
"Astagfirullah!" Kazenia memegangi keningnya yang membentur belakang kursi.
"Ada apa, Pak?" tanya Zahra pada sang sopir taksi online tersebut.
"Maaf, Bu. Ada mobil Jeep yang tiba-tiba menyalip kita di depan. Saya juga kaget, makanya mengerem mendadak. Kalian tidak apa-apa kan?" Sopir tersebut menegaskan keadaan dua penumpang wanitanya ini.
"Kita--" Belum juga selesai menjawab pertanyaan dari sang sopir. Tiba-tiba pintu kendaraan ini di gedor dari luar.
Der der der!
"KELUAR!"
Ada sekitar empat orang pria mengenakan pakaian preman, bertubuh tinggi besar dengan wajah garang dan juga tato melingkar di lengan. Zahra dan Kazenia sontak menggumamkan doa. Memohon keselamatan dari kejahatan manusia.
Penjahat di luar mobil mengancam akan memecahkan kaca menggunakan pemukul. Jika kedua penumpang tidak juga keluar. Karena kasihan terhadap sang sopir, maka Kazenia dan Zahra terpaksa keluar meskipun diliputi oleh rasa takut yang teramat sangat.
Brakk!
Zahra membanting pintu mobil cukup keras untuk menunjukkan posisi bahwa ia tidak gentar.
"Mau apa kalian!" tegur Zahra keras.
"Lu berdua harus ikut kita!" seru sang preman yang berambut panjang.
"Heh, jangan sentuh sembarangan!" Zahra yang hendak di cekal seketika mengeluarkan jurusnya, hingga terjadilah perkelahian diantara mereka. Sang sopir pun tak luput dari terkaman penjahat. Pria tak bersalah itu telah babak belur di hajar hingga terkapar di pinggiran aspal.
__ADS_1
"Ma, pergi, Ma! Lari!" seru Zahra, memerintahkan agar mama mertuanya itu kabur. Kazenia membekap mulutnya ketika melihat menantunya itu berkelahi sendirian. Ia tak menyangka jika Zahra juga memiliki kemampuan ilmu beladiri.
Hanya saja musuh yang menantunya itu hadapi sangatlah tidak imbang. Tubuh Zahra yang mungil dipaksa untuk menangani dua orang penjahat sekaligus. Terlebih mereka bertubuh tinggi dengan otot-otot yang besar.
"Zahra!" Kazenia berteriak ketika menantunya itu terkena pukulan dan jatuh. Baru saja ya hendak mengeluarkan ponsel dari tasnya akan tetapi dua orang preman telah mencekal kedua lengannya lebih dulu.
"Lepasin saya! Siapa orang yang sudah menyuruh kalian! Saya berani bayar 10 kali lipat, asal kalian lepaskan kami!" tawar Kazenia sambil bergerak menggeliat berusaha melepaskan diri.
"Hey, enak saja kau! Kami menjamin dengan nyawa. Berapapun yang kau bayar itu tidak akan berarti!" Penjahat itu pun memukul tengkuk Kazenia.
Brugh!
Kazenia pun tergolek tak sadarkan diri.
"Argh!"
Brugh!
Zahra pun tersungkur.
"Sialan lu ya. Tangguh juga ternyata. Buat kerjaan kita jadi susah aja!" Preman itu hendak mengikat tangan Zahra ke belakang. Akan tetapi, Zahra menggerakkan kakinya untuk menendang bokong. Preman itu pun tersungkur ke depan.
"Cewek sialan!" Preman itu mengusap wajahnya yang terkena debu jalanan.
Dua preman lagi menghampiri dan berhasil melumpuhkan Zahra. "Awas! Kata bos dia jangan sampe lecet!" ujar ketua preman yang berewokan.
__ADS_1
Bang. Tolongin kita. Ya Allah. Kirimkan pertolonganmu.
Zahra berdoa dalam hati. Berharap nyawa dan kehormatannya masih bisa selamat. Jika harus mati, ia tidak ingin dalam keadaan terhina seperti ini.
Melalui pemaksaan, Zahra dan Kazenia hendak di bawa menggunakan mobil Jeep.
"Ma! Bangun, Ma!" teriak Zahra ketika ia melihat keadaan Kazenia yang tak sadarkan diri.
"Apa yang lu semua lakuin, hah! Kenapa nyakitin mama!" teriak Zahra dengan keadaan tangan terikat dan di apit dua preman. Zahra sangat risih, karena sebelumnya ia tak pernah berdekatan dekat laki-laki yang bukan mahramnya. Tapi, kedua preman yang mengenakan rompi tanpa lengan ini menghimpitnya erat.
"Eh, diem lu! Untung aja cantik. Jadi bos kita gak boleh nyolek lu barang sedikit!" hardik sang ketua preman yang berwajah seram itu.
"Siapa bos kalian! Gue gak pernah punya urusan sama dia! Gue gak pernah punya musuh! Lu semua pasti salah orang!" pekik Zahra.
Para preman tak menggubris ocehan Zahra. Karena berisik mereka pun menyumpal mulut Zahra dengan slayer bekas preman tadi menutup separuh wajah mereka. Jadilah, Zahra menahan kesal hingga perlahan air mata menyusuri kedua pipinya.
Tolong!
Zahra hanya mampu berteriak dalam hati. Tak di sangka niatnya ingin ke restoran sang mama menjadi sebuah tragedi.
Beberapa sat kemudian.
Bruakk!
...Bersambung ...
__ADS_1