
Min Yoongi sedang melihat album fotonya yang di koleksi oleh Hanaya, dia tampak begitu senang karena melihat tulisan-tulisan yang ada dibawah foto tersebut, Hanaya tidak pernah kehilangan kata-kata untuk menuliskan caption yang manis di setiap foto-fotonya tersebut, tapi dia terganggu oleh beberapa foto yang ada di album tersebut dia melihat ungkapan manis untuk foto Kim Namjoon dan jungkook.
"Hana..!!" min Yoongi memanggil Hanaya yang sedang sibuk mencuci piring di dapur.
"Ya kenapa..?" sahut Hanaya.
"kemari sebentar."
"Tunggu, sedikit lagi aku selesai mencuci piring."
"Ayo, buruan." Min Yoongi sudah tidak sabar untuk bertanya kepada Hanaya.
Hanaya pun berlari untuk menghampiri Min Yoongi.
"Kenapa..?"
"Ini maksudnya apa..?" Min Yoongi memperlihatkan foto Kim Namjoon yang sedang bersepeda.
"Oh, itu aku sangat menyukai punggung Kim Namjoon yang sangat sexy, setiap melihat dia berfoto dengan hanya memperlihatkan punggungnya, aku selalu ingin memeluknya.
"Begitukah..?" Min Yoongi mulai panas.
"Dan ini..?" Min Yoongi lalu memperlihatkan foto Jungkook dengan caption cinta pertama.
"Ooh.. itu aku pertama kali menyukai BTS berawal dari melihat Jungkook yang begitu manis, aku langsung menyukainya, lalu mulai mengikuti BTS, dan dua tahun kemudian aku mulai jatuh cinta dengan member yang lainnya yang bernama SUGA." Hanaya tau jika Min Yoongi cemburu dengan caption-caption yang ada di foto tersebut.
"Hmm.." Min Yoongi menjadi sedikit salah tingkah.
"Apakah tipe laki-laki yang kamu sukai seperti Namjoon..?" tanya Min Yoongi menyelidiki.
"Iya, aku sangat suka postur tubuhnya yang tinggi, aku membayangkan pasti sangat nyaman bisa berada di pelukannya." Hanaya berkata sambil tersenyum.
Dan membuat Min Yoongi marah, lalu menutup album foto tersebut.
"Jadi kamu sangat menyukai Kim Namjoon..?" tanya Min Yoongi.
"Iya, dia sangat ideal sebagai laki-laki." Hanaya tidak berpikir untuk mengeluarkan kata-kata yang membuat wajah Min Yoongi memerah.
"Aku akan jadi Mak comblang antara kamu dan Namjoon." Min Yoongi berdiri lalu meninggalkan Hanaya.
"Chagii..kamu mau kemana..?"
"Persetan." Min Yoongi benar-benar marah.
Hanaya baru sadar ternyata Min Yoongi marah oleh pujiannya kepada Kim Namjoon. Dia lalu menyusul Min Yoongi yang masuk ke kamarnya.
Dia mengintip Min Yoongi sedang bermain dengan tabletnya, entah apa yang dia lakukan, lalu Hanaya menghampirinya.
"Apa kau marah..?" tanya Hanaya mendekat.
"Jangan mendekat padaku." Suara Min Yoongi sedikit meninggi.
"Chagii, maaf..!!" Hanaya berdiri tepat didepan Min Yoongi.
"Terserah." ucap Min Yoongi ketus.
"Apa kau benar-benar marah?"
"Entahlah." Jawab Min Yoongi datar.
Hanaya mengambil tablet yang dipegang Min Yoongi lalu melemparkannya keatas ranjang.
"Apa yang sedang kau lakukan..?" tanya Min Yoongi marah.
"Apa kau benar-benar marah..?" tanya Hanaya sekali lagi lalu merangkak keatas pelukan Min Yoongi.
"Jangan pikir aku akan berbaik hati padamu, lalu mendorong Hanaya kesamping sehingga Hanaya jatuh dari pelukannya.
Tapi Hanaya tidak patah semangat dia langsung kembali ke posisinya dia mendorong min Yoongi dan duduk diatas tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan..?" Min Yoongi terlihat gugup.
"Apa kau tidak akan memaafkan ku..?" tanya Hanaya.
"Apa kau merasa bersalah..?" tanya Min Yoongi balik.
"Ayolah jangan seperti itu." Hanaya mulai kehilangan akal.
Dia merebahkan tubuhnya di atas tubuh Min Yoongi sambil berkata.
"Aku tidak akan turun sebelum kamu mau memaafkan ku."
Min Yoongi yang tidak tahan dengan sikap Hanaya yang begitu agresif membuat dia tersenyum.
"Jangan mulai memancingku."
"Siapa yang sedang memancing mu..?" tanya Hanaya.
"Kau tidak tau, siapa yang akan bangun jika posisimu seperti itu."
Hanaya baru tersadar, dan segera turun dari tubuh Yoongi yang ditindihnya.
"Ah, aku tidak bermaksud." Hanaya menjadi sangat gugup, dan malu.
"Apa kau selalu seperti itu dengan setiap laki-laki yang kamu kencani..?" tanya Min Yoongi.
"Jangan asal bicara, ini yang pertama." jawab Hanaya polos.
"Jadi kamu.." sebelum Min Yoongi meneruskan perkataannya Hanaya langsung memotongnya.
"Iya, memang kenapa kamu laki-laki pertama yang dekat denganku." ucap Hanaya kesal.
"Benarkah..? berarti aku laki-laki yang sangat beruntung." Min Yoongi tertawa.
__ADS_1
"Apa itu lucu..?" tanya Hanaya.
"Aku bukannya tidak bisa, tapi aku tidak mau, karena didalam benakku hanya ada Min Yoongi, SUGA, Agust D, dan entah siapa lagi nama laki-laki tersebut." Hanaya mengoceh sambil keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana..?" tanya Min Yoongi sambil tertawa.
"Kembali ke negaraku." jawab Hanaya kesal.
"Baiklah, hati-hati dijalan." Min Yoongi pun menyusul Hanaya keluar.
***
Hanaya mengambil ponselnya, lalu menelpon Kim Mina.
"Halo, Noona mungkin aku tidak bisa masuk hari ini, aku sedang tidak enak badan, aku mungkin akan beristirahat sampai kondisi ku pulih kembali." ucap Hanaya sambil berpura-pura batuk.
"Apa..? kau sakit, apa sudah berobat..?" tanya Kim Mina dibalik telpon.
"Sudah, dan dokter menyarankan aku untuk beristirahat." Hanaya pura-pura lemas.
"Ya sudah, kamu beristirahat saja, mungkin minggu depan kita akan sangat sibuk, cepat sembuh ya..!!" Kim Mina menyemangati Hanaya.
"Terimakasih noona." Hanaya langsung mematikan ponselnya.
"Kenapa kau tidak jadi artis saja." tiba-tiba Min Yoongi berada didepan Hanaya.
"Astaga..!!" Hanaya kaget.
"Kamu sangat pintar berbohong ya." Yoongi mengambil remote untuk menyalakan TV.
"Ini semua karena kamu." Hanaya menyenderkan tubuhnya ke Yoongi sambil memainkan ponselnya.
"Iya, terimakasih sayang." Min Yoongi mengalungkan tangannya ke leher Hanaya.
"Besok jadwal kita apa..?" tanya Hanaya.
"Tidur." jawab Min Yoongi spontan.
"Kenapa di pikiran mu selalu tidur, tidur dan tidur." mendongakkan kepalanya melihat kearah Min Yoongi.
"Karena tidur itu adalah hobi ku." ucap Min Yoongi tersenyum.
"Ya, ya, terserah." Hanaya kembali memainkan ponselnya.
"Min Yoongi." Hanaya duduk sambil menatap Min Yoongi.
"Hmm.."
"Min Yoongi.." Hanaya kembali memanggil nama Min Yoongi.
"Kenapa.." jawab Min Yoongi, tapi matanya masih melihat televisi.
"Yoongisie.." Hanaya mengencangkan suaranya.
Merekapun tertawa karena tingkah laku mereka berdua.
"Aku senang melihat kamu kesal seperti itu." Hanaya mencium pipi Yoongi.
"Benarkah, kamu begitu kekanak-kanakan." ucap Min Yoongi, matanya tersenyum disaat melihat Hanaya yang begitu sangat menyukainya.
"Mungkinkah kita bisa sampai menikah..?" tanya Hanaya lalu menggeser duduknya sedikit lebih jauh dari Min Yoongi.
"Jangan berpikir terlalu jauh." Min Yoongi menjawab pertanyaan Hanaya Tampa melihat kearahnya.
"Apa kau tidak mau menatapku disaat kita berbicara..?" tanya Hanaya.
"Kamu sepertinya ingin mencari gara-gara denganku. Min Yoongi berdiri lalu menghampiri Hanaya.
"Kamu mau apa, tetap di posisimu." ucap Hanaya.
"Lalu kamu mau apa, jika aku tidak mau." tanya Min Yoongi. Dia semakin mendekat.
"No Yoongi, no..!! Stay there..!!" Hanaya mencoba lari.
Tapi Min Yoongi lebih cepat, dia menarik tangan Hanaya, lalu melihat tanda yang ada
dilehernya.
"Apa aku harus menambahkannya lagi..?" tanya Min Yoongi menggoda Hanaya.
"Jangan please, ini lebih dari cukup." Hanaya mendorong Min Yoongi, lalu berlari ke kamarnya dan mengunci pintu.
"Hana, buka pintunya kenapa kamu mengunci ku diluar." Min Yoongi menahan tawanya, dia berhasil menakut-nakuti Hanaya, yang sedari tadi sangat usil, dan sering sekali mengganggunya.
"Kamu nonton aja dulu, Sampai malam aku mau istirahat." Hanaya berteriak dari dalam kamar.
"Oke, jika itu mau mu." Min Yoongi sangat senang mendengarkan perkataan Hanaya. dia berpikir Hanaya tidak akan berani lagi mengganggunya.
"Ini saatnya aku bersantai, tanpa gangguan Hanaya." Min Yoongi langsung menuju ruang tamu dan melanjutkan menonton acara kesukaannya.
Jam pun sudah menunjukan pukul tujuh malam, Hanaya terbangun dan segera pergi keruang tamu, tapi dia tidak melihat Min Yoongi. Dia sangat cemas jika takut kebersamaannya bersama Min Yoongi adalah sebuah mimpi lagi, dia berlari menuju kaca lalu melihat tanda merah yang diberikan Min Yoongi.
"Oh, ternyata masih ada syukurlah."
Hanaya pun kembali mencari Min Yoongi, dia mencarinya ke dapur, ke kamar Aryan, tapi tetap saja dia tidak melihat Min Yoongi.
"Dia kemana, kenapa tidak ada." Hanaya melihat pintu kamar Luna yang terbuka.
Hanaya menuju kamar Luna, dan dia melihat Min Yoongi yang tertidur pulas diatas ranjang dengan selimut yang menutupi kepalanya.
"Huuff.., ternyata kamu disini." Hanaya pun menghampirinya.
Dia membuka selimut yang menutupi tubuh Min Yoongi, dan mencoba membangunkannya.
__ADS_1
"Min Yoongi...!!!"
"Yoongisie..!!!"
"Yonggisie..!!!
Dan...
Min Yoongi menarik tangan Hanaya, sehingga dia terjatuh tepat diatas tubuh Min Yoongi.
"Apa yang kau lakukan..?" tanya Hanaya sambil melepaskan tangan Min Yoongi.
"Kenapa kamu membangunkan ku..?" tanya Min Yoongi.
"Kenapa kamu tidur disini, ini kan kamar Luna." Hanaya menatap wajah Min Yoongi yang seketika itu membuatnya terpesona.
"Kenapa wajahnya begitu sangat tampan, meskipun aku melihatnya begitu dekat." Hanaya berbicara dalam hati.
"Kau mengunci kamar, bagaimana aku bisa masuk."
"Masa, sepertinya tidak." Hanaya mengalihkan pandangannya.
"Hana, jika aku meminta lebih darimu apakah kau mau memberikannya." tanya Min Yoongi.
"Maksudmu..?" Hanaya pura-pura tidak mengerti.
"Kita orang dewasa, jika posisi kita seperti ini, apa yang kamu pikirkan." tanya Min Yoongi.
Hanaya terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa. tapi Hanaya memberanikan diri, dia mencium bibir Yoongi, dan membuat Min Yoongi menjadi bersemangat, dia membalas ciuman Hanaya dengan sangat bergairah. Tapi tiba-tiba dia berhenti, dan mengecup kening Hanaya.
"Aku tidak ingin merusak mu, jadi kita harus keluar secepatnya dari kamar ini, sebelum pikiranku berubah." Min Yoongi pun bangun dari tempat tidur.
"Tunggu."
"Ya..?"
Hanaya memeluk Min Yoongi, lalu berterimakasih jika dia masih ingin menjaga kehormatan Hanaya.
"Terimakasih, kau masih berpikiran waras." ucap Hanaya.
"Apakah aku seburuk itu..?" Min Yoongi membiarkan Hanaya memeluknya.
"Aku tidak tau hubungan kita akan sampai dimana, tapi melihatmu seperti ini, aku akan memperjuangkan mu, apapun yang akan terjadi." Hanaya beranjak pergi dan meninggalkan Min Yoongi tanpa menatapnya.
"Karena aku jatuh cinta padamu Hana, aku tidak ingin membuat wanita yang aku cintai hancur disaat kita tak bisa bersama." Min Yoongi berbicara sendiri.
***
Dua hari telah berlalu Hanaya dan Min Yoongi menghabiskan liburannya hanya didalam apartemen, meskipun Hanaya didalam rumah, Min Yoongi tetap bekerja, dia sibuk dengan laptopnya, entah pekerjaan apa yang dilakukan Min Yoongi. Hanaya sendiri tidak mengetahuinya, disaat sibuk Hanaya benar-benar tidak mau menggangu min Yoongi.
Hanaya akan menunggunya keluar dari kamar setelah pekerjaannya selesai, dan sesekali mengantarkan kopi kepada Yoongi jika dia membutuhkan waktu yang cukup lama menyelesaikan pekerjaannya di depan laptopnya.
Hanaya kembali ke kamarnya, dia ingin melihat Min Yoongi yang tak kunjung keluar dari kamar, Hanaya ingin menanyakan apa yang ingin dimakannya siang ini.
Tapi Hanaya menyaksikan pemandangan yang sangat manis, dia melihat Min Yoongi yang tertidur pulas, dia sangat kelelahan dengan pekerjaannya, Hanaya pun kembali keluar dia tidak ingin mengganggu tidur Min Yoongi, dan menuju dapur, dia ingin membuatkan sesuatu yang bisa dimakan oleh Min Yoongi.
Bel pintu berbunyi, Hanaya menuju pintu dia berpikir itu adalah pengantar sayuran yang di pesan secara online.
Dia sangat terkejut melihat tiga orang yang ada di depan pintu apartemennya.
"Kalian..?" Hanaya menjadi panik.
"Hana..!!" Lee Hye jie memeluk Hanaya.
"Kami sengaja ingin menjenguk mu, kami takut terjadi sesuatu terhadapmu, dan Hye jie bilang dia tau tempat tinggalmu, jadi kami memutuskan untuk kesini." Kim Mina menyelonong masuk, dan memperhatikan setiap sudut apartemen Hanaya.
"Hana, tempat tinggalmu keren sekali..!!" Kim Hara terperangah melihat apartemen mewah Hanaya.
"Kenapa kalian tidak menelepon ku terlebih dahulu " tanya Hanaya gugup.
"Kami tidak ingin kamu merepotkan diri disaat kami ingin berkunjung." Kim Mina langsung duduk di ruang tamu.
"Tunggu, aku sepertinya tidak asing dengan bau parfum ini." ucap Kim Hara.
"Ah masa..? itu parfum ku, aku menggantinya beberapa hari yang lalu." Hanaya semakin gugup.
"Apa kalian tau, Hana mempunyai lukisan yang sangat besar di kamarnya, apa kalian tau lukisan siapa..?" Lee Hye jie membuat Hanaya gemetaran.
"Siapa..??" tanya duo Kim bersaudara penasaran.
"Min Yoongi...!!" Lee Hye jie bersorak.
"Aaah, aku sudah tau jika dia jatuh cinta kepada member Bangtan itu." ucap Kim Mina santai.
"Kalian tau nggak, mungkin sebentar lagi, Hanaya berada di daftar wanita yang akan dipacari SUGA." Ucap Kim Hara.
Sementara itu Min Yoongi yang mendengar suara gaduh diluar kamar terbangun, dia penasaran apa yang telah terjadi di luar sana.
Dengan mata yang masih separuh mengantuk dia keluar, dan langsung menuju ruang tamu.
"Hana, apa yang terjadi kenapa gaduh sekali." Min Yoongi tidak terlalu melihat duo Kim bersaudara dan Lee Hye jie karena matanya yang masih setengah terbuka.
"Aaaaaa.........!!! Mereka bertiga berteriak serentak.
"Astaga, mataku tidak salahkan..?" Kim Hara memakai kaca matanya.
"Min Yoongi, apa yang kau lakukan disini..?" tanya Lee Hye jie yang begitu sangat terkejut melihat keberadaan Min Yoongi.
"Yoongisie, bukankah kamu berada di Daegu..?" tanya Kim Mina yang masih tidak percaya Min Yoongi berada di apartemen Hanaya.
Hanaya yang malu menutup matanya, dia masuk ke kamar dan mengunci pintu.
"Apa yang akan aku lakukan, mereka kenapa tiba-tiba ada disini..." Hanaya kehilangan akal.
__ADS_1