
Beberapa hari setelah pertengkaran Hanaya dan Min Yoongi karena foto-foto yang disebarkan oleh Kang Bora, Min Yoongi pun hilang seakan ditelan bumi. Min Yoongi meminta Kim Mina untuk tidak mengikut sertakan Hanaya di setiap kegiatan BTS, Min Yoongi benar-benar sangat kecewa dengan Hanaya.
Berhari-hari Hanaya mencoba untuk menemui Min Yoongi tapi tetap saja tidak ada hasilnya, telpon Hanaya pun sengaja di blokir oleh Min Yoongi sehingga dia tidak bisa menghubunginya. Namun Hanaya tidak pernah putus asa sehingga dia diam-diam melihat jadwal BTS dan membuntutinya seperti seorang penguntit, tapi Hanaya tak sekalipun melihat keberadaan Min Yoongi.
"Kenapa aku tidak melihat Yoongi, kemana dia..?"
Hanaya mencoba menghubungi ponsel Jungkook dan Jimin tapi mereka juga tidak menjawab teleponnya, pesan Hanaya pun tak satupun dibalas.
"Ya, Tuhan apa kamu benar-benar sangat marah padaku, Yoongi aku mohon sekali saja aku ingin bertemu denganmu, dua Minggu lagi kontrak ku akan berakhir." Hanaya berbicara sendiri.
Hanaya tidak menyadari jika Kim Mina dari tadi berada dibelakangnya, Hanaya yang duduk sendirian di cafe HYBE membuat Kim Mina menghampiri Hanaya, dia melihat kesedihan yang sangat dalam di mata Hanaya, sebenarnya dia tidak tega, tapi Min Yoongi sudah berpesan untuk tidak memberitahukan keberadaannya.
"Hana.." Kim Mina menepuk pundak Hanaya.
"Ah, nuna.." Hanaya sedikit kaget.
"Sedang apa kamu, kenapa duduk sendirian disini..?" tanya Kim Mina sambil duduk disamping Hanaya.
"Aku sedang memikirkan Yoongi, aku tidak tau lagi cara untuk bisa bertemu dengan dia, aku pasrah dengan keputusan Min Yoongi saat ini, jika dia benar-benar tidak ingin melihatku, paling tidak katakan padaku, agar aku tidak mencari-carinya." butiran bening langsung jatuh membasahi pipi Hanaya.
"Beri dia waktu Hana, mungkin Suga sedang menenangkan diri, dan siapa tau setelah itu dia akan sadar dan menemuimu." Kim Mina mencoba menghibur Hanaya.
"Tapi nuna, setidaknya jangan blokir telpon ku."
"Sabar, aku yakin kamu tidak bermaksud untuk menyakiti Suga."
"Tak sedikitpun terbesit di benakku untuk menyakitinya, aku benar-benar sangat mencintainya, dan aku ingin memberikan yang terbaik." Hanaya menundukkan kepalanya, sambil mengaduk-aduk jus apel yang berada didepannya.
"Iya, aku tau, tapi sekarang waktunya kamu bekerja, jangan sampai disaat kontrak kerjamu akan habis, kamu meninggalkan kinerja yang kurang bagus disini." Kim Mina menarik tangan Hanaya.
***
Sementara itu kang Bora yang mengetahui Min Yoongi tidak ingin bertemu dengan Hanaya. Dia langsung menghampiri Hanaya, hanya sekedar untuk mengejek, dan menertawakan Hanaya.
"Heh, ****** apa kau sudah menemukan pengganti Min Yoongi..?" Teriak Kang Bora kepada Hanaya yang sedang berjalan di koridor menuju ruangan Kim Mina.
Hanaya tidak mengabaikan teriakan Kang Bora, dia merasa terlalu lelah dan tidak bertenaga untuk meladeni Kang Bora yang jelas-jelas membuat hubungan dia dengan Min Yoongi berada diujung tanduk.
Tapi Kang Bora malah sakit hati karena Hanaya tidak menggubrisnya, lalu menghampiri Hanaya dan menarik tangan nya.
"******, apa kau tidak mendengarkan perkataan ku?"
Hanaya masih saja diam dan menepis tangan Kang Bora.
"Hahaha,, apa kau takut sekarang..? Min Yoongi tidak pantas untukmu, dia terlalu baik." Kang Bora masih saja berceracau.
Hanaya melanjutkan perjalanannya, tak sedikitpun cacian dari Kang Bora dibalasnya, di dalam hati dia sangat sedih, karena memang Riko berada ditengah-tengah hubungannya dengan Min Yoongi, tapi Hanaya lebih memilih Min Yoongi karena Hanaya mencintai Min Yoongi bukan hanya sebatas idola, tetapi sebagai seorang pria.
Kang Bora yang sakit hati karena terus-terusan diabaikan oleh Hanaya, menarik lengan baju Hanaya sehingga baju di bagian bahu Hanaya robek. Kang Bora pun kaget dan segera melepaskan tangannya dari lengan baju Hanaya.
__ADS_1
"Apa kamu puas haaa..?? apa masih belum cukup..?? sontak teriakan Hanaya membuat Kang Bora terkejut.
"Apa masih kurang..?" Hanaya menarik lengan bajunya yang sudah separuh sobek.
"Kamu mau Yoongi..?? Ambill...!!!" Hanaya berteriak, dia melepaskan kekesalannya yang sudah ditahan-tahan sedari tadi.
Kang Bora tidak bisa berkata apa-apa dia pun takut, Hanaya akan menghajarnya, lalu memutuskan meninggalkan Hanaya, berlari sekuat tenaga.
"Apa ini yang kamu inginkan Min Yoongi, aku selalu mendapatkan perlakuan buruk dari Kang Bora, memfitnahku dan selalu bergosip tentang hal yang tidak pernah aku lakukan, apa kamu tidak bisa membedakan antara kejujuran ku dan kebohongan kang Bora..??" Hanaya separuh berteriak, dia berharap teriakannya bisa didengar oleh Min Yoongi.
Beberapa detik Hanaya terdiam, lalu menghapus air matanya, dia menyadari sudah melakukan sesuatu hal yang bodoh, dan jika orang-orang melihatnya dengan kondisi seperti itu pasti mereka menganggap Hanaya sudah mulai tidak waras.
"Hanaya, apa yang kamu lakukan, jangan bodoh, kamu tidak boleh terlihat seperti ini." Hanaya berbicara sendiri.
Disaat Hanaya membalikan tubuhnya.
"Ahh..." kepalanya membentur dada seseorang.
Dengan kepala tertunduk Hanaya mundur lalu membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf kepada orang tersebut sambil memegangi bajunya yang robek.
"Maaf, saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja, maaf..." tanpa melihat orang tersebut Hanaya berlari meninggalkan orang yang ditabraknya.
"Tunggu..!!"
Hanaya pun reflek menghentikan langkah kakinya bukan karena dipanggil orang tersebut, tetapi karena suaranya yang sangat familiar ditelinga Hanaya. Dia Pun langsung membalikan badannya, dan menatap orang tersebut.
"Yoongi..?" Ternyata yang ditabrak adalah Min Yoongi.
"Ah, tidak apa-apa tidak usah dipikirkan." Hanaya merasa kacau bertemu dengan Min Yoongi dengan keadaan berantakan, yang membuatnya agak sedikit kurang percaya diri.
Min Yoongi segera melepaskan jaket yang sedang dikenakannya dan memberikannya kepada Hanaya.
"Pakai ini, apa kata orang nantinya jika kamu terlihat seperti itu." ucap Min Yoongi sambil melemparkan jaketnya kepada Hanaya.
"Ternyata dia masih marah." Hanaya bergumam dalam hati.
Min Yoongi mengalungkan jaketnya ketubuh Hanaya, karena Hanaya tak kunjung memakainya.
"Tidak usah, terimakasih tapi apakah aku harus senang bisa bertemu dengan mu atau tidak beberapa hari ini aku mencarimu tapi tak pernah bisa bertemu , aku ingin menghubungi mu tapi telpon ku diblokir sehingga aku menjadi seorang penguntit agar aku bisa bertemu , dan tau keberadaan mu."
"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri, dan pekerjaan ku sangat banyak." ucap Min Yoongi dingin.
"Itu bukan jawaban, jika kamu benar-benar ingin mengakhirinya aku akan terima, tapi satu hal yang harus kamu tau, aku sangat mencintaimu, dari awal sampai saat ini, aku butuh kepastian agar aku bisa memantaskan diri untuk berdiri dimana.
"Maaf, aku akan berpikir terlebih dahulu, apakah kamu pantas aku pertahankan atau tidak." Min Yoongi dingin
Perkataan Min Yoongi membuat Hanaya seketika itu down.
"Tidak usah terlalu dipikirkan aku sudah tau jawaban darimu, sekarang terserah mungkin aku akan lebih cocok dengan Kang Bora." Hanaya pergi sambil membuang jaket Min Yoongi kelantai.
__ADS_1
Hanaya pergi, meskipun suara tangisannya tak terdengar, namun butiran bening mengalir deras membasahi pipinya, dia berharap Min Yoongi akan berusaha memperbaiki hubungannya, dan mengejarnya. Tapi Min Yoongi malah berbalik pergi, dia seperti mengacuhkan Hanaya.
***
"Hyung kamu dari mana saja..?" tanya V.
"Ah, aku tadi habis dari luar mencari udara segar." jawab Min Yoongi sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu.
"Apa Hyung masih belum berbaikan dengan Hana?" V bertanya.
"Entahlah.." Min Yoongi menjawab singkat dia berdiri dan langsung berjalan memasuki kamarnya.
"Masih belum berbaikan..?" tanya Namjoo kepada v.
"Kelihatannya seperti itu." jawab V.
"Hahaha, cinta, aku juga ingin bertemu dengan orang yang aku cintai." Ucap Namjoon sambil duduk, lalu mengambil buku yang akan dibacanya.
"Army...." V berteriak.
Lalu Namjoon dan V tertawa, mereka menikmati waktu santai berdua dengan membaca buku dan bermain game.
Min Yoongi, merebahkan tubuhnya ke atas ranjang setelah beberapa saat dia memasuki kamarnya, dia masih teringat raut wajah Hanaya yang begitu terlihat sangat sedih. dan tiba-tiba menjadi sangat kesal disaat dia teringat perlakuan Kang Bora terhadap Hanaya, ternyata Min Yoongi melihat apa yang telah terjadi antara Hanaya dan Kang Bora. Dia merogoh kantong celananya dan segera menelpon seseorang. Ia meminta orang tersebut untuk menemuinya lusa nanti.
Keesokannya Min Yoongi sudah menunggu Hanaya di cafe HYBE, Min Yoongi tau sebelum Hanaya melakukan pekerjaan dia pasti mampir di cafe HYBE terlebih dahulu, hanya untuk menikmati secangkir kopi kesukaannya. Berjam-jam Min Yoongi menunggu kedatangan Hanaya, namun Hanaya tidak tidak datang pada hari itu, dia lalu bergegas menghampiri Kim Mina dan bertanya tentang keberadaan Hanaya.
"Nuna, apa Hanaya sudah datang..?" tanya Min Yoongi.
"Dia tidak datang hari ini, kemarin dia meminta izin selama dua hari."
"Alasannya..?"
"Aku kurang tau untuk alasannya, yang jelas hari ini dan besok dia tidak akan masuk bekerja." ucap Kim Mina.
Min Yoongi pun tampak menyesal, dia teringat dengan perlakuannya kepada Hanaya beberapa hari yang lalu, dan tidak memberikan kesempatan untuknya menjelaskan tentang foto antara dia dan Riko. Sesekali Min Yoongi meletakan kedua tangannya di kepala, terlihat sekali jika dia benar-benar menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Tolong hubungi Hanaya untuk ku Nuna." Min Yoongi tidak bisa menelpon Hanaya karena nomor Hanaya telah dihapus dari ponselnya.
"Aku tidak bisa menghubunginya, karena kemarin dia bilang dia ingin mengganti nomornya dengan yang baru"
Perkataan Kim Mina membuat Min Yoongi memutuskan untuk pergi ke apartemen Hanaya, tapi ternyata tak ada satu orang pun disana. Lalu Min Yoongi bergegas pergi ke restoran Hanaya, dan tetap saja dia tidak menemukan Hanaya. Hanaya seperti ditelan bumi, tak ada jejak yang ditinggalkannya.
Min Yoongi mengemudikan mobil sport nya tanpa ada tujuan, dia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya.
"Hana, kamu dimana..? Aku minta maaf, aku menyesal."
Malam semakin larut, Min Yoongi yang tak bisa menemukan Hanaya duduk disebuah cafe lalu memesan sebotol Soju dan dan beberapa makanan ringan, agar perutnya tidak terlalu kosong disaat dia menenggak alkohol
ponsel Min Yoongi berdering, tapi dia tidak berniat untuk mengangkatnya, sekarang Min Yoongi hanya memikirkan Hanaya, dia begitu sangat bersalah, apalagi disaat Kang Bora mengintimidasi Hanaya. Min Yoongi hanya diam, dan tidak melakukan apa-apa.
__ADS_1
"Hana, kamu dimana tolong maafkan aku."
Min Yoongi menyadari jika dia terlalu banyak meminum alkohol, lalu meminta si pemilik cafe untuk mencarikan sopir pengganti, meskipun kesadarannya masih sembilan puluh persen, dia tidak ingin membuat masalah dijalanan.