
Ars berjalan cepat ke ruang Damian. Ia ingin segera menyampaikan berita yang ia dengar. Ia berlalu begitu saja tanpa melihat sekertaris centil yang sedang melirik sinis padanya.
Brak
“Dam, urgent” ucap Ars setelah pintu terbuka lebar yang membuat Damian terkejut.
“Apaan sih” sungut Damian. Ia sedang sibuk-sibuknya membaca berkas yang menumpuk.
“Ini masalah nama baik loe” sontak dahi Damian berkerut dalam.
“Tadi gue di hubungi Bu Tika, katanya ada berita heboh di perusahaan” ujar Ars.
“Berita apaan sih, kalo gak penting gue potong gaji loe ya karna ganggu ketenangan gue dalam bekerja” ucap Damian.
“Penting ini mah Dam. Ini tentang berita loe yang katanya pacaran sama Echa” ujar Ars.
“Maksud loe apaan Ars” ucap Damian terkejut.
“Siapa yang buat berita halu gitu” sambungnya.
“Ya.. siapa lagi. Katanya liat foto kalian di sosmed nya sohib istri loe” ceplos Ars.
“Mantan sohib istri gue ya Ars” sungut Damian tak terima
“Ya itulah pokoknya, terus gue udah cek emang bener ada foto loe berdua sama si Echa. Foto candid dari samping sih. Emang bener ya” kepo Ars. Damian mencebik kesal.
“Ngapain juga gue foto sama dia. Ck. Kalo kayak gini gue harus ke perusahaan cabang. Ogah banget image gue di jelekin sama si Echa” gerutu Damian pelan.
Damian berdiri dan mengambil jas yang ia sampirkan di gantungan belakang nya.
“Mau kemana Dam ?” tanya Ars.
“Ya mau ke sana lah, mau tepis berita halu itu. Ogah banget bikin gosip gue” ucap Damian.
“Ah. Oke. Ayo” ucap Ars.
“Bella, cancel jadwal saya hari ini. Saya ada perlu penting” ucap Damian tepat di depan meja Bella.
“Ah, iya. Bapak mau kemana ?” tanya Bella penasaran.
“Kamu hanya perlu mengurus urusan saya di kantor” ucap Damian dingin.
“B-baik Pak” gugup Bella.
“Ceh..” Ars berdecih remeh kearah Bella. Membuat Bella melotot kesal kearahnya. Ia suka kesal jika berhadapan dengan asisten pribadi Bos idamannya itu.
Damian dan Ars kembali melangkah keluar perusahaan, menuju perusahaan cabangnya.
***
20 menit, Damian dan Ars sampai di perusahaan cabang. Semua karyawan terkejut mendapati kehadiran pemilik perusahaan itu, pasalnya Damian memang jarang ke sana.
“Ars bilang kepada manajer untuk mengumpulkan seluruh karyawan” titah Damian tegas.
“Baik Pak” jawab Ars.
Sedangkan Damian menuju lift khusus CEO.
__ADS_1
Ting
Damian berjalan cepat masuk kedalam ruangannya. Ia langsung merogoh saku celananya mengambil benda pipih di dalam sana. Secepat kilat menghubungi istrinya.
Tut..Tut..Tut..
Sedangkan Zeline yang tengah fokus dengan pekerjaan nya langsung teralihkan saat mendengar dering ponselnya. Ia melihat nama yang menelponnya, seketika ia berdiri berjalan menjauh dari para seniornya.
“Halo” ucap seseorang di seberang sana yang seketika membuat Damian tersenyum simpul. Ia begitu menyukai suara lembut tersebut.
“Sayang~” ucap Damian manja.
“Ada apa ?” tanya Zeline
“Kamu gak papa ?” tanya balik Damian.
“Emang aku bisa kenapa” ucap Zeline bingung.
“Kamu ke ruangan ku gih, aku ada di perusahaan kamu sekarang” perintah Damian
“Hah, tap—“
Tut tut..
Panggilan langsung di tutup oleh Damian. Zeline melihat layar handphone nya sambil berdecak sebal. Ia pun berjalan keluar ruangannya. Tapi suara berat seseorang menghentikan langkahnya.
“Mau kemana Zel ?” tanya Bima.
“Eh, ke toilet Kak” sahut Zeline. Bima hanya ber-oh ria. Tapi dalam hati nya ada sesuatu yang mengganjal dari gelagat Zeline setelah menerima telpon barusan.
“Masuk” ucap Damian, mendengar seseorang mengetuk pintu ruangan nya.
Cklek
“Mas” sapa Zeline.
“Ada apa ?” sambungnya bertanya.
“Sayang, sini” ucap Damian sembari menepuk paha nya. Mengisyaratkan agar istrinya duduk di pangkuannya.
“Ini di kantor mas, malu tau” peringat Zeline.
“Sini cepetan” sahut Damian tak menggubris.
“Ck. Iya” Zeline mendekat pada suaminya. Damian yang tak sabar langsung menarik tangan Zeline hingga tubuh Zeline jatuh terduduk di pangkuannya.
“Sayang, sumpah aku gak tau foto yang di upload Echa” jelas Damian.
“Eh, aku aja gak liat fotonya loh. Emang foto apaan ?” tanya Zeline.
“Aku juga gak tau kapan dia ambilnya, kayak nya kalo aku gk salah inget pas dulu dia sama Papa nya dateng kerja sama deh. Emang aku sempet bicara sama dia” ingat Damian.
“Ah gitu, terus kamu kesini ngapain ?” tanya Zeline
“Mau apa lagi, ya klarifikasi lah” ungkap Damian.
__ADS_1
“Awas ya kalo bongkar identitas aku...” ucap Zeline menjeda. Ia merapatkan tubuhnya kepada suaminya. Pipinya bersentuhan dengan pipi Damian, bibirnya bersentuhan dengan telinga Damian.
Damian berdesir saat istrinya berlaku demikian. Dia bisa merasakan hembusan nafas istrinya menerpa belakang telinganya, dan bibir itu yang entah sengaja atau tidak menyentuh daun telinganya.
“... Gak akan aku kasih jatah seminggu” ancam Zeline. Kemudian sedikit mendesah lirih di telinga suaminya.
“Sayang jangan gitu” serak Damian. Sungguh Damian seakan ingin langsung mengungkung istrinya itu. Berani sekali menggodanya.
“Paham kan Mas” ucap Zeline lembut setelah menjauhkan kepalanya dari dekat suaminya.
“Iya. Iya. Paham. Gak ada yang lain apa ngancem nya” sewot Damian.
“Ya kan ak—“
Tririring..
Handphone Zeline berbunyi, ia melihat nya dan segera mengangkat saat tertera nama Bima di layar.
“Halo” ucap Zeline.
“Siapa” ucap Damian tanpa suara. Zeline memberi kode untuk diam.
“...”
“Ah, iya kak. Ini juga mau balik. Habis ketemu Bu Tika tadi” alibi Zeline.
“...”
“Sekarang ya Kak, dimana ?” tanya Zeline.
“...”
“Apa ?! Di aula meeting ?! Bos yang suruh ?!” pekik Zeline.
“...”
“Iya aku seger kesana dulu deh kak. Bye” ucap Zeline. Kemudian menutup teleponnya nya.
“Kenapa liatin aku nya gitu ?” tanya Damian.
“Kamu bikin tempat perkumpulan kok di lantai ruangan kamu. Aku harus buru-buru. Bye Mas” sinis Zeline kemudian beranjak dari pangkuan suaminya, tapi dengan cepat juga Damian merengkuh pinggang istrinya lagi. Dan..
Cup
Damian mencium bibir Zeline lembut, bibir yang membuatnya selalu candu. Zeline hanya pasrah dengan tingkah mengejutkan suaminya. Setelah beberapa saat, keduanya saling melepas pagutan bibirnya. Setelah itu, secepat kilat pergi dari ruangan itu. Ia tak mau ketahuan yang lain.
Damian hanya terkekeh melihat tingkah laku istrinya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas dukungan nya, mohon terus dukung author-nim dengan kasi Like, Love, Vote nya biar author-nim semangat untuk terus berkarya... 😊
Gomawo chinguya~ 🙏🏻🙏🏻❤️