Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Kabar baik


__ADS_3

Para dokter berlari keruangan Hanaya. Mereka melakukan tindakan untuk menangani Hanaya yang mengalami kejang-kejang. Para dokter sibuk untuk menstabilkan kondisi Hanaya saat ini. Aryan dan ibu yang berada disana,tidak kuat untuk melihat kondisi Hanaya. nyonya Sandra menangis di pelukan Aryan,dan berdoa semoga Hanaya baik-baik saja.


Beberapa Jam kemudian kondisi Hanaya kembali stabil. " Syukurlah Hanaya kembali stabil." Dokter memberitahu kondisi Hanaya saat ini.


"Gimana perkembangan untuk anak saya dok, dan apa yang terjadi dengan anak saya yang tiba-tiba mengalami kejang-kejang seperti itu..?" Nyonya Sandra berharap itu adalah salah satu pertanda baik untuk Hanaya.


"Untuk saat ini kami akan mencari tau,apa yang mengakibatkan Hanaya kejang seperti tadi."


"Oh ya, terimakasih dok untung keterangan nya.." Nyonya Sandra kembali keruangan Hanaya.


Nyonya Sandra menghampiri Hanaya dan mendekatkan tangan Hanaya ke wajah nya. "Hana, berapa lama lagi nak kamu akan tidur seperti ini, bangun lah, mama,dan kakak mu hampir lelah menunggumu untuk bangun.." Nyonya Sandra menjadi putus asa, karena Hanaya yang tak kunjung sadar.


Tiba-tiba Hanaya yang terbaring di ranjang menitikkan air mata. Aryan pun melihat nya.


"Mah, Hana mengeluarkan air mata mah.." Aryan menghampiri Hanaya dan memastikan hal tersebut.


Nyonya Sandra yang melihat nya juga segera menyuruh Aryan memanggilkan dokter kembali.


"Aryan cepat panggil dokter, dan beri tahu tentang reaksi nya Hanaya.


Secercah harapan tersirat dimata nyonya Sandra. Melihat Hanaya merespon perkataan nya.


Dokter pun datang untuk memeriksa kembali keadaan Hanaya. Beberapa orang dokter yang ikut menangani Hanaya berbincang-bincang, entah apa yang di bicarakan, Aryan dan ibu nya tidak terlalu mendengarnya karena jarak mereka yang lumayan jauh dari Hanaya.


Dokter pun selesai memeriksa Hanaya, lalu tersenyum melihat Aryan dan Nyonya Sandra.


" Ibu tidak usah khawatir lagi, Hanaya menunjukan perkembangan yang lebih baik dia merespon apa yang ibu katakan. Jika Tuhan mengizinkan Hanaya akan segera sadar, melihat perkembangan nya pada saat ini.


"Ya Tuhan terima kasih,kau mendengarkan doa ku.." Nyonya Sandra begitu sangat bahagia mendengarkan keterangan dari dokter tersebut.


"Berarti Hanaya akan segera sadarkan ya mah..??" Aryan begitu sangat bahagia.


"Iya nak, adik mu akan segera pulih.." Mereka pun berpelukan.


***

__ADS_1


Hanaya akhir nya kembali ke rumah, Hanaya berjalan begitu lambat seperti tidak ingin memasuki rumah nya sendiri.


"Terlalu banyak kenangan ku bersama Yoongi dirumah ini, apakah aku akan bisa bertahan dan tinggal dirumah ini..??" Hanaya berbicara sendiri.


Dimana-mana ada bayangan Yoongi, mulai dari halaman depan, dapur, meja makan,ruang tamu, Hanaya hampir separuh gila, di setiap sudut ruangan Hanaya mendengarkan suara Yoongi.


"Aaaa.....!!" Hanaya berteriak. Lalu menangis sejadi-jadinya.


Setiap hari nya begitu sulit untuk Hanaya, memandangi foto-foto Yoongi malah menjadi kesakitan tersendiri bagi nya. Hari-hari dilalui nya dengan air mata.


"Aku kesepian disini, setelah kepergian Yoongi, aku tidak bisa berbuat apa-apa.." Hanaya pun kembali menangis.


Untuk menghibur dirinya sendiri, Hanaya memilih untuk mendengarkan musik dari ponsel nya. lagu dari Adele menjadi pilihan untuk Hanaya. Tapi bukan nya merasa terhibur Hanaya semakin larut dalam tangis nya di saat mendengarkan lagu Adele yang berjudul All i ask.


Hanaya Pun tak bisa melepaskan bayangan Yoongi dari dirinya. Beberapa hari selalu di lalui dengan kesedihan.


"Kak Aryan,Hanaya kangen..!!" Hanaya menangis lagi. "Mamah..!!" diapun meringkuk dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara disaat menangis.


***


Aryan yang begitu sangat senang mendengar perkembangan Hanaya, tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur. Dia tidak pernah beranjak dari tempat duduk nya,selalu memegang tangan Hanaya. dan berharap dia orang yang pertama kali yang dilihat oleh Hana di saat dia sadar nanti.


"Yan.." Riko mengahampiri Aryan.


"Kenapa Rik..??"


"Boleh nggak gue gantiin Lo buat jagain Hanaya..?"


"Oh, iya mumpung Lo disini gue mau liat kondisi nyokap dulu ya sebentar, beberapa hari ini nyokap gue agak ngedrop mungkin karena kurang istirahat kali.." Aryan pun meninggalkan Riko bersama Hanaya.


"Hai , Hanaya apa kabar..? aku dengar kamu sudah menunjukan perkembangan yang baik,dan bisa merespon apapun yang di bicarakan."


"Sudah delapan bulan sejak kamu berbaring disini, aku begitu ketakutan setiap hari, takut akan hal buruk terjadi pada mu, tapi syukurlah kamu sekarang akan segera siuman, aku akan menantikan nya..!!" Riko pun memegang tangan Hanaya.


" Nanti jika kamu mengizinkan aku ingin memasang cincin di jari manis mu ini, karena dari pandangan pertama aku langsung jatuh cinta pada mu, dan aku sudah meminta izin kepada Aryan.." Riko pun senang, bisa mengungkapkan perasaan nya kepada Hanaya, meskipun Hanaya belum tentu bisa mendengar nya.

__ADS_1


Luna,Maya,dan Dewi juga datang, mendengar kabar baik dari Aryan mereka langsung menuju rumah sakit.


"Hana...!!!" Luna memeluk Hanaya. disusul oleh Maya,dan kemudian Dewi,Mereka memeluk Hanaya secara bersamaan.


"Cepat bangun Han..!!" Luna mencium pipi nya Hanaya.


Lalu tiba-tiba tangan Hanaya bergerak, bergerak begitu pelan, dan membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tercengang.


Riko berlari memanggil dokter, sembari menelpon Aryan.


***


Suatu keajaiban untuk Hanaya bisa bangun dari koma nya. Berkat kesabaran keluarga,dan para sahabat-sahabat nya, Hanaya bisa berkumpul kembali di tengah-tengah mereka semua. Meskipun masih butuh waktu untuk Hanaya pulih seperti sedia kala.


" Halo Hana, masih ingatkan dengan saya..??" Riko datang dan langsung menyapa Hanaya.


"Ah,gaya lu ngomong pake saya segala.." Aryan menertawakan Riko yang salah tingkah di depan Hanaya.


Hanaya yang melihat tingkah konyol kakak nya dan Riko hanya bisa tersenyum.


Waktunya Hanaya terapi, Hari ini giliran Dewi yang akan mengantarkan nya ke bagian radiologi. Tapi di depan pintu Riko sudah menunggu nya.


"Riko..?? kamu ngapain disini,udah dari tadi..??" Dewi agak mencurigai gerak-gerik Riko.


"Saya kira Hanaya belum ada yang nganterin untuk terapi. Makanya saya datang kesini." Riko agak gugup.


"Mati gue, lebih deg-degan ketemu sama antek-antek nya Hanaya dari pada Hanaya nya sendiri,gue harus ngomong apa..!!" Riko bergumam.


" Mau nganterin nggak..??" Dewi yang sudah tau maksud dari kedatangan Riko memberikan kesempatan untuk Riko mengantarkan Hanaya.


"Boleh.." Riko langsung mengambil alih,tugas yang seharusnya Dewi yang melakukan.


" Hanaya, aku tadi lupa,Aryan menyuruh ku untuk menebus obat mu di apotik, dan sekarang biar Riko yang mengantar mu." Dewi pun pamit.


Hanaya hanya bisa menganggukan kepala nya, dan pasrah.

__ADS_1


"Ayo kita jalan Hana.." Riko pun mendorong kursi roda Hanaya menuju ruangan Radiologi.



__ADS_2