Driver Ojek Online Itu Ternyata Ceo

Driver Ojek Online Itu Ternyata Ceo
Bab. 49. Diikuti Orang.


__ADS_3

Ghazali puas, keinginannya mempertemukan Zahra dengan mama dan Shireen berjalan sangat lancar. Terlihat sekali jika kedua wanita yang ia sayangi itu menyukai Zahra. Apalagi, Ilen adik perempuannya itu seperti sudah kenal lama. Ia bergelayutan di lengan Zahra sambil menceritakan kebiasaan kecilnya dengan sang Abang yang suka bertengkar.


Dasar anak nakal! Ia benar-benar mencari sekutu.


Ghazali hanya menggeleng ketika mendengar kata hatinya itu. Ia sangat bersyukur, kesan pertama ternyata sesuai dengan ekspektasinya. Benar dugaannya bahwa kecil kemungkinan ada orang yang tidak menyukai Zahra.


Gadis itu sangat menarik bahkan hari pertama mereka berjumpa, tanpa sadar Zahra telah membawa jauh kepingan hatinya. Hingga, mulai saat itu Ghazali seolah tak bisa melupakan raut wajah Zahra yang ketus itu.


Pantas saja, banyak laki-laki yang mengejar-ngejar gadis itu. Ghazali mendapatkan cerita ini dari Reva. Karena Zahra tertutup akan cerita mengenai dirinya. Karena itu Ghazali menanyakannya pada sahabat Zahra.


Sesuai dengan dugaannya. Zahra bersikap seperti itu demi melindungi dirinya. Karena dia lelah. Setiap kali bersikap baik maka para pria itu salah tanggap padanya. Belum lagi kejadian di klub kala itu.


Ghazali masih memiliki ketakutan akan pembalasan dari Roger. Pria yang menginginkan dirinya agar menikah dengan putri satu-satunya. Salah satu partner dari sang papa, Arkhan. Karena sang papa memiliki perusahaan anggur dan beberapa klub milik Roger membeli dari perusahaan papa.


"Ma, kebetulan ayah saya mengundang kalian makan malam di rumah. Sekalian mau kenal," ucap Zahra yang menuruti apa kemauan Kazenia. Yaitu memanggil dirinya dengan sebutan mama.


"Baiklah kalau begitu. Mama sangat merasa terhormat. Kita harus bawa sesuatu Bang. Gak mungkin kesana dengan tangan kosong." Kazenia menoleh ke arah Ghazali berharap sang putra tau apa yang akan mereka beli.


Apalagi menurut cerita, putranya itu sering bertandang kerumah keluarga Zahra. Pasti Ghazali tau makanan atau buah kesukaan keluarga itu.

__ADS_1


"Nanti kita beli duren aja, Ma, di jalan," ucap Ghazali dengan tawa perlahan.


"Ya Allah, jahat banget kalo kamu beli buah itu. Kayaknya aku berubah pikiran deh." Zahra seperti merajuk membuat Shireen bingung.


"Pikirkan apa Kak? Apa jangan-jangan, Kak Zahra udah ada jawaban buat nerima Abang ya? Ayo deh jawab!" desak Shireen. Pertanyaan Shireen sebenarnya mewakili pertanyaan dalam hati Ghazali juga.


"Mungkin. Tapi, kalau Abang beli duren. Berarti kan ngajak ribut, Dek. Kok ya tega sama aku." Terlihat Zahra.mengerucutkan bibirnya. Obrolan mereka sekian jam tadi menciptakan kedekatan singkat. Zahra berani bercanda di depan Kazenia.


Hal itu tidak membuat Kazenia merasa aneh. Namun, wanita paruh baya itu malah terlihat senang.


Aku yakin, Ra. Jika kamu memang wanita yang cocok buat abang. Kalian pasti bisa saling mengisi.


"Yuk kita berangkat, sebelum malam!" ajak Ghazali.


Pria berambut ikal itu mengedip ke arah Zahra. Membuatnya ingin sekali menjitak pria yang baginya menyebalkan sekali hari ini.


Kenapa tiba-tiba jadi iseng banget sih. Awas kalau beneran bawa duren.


Zahra memberi tatapan tajamnya kerah Ghazali. Namun, pria yang sudah bertengger di atas badan komet itu justru terkekeh geli. Tentu saja adegan itu tak luput dari pengawasan Kazenia.

__ADS_1


Zahra ikut naik mobil dengan Kazenia dan Shireen. Mereka menggunakan jasa taksi online. Karena, tak mungkin Kazenia mengunakan kendaraan pribadi dengan sopir yang merupakan suruhan alias mata-mata dari Arkhan, suaminya.


Lalu dimana sang sopir, karena tak mungkin Kazenia maupun Shireen pergi tanpa dia. Tentu saja, Shireen dengan kecerdikannya telah mengecoh sopir tersebut. Sehingga, sang sopir menunggu di sebuah restoran yang memang ada jalur keluar lewat pintu belakang.


Namun, supir itu adalah orang terlatih. Setelah sekian jam ia mulai merasa curiga. Pria tersebut pun masuk kedalam restoran demi menyelidiki. Kini tanpa sepengetahuan Kazenia dan Shireen sang sopir tengah mengikuti taksi online yang membawa mereka pergi dari rumah makan wisata tersebut.


"Bagus saja aku menemukan pelayan yang mendengar pembicaraan mereka berdua. Meksipun aku harus membuang uang dan waktu yang tak sedikit ini. Keberuntungan masih berada di pihak tuan Arkhan. Kali ini sosial media membantuku." Sopir tersebut menampilkan seringainya. Ia mempertahankan kecepatannya untuk tidak kehilangan target yang sedang ia ikuti dari belakang ini.


Kebetulan sekali, pria ini yang telah kehilangan jejak Kazenia dan putrinya. Iseng membuka-buka beranda media sosial bernama toktok. Di sanalah ia melihat ada seorang kreator wanita paruh baya yang mengunggah konten joget-joget.


Ternyata dalam Vidio tersebut terdapat satu tangkapan dua sosok wanita yang sedang ia cari Tangkapan secara tidak di sengaja. Meskipun sekilas, tapi sepasang mata jeli, Seno tidak dapat dikelabui. Ia langsung mencari tau dimana lokasi pembuatan konten.


"Apa yang kalian sembunyikan sebenarnya? Pantas saja tuan curiga."


Seno sang sopir, terus mengikuti taksi online yang semakin masuk ke daerah perkampungan. Hingga Seno memutuskan berhenti lumayan jauh. Ia tak ingin keadaannya di ketahui.


Sampai pandangannya menangkap satu sosok mencurigakan. Ia memang tak mengenal anak laki-laki dari Arkhan Sanjaya. Namun, ia memiliki beberapa photo dari Ghazali.


"Mana mungkin. Anak seorang pengusaha menjadi driver ojek online?"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2