Dosen Dingin Suamiku

Dosen Dingin Suamiku
15. Hilang Kesabaran


__ADS_3

Cahaya matahari menerpa wajah cantik Zeline yang tengah terlelap, merasa silau dia pun memutar tubuhnya membelakangi cahaya. Tapi dia teringat sesuatu dan langsung duduk, mengambil handphone nya di nakas.


“What ! Jam 7. Gue kesiangan” kaget Zeline. Langsung melompat dari ranjang menuju kamar mandi mencuci muka.


Cklek


Zeline keluar terburu-buru menuju dapur.


“Bik, maaf ya Zeline kesiangan” ucap Zeline ketika sudah mendapati Bi Ima yang memasak. Karena memang setiap hari Zeline yang memasak, karna Zeline mau semua kebutuhan suaminya dia yang mengerjakan.


“Gak papa Non, Bibi juga baru setengah jalan masaknya” ucap Bi Ima. Pandangan nya sayu melihat mata majikan cantiknya itu Sembab dan sedikit bengkak.


“Ya udah Bibi lanjutin yang lain, biar aku yang masak” ucap Zeline tersenyum.


“Ya udah, Bibi mau cuci baju dulu Non” Jawab Bi Ima yang di angguki Zeline.


30 menit kemudian, Zeline sudah menata masakan nya di atas meja makan. Menunggu suaminya muncul, Zeline memutuskan mandi terlebih dahulu. Dia bisa bersantai karna hari ini libur tidak ada kuliah.


Pukul 08.00 tepat Zeline keluar dari kamar menuju ruang makan, dia sudah melihat Damian duduk di meja makan.

__ADS_1


‘Tumben mau makan’ batin Zeline


“Mas mau makan apa ?” tanya Zeline setelah sampai di meja makan. Mereka berdua saling berpandangan.


‘Duh suami gue ganteng parah' batin Zeline terpesona.


Damian yang sudah tampan, makin tampan karna hari ini pria itu memakai celana jeans biru tua, dengan atasan kemeja putih yang lengannya digulung setengah, sneakers putih, tak lupa kacamata hitam menggantung di tengah kemejanya.


“Terserah” jawab Damian dingin. Zeline tertegun sesaat tapi kemudian memberikan senyuman, meskipun hatinya teriris dengan sikap dingin Damian tapi dia mengalah.


“Oke aku ambilin” jawab Zeline masih tersenyum.


“Seneng banget kamu. Udah bisa deket Ars belum” ucap Damian dingin.


Zeline menghentikan aktivitasnya dan menatap suaminya. Kesabarannya sedang di uji.


“Suami sendiri gak di tawarin, malah ngasih bekal pria lain” ucap Damian. Dia masih cemburu mengingat Ars yang di beri bekal Zeline.


“Punya harga diri kan kamu, gimana kata orang kalo istri CEO bukannya ngasih makan suaminya, malah berbelok ke asisten suaminya” sarkas Damian.

__ADS_1


Tak !


Di taruhnya sendok di genggaman Zeline dengan keras. Hilang sudah kesabarannya. Ini masih pagi tapi mulut suaminya sudah tajam sekali menghina nya.


“Terus gimana sama kamu yang malah beradegan intim sama sahabat istrimu”


“Aku mencoba memperbaiki hubungan kita mas”


“Kamu tiba-tiba dingin ke aku, aku gak tau salahku apa. Kalo aku ada salah kamu tegur aku, jangan gini.”


“Aku usaha biar rumah tangga kita gak berantakan, aku cuman mau nikah sekali seumur hidup. Menjalani rumah tangga yang damai. Bukan rumah tangga kayak gini !” bentak Zeline. Damian terkejut tak menyangka Zeline membentak nya.


“Hatiku sakit mas kamu ngehina aku. Emang aku sehina itu di matamu mas” lirih Zeline berbalik memunggungi suaminya. Dia tak mau terlihat menyedihkan di mata suaminya.


“Kamu yang buat aku jatuh cinta dan kamu sendiri yang nyakitin aku” lirih Zeline tapi masih di dengar Damian yang tercengang.


‘Zeline jatuh cinta ke gue' batin Damian. Dia bahagia akhirnya Zeline jatuh cinta padanya.


“Kamu sarapan dulu aku mau bantu Bi Ima di belakang” sahut Zeline bergetar. Memberikan piring yang tadi sudah terisi sarapan untuk Damian.

__ADS_1


Dia pergi berlalu dari hadapan Damian. Tak kuat dia menahan tangis, hatinya sakit suaminya sendiri mengatainya tak punya harga diri.


Sedang Damian hanya menatap punggung istrinya yang menjauh dengan perasaan berkecamuk. Bahagia karna mengetahui perasaan istrinya tapi merasa bersalah karna ucapannya yang menyakiti istri nya.


__ADS_2