
~ Annyeong chinguya... Author-nim kembali update nih. Tapi mon maap yaa kalau slow update. Soalnya si bayik masih belum sembuh benar. Jadi kalo ada waktu melipir sedikit, author-nim ngetik bab baru buat update. Mon maap dulu yaa.. btw semoga suka update an ini ❤️
Malam harinya, Damian langsung mencoba menghubungi nomor telepon Zeline. Di dering pertama dan kedua tak ada jawaban dari istrinya, Damian menghubungi sekali lagi dan tak lama telepon pun tersambung.
“Halo ?” sahut suara lembut yang begitu di rindukan Damian.
“Halo” ulang suara itu mengalun lembut.
“Sayang..” sapa Damian. Cukup lama Damian menunggu jawaban dari wanita di seberang sana, namun dia tak kunjung bersuara.
“Sayang, maafkan aku. Aku salah, maafkan aku” ujar Damian lirih.
“Anda mendapat nomor saya dari siapa ?”
“Nona Hye Shin. Sayang dengarkan penjelasan Mas. Mas mohon, kasih mas kesempatan menjelaskan semua. Sayang..” mohon Damian mengiba.
Zeline di seberang sana diam tak menjawab, entahlah apa kah dia sedang berpikir atau bagaimana.
“Tak ada yang perlu di jelaskan. Sudah malam saya tak mau mengganggu waktu anda dengan istri dan anak baru anda” ucap Zeline.
“Istri baru, anak baru. Siapa yang kamu maksud. Gak ada. Istri aku cuman kamu dan anak ku cuman dari rahim kamu” ucap tegas Damian.
“Tolong kasi Mas kesempatan sayang. Mas mau menjelaskan sesuatu. Tolong, ampuni Mas, kasihani Mas sekali ini saja. Mas lelah, Mas hancur. Tolong patuhlah ucapan suamimu ini”
Deg
Zeline memaku di sebrang sana. Suami. Kata itulah yang membuatnya terpaku. Ia berpikir setelah 2 tahun ini, pasti Damian sudah menceraikannya.
“Anda bukan lagi suami saya”
“Siapa yang bukan suami kamu. Aku tak pernah mentalak kamu. Aku tak pernah mengajukan gugatan cerai padamu. Jadi kamu tetaplah satu-satunya istri ku. Dan kamu, kamu masih wanita bersuami dan Aku suami mu”
Damian sungguh tak habis pikir, bagaimana bisa Zeline dengan gampang nya mengucap kata itu. Sungguh melukai hati Damian hingga dia berucap seperti tadi. Menegaskan kembali tentang status Zeline.
“Bagaimana bisa, bukan nya kamu—“
__ADS_1
“Aku tak pernah menikah lagi, jadi buang pikiran sialan itu dari otak cantikmu Nyonya Maxwell. Sudah saat nya kamu kembali mengisi tempatmu. Jadi aku mohon izinkan aku bertemu dan menjelaskan semua padamu, patuhlah jika kau tak ingin mendapat dosa dengan mengacuhkan SUAMI mu” jelas Damian dengan menekan kata ‘suami’ di akhir ucapan nya.
Beberapa detik tak terdengar sahutan ataupun jawaban dari Zeline. Damian tetap menunggu dengan gusar, takut jika istri nya kembali keras kepala. Namun ketakutan nya menguap setelah mendengar suara di sebrang sana.
“Oke. Besok datanglah ke mansion keluarga Ibu. Nanti saya shareloc. Sudah malam. Say—“
“Oke ku tunggu. Dan bisakah kamu tak bicara formal padaku. Jangan begini sayang. Aku mohon” memelas lah lagi Damian, sedari tadi pertemuan perta mereka setelah 2 tahun tak bertemu, Zeline selalu saya berucap Anda dan Saya. Membuat tak nyaman saja.
“Khem, baiklah. Sudah malam. A-aku mau tidur” ucap Zeline sedikit kikuk.
“Ya. Tidurlah. Besok kita bertemu” kata Damian lembut. Hatinya sedang bersorak bahagia sekarang.
Ting tong Ting tong
Dapat Damian dengar bunyi bel tempat Zeline. Dan tak lama terdengar suara seorang pria entah apa yang mereka ucapkan karena Damian tak tahu Bahasa Korea.
“Zeline-ah, aku membawakan mu ayam krispi dan jus orange. Kemudian bir untuk ku” ucap pria yang tak lain adalah Jae Wook.
“Jae Wook-ah, kau tau ini sudah malam” ucap Zeline sebal
“Sayang, kamu tinggal di mansion keluarga m ?.” tanya Damian memastikan.
Zeline yang mendengar suara Damian di seberang telpon sontak terkejut juga.
“Ah, tidak. Aku tinggal di apartemen ku sendiri” ucap Zeline
“Untuk apa pria itu malam-malam ke apartemen mu” cecar Damian di buat ketar-ketir. dalam otak Damian, perlukah ia menyewa jasa bodyguard untuk selalu menempel di sekitar istrinya agar pria tadi tak sering dekat dengan istrinya.
“Setiap malam juga kadang dia kesini ber—“
“Apa ?! Sayang, kamu wanita bersuami bagaimana bisa memasukkan pria yang bu—“
“Zeline-ah, Aku akan menginap malam ini” ucapan Damia tersela dengan suara wanita di tempat Zeline.
“Hye Shin-ah boleh. Tapi Jae Wook-ah tidak”
__ADS_1
“Aish. Kau selalu pilih kasih” gerutu Jae Wook-ah
“Ya memang. Aku tak mau namaku tercemar karna menyimpan artis terpopuler di apartemen ku” tukas Zeline
Damian bernafas lega. Ternyata semua pikiran buruk yang ada di otaknya tak terealisasi sama sekali. Ia tahu Zeline tak mungkin sampai melakukan hal-hal di luar prinsip nya.
“Oh ayolah. Sekali saja” rengek Jae Wook
‘Apa-apaan pria itu, enak saja. Dia istri ku’ batin Damian kesal.
“Tidak. Atau kau pulang sekarang” tegas Zeline.
“Baiklah. Baiklah. Aku tak akan meminta lagi. Sekarang tolong persilahkan aku masuk. Sebelum ada penghuni lain yang tau keberadaan ku dan nanti kau akan benar-benar masuk gosip lagi” ujar Jae Wook
Zeline pun mempersilahkan kedua teman nya masuk. Ia juga kembali berucap kepada Damian.
“Sudah malam, dan ada temanku juga. Aku tutup telponnya “
“Ya.. jika sudah selesai segeralah suruh pulang teman priamu itu. Jangan sampai mengganggu anak kita. Dan jangan lupa shareloc” ucap Damian. Zeline hanya berdehem sebagai jawaban dan kemudian menutup sambungan telepon nya.
Sebenarnya Damian ingin berbicara lebih lama dengan istri nya. Ia ingin bertanya tentang anak mereka. Tapi tak apalah, malam ini sudah sangat cukup untuk nya. Ia juga harus bergegas tidur. Ia sangat bersemangat untuk segera menyambut hari esok karena ia akan bertemu dengan istri dan anak nya.
.
.
.
.
.
~ Annyeong chinguya... terimakasih atas support nya.. terus dukung dengan kasi Like, Love, Vote untuk author-nim biar semangat terus update karya nya.. 😊
Gomawo chingudeul~ 🙏🏻🙏🏻❤️
__ADS_1