
Sudah lebih dari satu Minggu, Riko masih berada dirumah Hanaya, bukannya dia tidak mau kembali ketempat tinggalnya, tapi Aryan tidak membiarkannya untuk pergi, Aryan menyuruh Riko tinggal lebih lama lagi di apartemennya.
Sementara Hanaya berharap Riko segera keluar dari apartemen, agar dia lebih leluasa pergi keluar untuk bertemu dengan Min Yoongi, karena Riko selalu ikut kemanapun Hanaya pergi, itu juga bukan karena kemauan Riko sendiri, tapi atas keinginan Aryan, tampaknya Aryan ingin membuat Hanaya dan Riko semakin dekat, tapi dia tidak tau jika Hanaya merasa terganggu oleh semua itu.
"Hana, bukankah hari ini kamu ada jadwal untuk ke Hongdae..?" tanya Aryan, sambil menikmati secangkir kopi yang dibuatkan oleh Luna.
"Oh iya, beberapa menit lagi aku akan berangkat." jawab Hanaya.
"Rik, Lu temani Hanaya ya." Aryan seenaknya memerintah Riko. Tapi Riko akan dengan senang hati mengikuti perintah Aryan.
"Nggak usah kak, aku bisa sendiri ngg enak ngerepotin kak Riko terus." Hanaya menolak.
"Nggak bakal ngerepotin kok, Riko juga ngga ngapa-ngapain kan, udahlah jalan sok menolak itukan yang kamu inginkan..?" goda Aryan.
"Ih, kakak apa-apaan sih. "
"Tapi kalo kamu keberatan aku nggk apa-apa dirumah aja."
"Bukan begitu kak, tapi ya udahlah sama aja, ditemani atau enggak nya."
"Udah, sana Rik, lu siap-siap." Aryan menepuk pundak Riko.
Setelah bersiap-siap Hanaya dan Riko pun berangkat, Hanaya ingin menyetir mobilnya sendiri, walaupun Riko sudah menawarkan diri, tapi Hanaya beralasan jika dia jarang sekali membawa mobil semenjak di Korea, jadi dia ingin menikmati perjalanannya.
Hanaya pun tak lupa memutar lagu kesukaannya, siapa lagi kalau bukan lagu-lagu dari BTS, dia sangat bersemangat sekali, dan Riko pun senang melihatnya. Selagi Riko memandangi Hanaya yang begitu ceria, mata Riko tertuju kepada cincin yang ada disebelah kiri jari manis Hanaya.
"Cincin mu bagus." ucap Riko.
"Ah, ini..." Hanaya gugup.
"Sebelumnya aku tidak pernah melihatmu memakai cincin itu."
"Aku pake kok, sejak kapan kak Riko memperhatikan penampilanku..?" tanya Hanaya sambil tersenyum, namun dalam hatinya merasa takut jika Riko mengetahuinya, jika cincin itu pemberian dari Min Yoongi.
Riko hanya tersenyum mendengar pertanyaan Hanaya. Ia curiga jika cincin itu adalah pemberian Min Yoongi, namun dia berusaha untuk berpositif thinking, karena Riko tidak mau hal itu membuat pertengkaran antara dirinya dan Hanaya terjadi.
Selesainya Hanaya menyelesaikan pekerjaannya, Hanaya memilih untuk langsung pulang, tapi Riko ngotot Ingin mengajak Hanaya ke suatu tempat, dengan terpaksa Hanaya harus mengikuti keinginan Riko.
Tapi didalam perjalanan ketempat yang mereka tuju, tiba-tiba sebuah truk dari arah berlawanan menabrak mobil yang di kemudikan Hanaya. Untung saja mereka tidak mengalami luka yang sangat parah, meskipun harus dirawat dirumah sakit selama beberapa hari.
Ponsel Aryan berbunyi, disaat dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, begitupun dengan Luna, beberapa kali Hanaya mencoba menghubunginya tetap saja mereka berdua tidak menjawab panggilan dari Hanaya. Hanaya pun teringat dengan Kim Mina, lalu menelpon, dalam hitungan detik Kim Mina langsung menjawab telpon dari Hanaya.
"Iya, Hana." ucap Kim Mina dari balik ponsel.
"Nuna, apakah kamu bisa membantuku..?" tanya Hanaya.
"Tentu saja Hana, apa yang harus aku bantu?"
"Dalam perjalanan pulang ke Yongsan aku mengalami kecelakaan, dan tidak satupun yang bisa ku hubungi." ucap Hanaya yang terbaik lemah di ranjang rumah sakit.
"Apa..??" Kim Mina terkejut.
"Aku minta tolong untuk nuna segera datang ke rumah sakit H."
"Oke, aku akan segera kesana kebetulan pekerjaan ku sudah selesai untuk hari ini." Kim Mina langsung berlari ke parkiran, tapi tiba-tiba dia teringat dengan Min Yoongi.
"Aku harus memberitahu Suga, jika Hanaya kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit." Kim Mina pun menelepon Min Yoongi.
__ADS_1
"Halo." Min Yoongi menjawab telponnya.
"Hanaya kecelakaan sekarang dia berada dirumah sakit."
"Apa..? rumah sakit mana..? apakah dia parah..?" Hanaya tidak kenapa-kenapa kan..?" Min Yoongi sangat cemas.
"Maka dari itu, ayo kita kerumah sakit kita harus melihat keadaan Hanaya." ucap Kim Mina, sambil berjalan kearah parkiran.
"Oke, aku akan ikut denganmu." Min Yoongi pun berlari keluar dari dorm nya.
"Aku menunggumu di parkiran." Kim Mina langsung mematikan ponselnya.
***
Kim Mina dan Min Yoongi akhirnya sampai dirumah sakit tempat Hanaya dirawat, mereka langsung menuju ruang perawatan.
"Hana...!!" Min Yoongi langsung memeluk Hanaya yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"aduuuh.....!!!!" Hanaya kesakitan karena luka-luka yang ada ditangannya.
" Maaf, Sayang, apa kamu tidak apa-apa..?" Min Yoongi sangat mencemaskan Hanaya.
"Ah, aku tidak apa-apa." jawab Hanaya sambil tersenyum.
Hanaya mengerutkan keningnya, dan melihat kearah Kim Mina, dia terkejut dengan kedatangan Min Yoongi, karena dia tidak mengharapkan itu, Hanaya takut jika dia mengetahui kecelakaan terjadi disaat Hanaya bersama dengan Riko.
"Sorry.." jawab Kim Mina sambil tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.
Ponsel Hanaya berdering, ternyata itu telpon dari Aryan, dan dia segera menjawab telpon tersebut, sambil menceritakan apa yang sedang menimpanya dengan Riko.
"Hana, kenapa selalu begini, kakak sangat mencemaskan mu." Aryan berjalan tanpa menyadari Luna begitu jauh tertinggal dibelakang.
Sesampainya diruang rawat Hanaya, Aryan langsung memeluk Hanaya, air matanya tak mampu lagi dibendung Aryan menangis diperlukan Hanaya.
"Terima kasih Tuhan, Engkau masih menjaganya."
Aryan melihat ke arah Kim Mina dan Min Yoongi, dia heran kenapa mereka bisa bersama Hanaya, dan bertanya-tanya tentang keberadaan Riko.
"Kenapa kalian bisa bersama Hana..?" tanya Aryan.
"Aku tadi ditelpon Hana, karena kamu dan pacarmu tidak bisa dihubungi." jawab Kim Mina.
"Iya kak." Hanaya mengiyakan perkataan Kim Mina.
"Riko dimana..?" Aryan kembali bertanya.
Mendengar pertanyaan Aryan, Min Yoongi melihat kearah Hanaya.
"Dia ada diruang sebelah, mungkin sekarang dia lagi beristirahat, dia juga nggak apa-apa kok kak, cuma lecet doang." Hanaya menjelaskan kondisi Riko.
Ternyata Riko sedang berdiri di depan pintu kamar Hanaya, dia melihat begitu banyak orang-orang yang mencintainya datang dan bergegas melihat keadaan Hanaya, Riko merasa sedih, dan memutuskan kembali ke kamarnya.
"Ya udah, kakak ketempat Riko dulu sebentar." Aryan dan Luna pun pergi untuk melihat keadaan Riko
"Hana, tolong jelaskan apa yang sedang terjadi, kenapa kamu bisa bersama Riko..?" tanya Min Yoongi yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Hanaya.
"Kemarin aku pergi ke Hongdae untuk urusan pekerjaan, dan kak Aryan menyuruh Riko untuk menemaniku, aku sudah menolaknya, tapi kak Aryan memaksa."
__ADS_1
"Kamu yakin, hanya itu saja..?" tanya Min Yoongi penuh selidik.
"Benar, aku bersumpah aku tidak berbohong."
Mata Kim Mina tiba-tiba tersita oleh kedua jari Hanaya dan Min Yoongi, dia melihat cincin yang melingkar di kedua jari manis Hanaya dan Min Yoongi. Ia tersenyum ternyata Hanaya dan Min Yoongi masih akan tetap bersama. Dan dia juga menyimpulkan jika Hanaya tidak akan pernah bisa beranjak dari Min Yoongi.
"Hmm, ada bau-bau mencurigakan nih." Kim Mina melihat kearah cincin yang dipakai Hanaya.
"Emangnya ada bau apa..?" tanya Hanaya sambil menutupi jarinya dengan bantal yang dipangkunya.
"Bau, apa ya...??" Kim Mina berjalan kearah Min Yoongi dan Hanaya.
Dan Kim Mina pun menarik tangan Hanaya dan Min Yoongi, sehingga membuat Min Yoongi terkejut.
"Ini, baunya berasal dari sini nih." Kim Mina mengendus tangan Min Yoongi dan Hanaya.
Serentak Hanaya dan Min Yoongi menarik tangan mereka dari genggaman Kim Mina.
"aaishhh....kenapa kamu begitu norak sekali Nuna..?" tanya Min Yoongi sambil tertawa.
Sementara itu, wajah Hanaya jadi memerah karena tingkah Kim Mina.
"Aku berharap semua yang kalian inginkan akan tercapai." Kim Mina tersenyum seakan dia merasakan kebahagian Hanaya dan Min Yoongi.
"Terimakasih Nuna, kamu baik sekali." Hanaya memeluk Kim Mina.
"Oh iya, sekarang karena udah banyak yang menemani Hana, aku akan pulang terlebih dahulu, Suga apa kamu akan kembali bersama ku.? Kim Mina mengambil tasnya yang diletakan diatas meja.
"Aku akan menemani Hanaya terlebih dahulu." jawab Min Yoongi.
"Oke, aku pamit ya." Kim Mina pun berlalu.
Hanaya menjadi sedikit canggung, dan terdiam sambil menekuk kepalanya, dia seperti kehabisan kata-kata, setelah Kim Mina pergi meninggalkan mereka berdua.
"Hana, kamu jangan pernah membuatku cemas lagi, kamu harus berhati disaat mengendara, kamu lihat sendiri reaksi Aryan disaat dia mendengar kamu kecelakaan." Min Yoongi memegang lembut jemari Hanaya.
"iya, maafkan aku karena tidak hati-hati saat mengendarai mobil.
Min Yoongi mencium tangan Hanaya, dan Hanaya pun tersenyum. Aryan pun kembali keruangan Hanaya dia melihat kedua tangan Hanaya dan Min Yoongi saling berpegangan.
"Hmm, Hana dokter bilang kalian besok sudah bisa pulang, hanya disuruh istirahat semalam saja." Aryan Duduk di sebelah Hanaya tepatnya diatas ranjang disamping Hanaya.
Dan tidak jauh berbeda dari Kim Mina, Aryan pun melihat cincin yang sama di kedua tangan Hanaya dan Min Yoongi. Tapi Aryan memilih untuk diam saja, dan tidak bertanya kepada mereka.
Selang beberapa waktu kemudian, Riko pun menghampiri Hanaya, dari tadi dia begitu sangat mencemaskan nya.
"Riko, ada apa..? apa lo butuh sesuatu tanya Aryan "
"Enggak gue cuma pengen liat Hanaya doank." jawab Riko, sambil duduk di kursi yang telah tersedia.
Hanaya tampak kebingungan, dia melihat kearah Min Yoongi yang dari tadi hanya mendengarkan percakapan dia dan Aryan, dan sekarang Aryan bersama Riko, meskipun tidak mengerti dia berusaha tersenyum kepada Riko. Saat ini Hanaya berharap Min Yoongi segera pergi dari rumah sakit, Dia, Min Yoongi dan Riko akan merasa canggung jika terlalu lama di satu ruangan.
"Hana, aku harus pamit dulu, besok aku harus bangun pagi untuk bekerja, maaf sayang aku tidak bisa menemanimu disini." Min Yoongi mengusap rambut Hanaya, lalu mencium keningnya.
Riko yang berada disana tampak mengalihkan pandangannya, disaat Min Yoongi mencium Hanaya, hatinya merasa panas, kenapa Min Yoongi harus mencium Hanaya tepat didepannya, dan tiba-tiba Riko teringat dengan cincin yang dipakai Hanaya, dan dia melihat jari Min Yoongi, Riko seperti terkena petir disiang bolong ternyata cincin yang dipakai Min Yoongi sama dengan cincin Hanaya. Riko sangat kecewa kenapa Hanaya berbohong kepadanya.
Setelah Min Yoongi pergi, Aryan pun ikut pamit untuk mengantarkan Luna bekerja ke restoran. dan meninggalkan Hanaya dan Riko berdua saja diruang rawat Hanaya.
__ADS_1