Apaan sih An, lepasin gak” bentak Echa.


“Loe berubah deh Cha. Kenapa ? Loe gak pernah sedikitpun bentak gue sama Zeline” cecar Ana.


“Gak nyambung loe, ayo cepet deh, gue ada perlu nih” sahut Echa malas.


“Ketemu temen loe buat rencana skandal ya ?” tanya Ana menyindir.


“Maksud loe apaan hah” sengak Echa.


“Gue belum tanya tentang ucapan loe yang bilang ‘Skandal kemarin gak mempan’. Apa maksudnya” selidik Ana.


“Telinga loe aja yang lagi bermasalah, udah deh pulang ayo.” Kilah Echa, berjalan cepat kearah pintu kemudi mobilnya.

__ADS_1


Ana diam tertegun, pikiran nya kalut. Dia takut kecurigaan yang menari di pikirannya itu menjadi kebenaran nantinya.


Tin tin


Ana terlonjak kaget di tengah berpikir nya.


“Masuk gak loe, atau gue tinggal nih ya” ucap Echa keras di dalam mobil.


“Loe belum jawab semua pertanyaan gue Echa” sahut Ana jengkel saat sudah mendaratkan bokongnya di kursi penumpang sebelah Echa.


“Gak mutu pertanyaan loe” ceplos Echa kemudian menjalankan mobilnya keluar dari area perusahaan ke tempat tujuan mereka.


‘Gue bakal cari tau semua.’


‘Gue tau loe sembunyiin banyak rahasia dari gue maupun Zeline.’


‘Astaga.. Jangan sampe asumsi gue ini beneran’ ucap batin Ana sesekali melihat sahabatnya yang sedang fokus menyetir.


.


.


.


.


.


.


.


~Annyeong teman, mohon semangati author-nim yaa dengan kasi Like, Love, Vote dan Hadiahnya yaa..

__ADS_1


Gomawo~


__ADS_2