Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
34. Rindu Manja


__ADS_3

Setelah pemberitahuan status Zeline tadi, Zeline di paksa suaminya menungguinya bekerja. Dan sekarang dia tengah mogok bicara, sepulang dari kantor sampai sekarang berdua di kamar, Zeline mendiamkan Damian.


Mendesah pasrah, Damian segera menutup laptopnya. Berjalan menghampiri istrinya yang tengah terlentang di ranjang.


“Ish.. minggir gak” sewot Zeline, seenaknya saja Damian bertingkah diatas tubuhnya.


“Maafin dulu~” manja Damian. Permintaan maaf yang entah keberapa kalinya ia lontarkan.


“Ck. Minggir ish” sahut Zeline tak menghiraukan ucapan maaf suaminya.


“Sayang maaf, cup cup cup” rengek Damian sambil memberi kecupan di leher jenjang Zeline bertubi-tubi.


Zeline memberontak kala merasakan geli, sekaligus desiran hasrat nya yang mulai timbul.


“Ngapain sih, geli tau. Minggir sana” usir Zeline sembari mendorong suaminya. Tapi Damian tak bergeming. Ia tetap menciumi leher jenjang istrinya, sesekali menggigit kecil memberi tanda kepemilikan nya.


“Mash.. ahh” ******* Zeline lolos karna Damian terus menciuminya bahkan sekarang turun ke area gundukan dada nya, 2 kancing piyamanya telah terbuka dan Zeline tak sadar akan hal itu.


“Kamu tambah cantik kalo marah, apalagi mendesah gini. Sexy” ucap Damian kembali menciumi area kesukaannya itu.


“Mash.. udah.. ah.. akuh.. maafin kamu.. minggir..ah” kata Zeline sambil terengah.


Damian menjauhkan wajahnya dari area kesukaannya, matanya berbinar di sertai senyum smirk mesum nya.


“Karna kamu udah maafin, jadi sekarang kita bisa olahraga ranjang” sahut Damian.


“Capek aku” tolak Zeline.


“Sayang~ kamu akhir-akhir ini gak kasi aku jatah loh” ucap Damian kesal.


“Aku kangen di manja kamu” rengek Damian


“Tapi aku capek mas” tolak halus Zeline.

__ADS_1


Damian berdecak kesal, jika begini dia harus menggunakan jurus terampuh nya.


“Gak boleh nolak suami loh sayang. Kamu lupa” ucapnya.


Dan lihatlah reaksi Zeline, dia mengangguk dan mendesah pasrah. Pastilah jurus itu selalu ampuh untuk Damian. Damian bersorak girang dalam hati.


Tak menunggu lama, ia langsung menyerbu istrinya dengan ciuman nya. Saling membelit lidah satu sama lain, mencecap merasakan manis bibir istri nya bagai candu untuk Damian.


“Mash Damieh..” desah Zeline di sela cumbuan suaminya. Membuat Damian semakin berhasrat untuk segera memulai pertempuran sesungguhnya.


Pelan tapi pasti ia memasukkan benda kebanggaan nya ke dalam milik istrinya. Damian selalu suka sensasi ini. Meski mereka sudah sering melakukan nya, entah kenapa milik istrinya selalu saja sempit setiap Damian memasukinya.


“Ah.. Mas Damieh..” erang Zeline.


“Yahh sayangh.. sebut namaku sayangh” ucap Damian di sela kegiatannya menggempur sang istri.


“Akuh.. sayang kamuh Zel..” terengah-engah Damian mengatakan nya. Karna dia sungguh menikmati setiap pijatan lembut miliknya yang berada di dalam istrinya.


“Akuh.. cintah.. kamuh.. Zel” ucapnya lagi.


“Bersamah sayangh..” ucap Damian mengerang. Mempercepat ritme gerakannya menggempur istrinya. Mereguk puncak kenikmatan bersama.


“Damian..”


“Zeline..”


Erang keduanya saat mencapai puncak kenikmatan bersama. Damian menyemburkan benihnya di dalam istrinya. Kemudian mencium perut rata istrinya, berharap jerih payah mereka berbuah menjadi makhluk bernyawa yang bersemayam di rahim istri nya. Ia kemudian ambruk di samping istri nya, memandang wajah Zeline yang tengah memejamkan mata mengatur nafasnya.


“Tadi si Johan ngomong apa ?” tanya Damian ketia teringat pertemuan istrinya dengan Johan tadi.


“Johan bilang suka sama aku, terus tanya kenapa nikah sama Mas” jawab Zeline.


“Tuh kan bener dugaan aku. Lagian kenapa nikah sama aku ? Masalah buat dia” kesal Damian.

__ADS_1


“Yaa gimana mas, dulu dia juga udah pernah bilang suka ke aku tap—“


“Dulu juga pernah ? Wahh bener-bener mau jadi rival nih dia” sela Damian jengkel.


“Udah ah mas gak boleh gitu. Aku juga gak nyalahin Johan.” Ucap Zeline meredam suaminya


“Kamu sih, lembut banget jadi perempuan” ketus Damian.


“Lah, emang salahku apa ?. Salahku kalo banyak yang suka aku ? Kan emang udah dari lahir aku gini” jelas Zeline.


“Gini gimana ?” bingung Damian.


“Cantik” ceplos Zeline narsis.


“Ceh..” Damian hanya mendecih sembari memutar bola matanya.


“Udah ah aku capek mau tidur” ucap Zeline setelah tertawa renyah.


“Sayang kamu Zel” ucapnya meraih Zeline ke dalam pelukannya. Menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut. Tak lama mereka pun tidur terlelap sambil berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Annyeong teman.. maaf yaa kalo ceritanya ngebosenin. Tapi dukung author-nim terus yaa. Kasi author-nim Like, Love, Vote, dan hadiahnya yaa... 😊


Gomawo~🙏🏻🙏🏻❤️


__ADS_2