Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
koma ll


__ADS_3

"Hana, Hana, Hana..." seseorang memanggil nama Hana.


Hana pun membuka mata nya,dan melihat ke arah orang yang membangunkan nya.


"Yoongi..?"


"Syukurlah kamu sudah bangun,aku takut sekali luka mu cukup parah." Yoongi pun mengusap rambut Hanaya.


"Aku masih ingat,kita mengalami kecelakaan tapi setelah itu aku nggak ingat apa-apa lagi." Hanaya berusaha menerangkan kondisi nya ke Yoongi.


"Iya,nggak usah diingat-ingat lagi,yang terpenting kamu baik-baik aja sekarang,dan sudah bangun."


"Memang aku sudah berapa hari tidak sadarkan diri..??" Hanaya penasaran.


"Hmm...sekitar tiga hari." Yoongi cukup lama memikirkan jawaban yang pas untuk Hanaya.


"Tapi kamu nggak apa-apa kan..?? kamu baik-baik aja kan..?? apa kamu terluka..??" Hanaya memborbardir Yoongi dengan pertanyaan.


"Nggak,aku nggak apa-apa kok,udah tenang aja." Yoongi memegang bahu Hanaya,yang berusaha untuk bangun dari ranjang nya.


"Kamu jangan banyak gerak dulu,kita tunggu dokter,untuk memeriksa kondisi kamu." Yoongi pun duduk di atas ranjang Hanaya,dan memegang lembut tangan Hanaya yang masih terpasang infus.


"Baiklah aku akan menuruti apa yang kamu katakan." Hanaya pun pasrah.


"Tapi mama ku mana,kok nggak ada..?" Hanaya agak sedikit kecewa karena tidak melihat nyonya Sandra.


"Oh,,mama kamu kemarin malam pergi ada urusan yang harus diselesaikan,dan kamu tenang saja,kan ada aku disini."


Hanaya yang berfikir Yoongi lebih baik disini,dari pada mama nya tersenyum,dan berkata.


"Mama ku tidak sepenting itu,yang paling penting kamu sudah ada disini,dan itu benar-benar membuat aku bahagia kok."


"Kamu jangan berbicara seperti itu,sekarang yang terpenting kesembuhan kamu Oke..!!


"Ok.." Hanaya pun tersenyum.


Selama beberapa hari Hanaya masih di rumah sakit,dia harus melatih tubuh nya yang agak sedikit kaku setelah kecelakaan dan mengakibat kan koma beberapa hari. Tapi Hanaya masih saja bertanya-tanya kenapa mama dan kakak nya tidak pernah datang ataupun menelpon untuk menanyakan kabar nya. Tapi Hanaya merasakan Yoongi telah menggantikan posisi mama,dan kakak nya,dan memutuskan tidak akan pernah bertanya lagi tentang mereka.


"Karena kondisi mu sekarang semakin hari semakin membaik,jadi hari ini kamu dibolehin pulang sama dokter,dan malam ini bisa tidur nyenyak dirumah." yoongi pun mulai mengemasi barang-barang Hanaya.


"Benarkah..??" Hanaya begitu senang,tapi seketika wajah nya berubah jadi murung.


"Kenapa..?" Tanya Yoongi lalu mengahampiri Hanaya.


"Jika aku pulang,pasti nya kamu tidak akan menjaga ku lagi..??" Hanaya menundukkan kepala nya.


"Aku kan sudah berjanji,jika aku akan selalu ada buat kamu,apalagi kondisi kamu sekarang seperti ini,untuk sementara aku akan tinggal dirumah kamu.." Yoongi lalu memeluk Hanaya.


Tanpa berpikir panjang Hanaya membalas pelukan yoongi,lalu berkata. "Thanks Agust D,you are the best."


Hanaya melihat jam yang ada di tangan nya,dia tidak sabar lagi untuk pulang kerumah,tetapi Yoongi tidak kunjung datang. Hanaya agak sedikit gugup takut Yoongi tidak bisa datang,dan mungkin saja dia tidak akan kembali. Takut dengan jadwal nya yang padat dan dia akan kembali ke Seoul.


"Min Yoongi kemana,sudah mulai malam tapi masih saja tidak kelihatan."


Hanaya pun mulai pasrah dia memutuskan untuk pulang sendirian,dan meminta suster mengantarkan barang-barang nya ke taxi yang sudah menunggunya dari tadi.


"Hanaya,tunggu...!!!" suara Yoongi terdengar jelas di telinga Hanaya,tetapi dia tetap naik ke taxi yang sudah menunggu nya sedari tadi.


Melihat Hanaya yang tidak mendengarkan nya,Yoongi pun langsung berlari dan menghadang taxi tersebut.


Dengan terpaksa Hanaya turun dari taxi,dan menghampiri Yoongi.


"Kamu menghalangi taxi yang mau jalan MINGGIR...!!" seperti nya Hanaya tak bisa lagi membendung kekesalan nya.


"Hana,aku minta maaf tadi aku ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini juga,dan aku bukan nya melupakan mu,tolong mengerti lah..!!" Yoongi memohon.

__ADS_1


Dalam hati Hana berbicara. "Iya juga sih,dia kan orang yang super sibuk,masih untung aku dapat perhatian dari dia.


Yoongi pun mengeluarkan barang-barang Hanaya dari dalam taxi,dan membayar taxi tersebut karena merasa tidak enak dengan sopir taxi yang telah menunggu mereka.


"Ayo,jangan marah lagi." Yoongi membawa Hanaya masuk ke dalam mobil nya.


Hanaya pun pasrah,dan hanya bisa mengikuti Yoongi. Sebenarnya Hanaya didalam hati nya merasa senang ternyata Yoongi datang untuk menjemput nya.


Beberapa jam kemudian Hanaya dan Yoongi sampai di kediaman nya, Hanaya pun langsung masuk kedalam rumah tanpa menoleh kepada Yoongi,dan segera menuju kamar nya. Tapi sesampainya di depan pintu kamar,langkah Hanaya terhenti,dan membalikkan badan nya,melihat Yoongi yang sedang kesusahan membawa barang-barang Hanaya sendirian.


Tiba-tiba Hanaya berlari kearah Yoongi dan memeluk nya,sehingga apa yang dilakukan Hanaya membuat Yoongi agak sedikit terkejut.


"Maaf,aku tidak tau diri dan memarahi mu, seharusnya aku harus bersabar dan yakin kamu akan datang, Maaf..!!" Hanaya pun mulai terisak.


Mendengar apa yang di ucapkan Hanaya membuat Yoongi tersenyum,dan membalas pelukan Hanaya.


"Aku yang seharusnya minta maaf, karena telah membuatmu menunggu terlalu lama."


"Aku takut kamu tidak akan kembali." Hanaya semakin mempererat pelukan nya.


"Aku akan selalu ada buat kamu,jadi jangan khawatir aku tidak akan meninggalkan mu." Yoongi berusaha menenangkan Hanaya.


Hanaya pun melepaskan pelukan nya,tetapi sekarang Yoongi lah yang memperat pelukan nya terhadap Hanaya.


" Tunggu untuk beberapa saat tetap lah seperti ini." Yoongi mencium pundak Hanaya.


Dalam hati Hanaya begitu sangat senang sekali, Yoongi memeluknya seperti itu dan bergumam.


"Mungkinkah Yoongi akan bisa selamanya dengan ku..? dia rela menunda pekerjaan nya demi merawat ku,tak ada yang lebih baik dari diri nya."


Yoongi mengantarkan Hanaya ke dalam kamarnya,dan menyuruh Hanaya untuk istirahat. Setelah Hanaya berbaring ditempat tidur, Yoongi berencana untuk kembali keluar tapi Hanaya tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Yoongi.


"Aku mau kamu menemaniku,aku takut kamu akan menghilang." Hanaya menahan Yoongi untuk tetap berada di samping nya.


"Ya sudah,aku akan disini sampai kamu tertidur." Yoongi pun berbaring di samping Hanaya.


"Iya,aku janji dan,sekarang kamu istirahat lah,pejamkan mata mu,dan aku akan memperhatikan dari jarak yang sangat dekat." Yoongi berusaha untuk menyenangkan hati Hanaya.


Dan,Hanaya pun terlelap.


***


Nyonya Sandra,menelpon,dan mengabari para sahabat Hanaya,dia mengabari tentang apa yang telah terjadi terhadap Hanaya,sudah dua hari Hanaya tidak sadarkan diri,karena kecelakaan yang menimpa nya. Tidak lama setelah itu Sahabat-sahabat Hanaya pun langsung datang ke Rumah Sakit. Luna,Maya,dan Dewi langsung menghampiri nyonya Sandra.


"Tante,gimana keadaan Hanaya..?" Luna bertanya kepada nyonya Sandra.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Luna,nyonya Sandra langsung memeluk Luna,dan menangis sejadi-jadinya nya,Dewi dan Maya melihat hal tersebut juga tidak dapat membendung kesedihan nya,seketika itu mereka pun menangis.


"Hanay dimana Tante..?" Dewi mencari keberadaan Hanaya.


"Dia masih diruang ICU wi, Hanaya masih belum sadar." tangis nyonya Sandra tak ada henti-hentinya.


"Tante yang sabar ya,kita disini bakalan ada untuk Tante dan Hanaya." Maya berusaha menghibur ibu teman nya tersebut.


"Aryan sudah dikasih kabar Tan..? Dewi bertanya sambil memapah nyonya Sandra ke kursi.


"Aryan masih belum bisa di hubungi,tapi Tante udah mengirim pesan kepada nya.


"Sebaiknya Tante istirahat dulu,biar kami yang menjaga Hanaya disini. Luna melihat kondisi Nyonya Sandra yang agak mulai melemah.


"Iya Tan, mumpung kami ada disini Tante harus istirahat,kalo Tante ngedrop siapa yang akan jagain Hanaya nanti jika kami tidak ada,jangan sampai Tante juga di rawat dirumah sakit ini. Maya menimpali ucapan Luna.


"Terimakasih ya anak-anak,kalian memang sahabat Hanaya yang paling baik." nyonya Sandra sangat terharu.


"Ayo Tan,aku anter pulang." Dewi menawarkan diri.

__ADS_1


"Nggak Wi,Tante akan beristirahat di hotel sebelah rumah sakit ini,kalau pulang terlalu jauh buat Tante."


"Oh,ya udah sini aku anterin,sekalian aku anterin Tante buat makan."


"Terimakasih sekali lagi buat kalian ya,Tante pamit,jagain Hanaya." nyonya Sandra akhirnya pergi dengan di antar oleh Dewi.


Luna dan Maya yang penasaran dengan kondisi Hanaya mencari tau,dengan bertanya kepada suster yang baru saja keluar dari ruang ICU.


"Sus apakah kami boleh melihat kondisi Hanaya..?" Luna tidak sabar ingin melihat kondisi Hanaya yang sebenarnya.


"Boleh saja,tapi harus bergantian ya,pasien tidak boleh dibesuk oleh banyak orang." setelah menjawab pertanyaan Luna, suster itu segera pergi.


"Ya udah,aku duluan ya yang masuk." Luna tidak sabar untuk melihat Hanaya.


Setelah melihat kondisi Hanaya,Luna pun keluar,dengan air mata yang tidak berhenti mengalir dari pipi nya.


"Gimana lun..?" Maya pun bertanya tentang kondisi Hanaya.


"Terlalu banyak alat yang terpasang di tubuh Hanaya may,aku nggak kuat untuk melihatnya. Luna mencoba menerangkan kondisi Hanaya dengan tangisan yang memecah ruang rumah sakit.


"Ya ampun Hana, kenapa bisa begini..??" Maya pun tak bisa lagi menahan air mata nya.


Tidak lama kemudian Dewi pun datang setelah mengantarkan nyonya Sandra ke hotel yang berada tidak jauh dari rumah sakit.


"Gimana,kalian udah liat kondisi Hanaya..? tanya Dewi penasaran.


Kedua sahabat nya itu terdiam,dan memilih untuk melihat sendiri kondisi Hanaya. Hanya hitungan menit Dewi pun keluar dari ruang ICU,dan menangis sejadi-jadinya.


"Kok Hana bisa seperti itu sih..??" dia tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.


Melihat Dewi menangis, Luna,dan Maya hanya bisa terdiam,dan sesekali menitikkan air mata.


"Tunggu,aku harus menelpon Aryan dia harus tau kondisi Hanaya." Dewi pun mengeluarkan ponsel nya.


"Kamu kenal sama kakak nya Hana wi..?" Maya penasaran.


"Iya lah,pasti kenal,kan rumah mereka deketan." Luna menjawab pertanyaan Maya.


Dewi mencoba menghubungi Aryan.


"Tersambung, Halo, Aryan ini Dewi."


Dibalik telon Dewi Aryan menjawab " Ya wi,tumben nelpon ada apa..?" Aryan cukup senang menerima telpon dari Dewi.


"Tante udah hubungin kamu belum?" tanya Dewi.


"Nggak tuh,ada apa emang..?" Aryan balik bertanya.


"Gini.." Dewi sangat berat untuk memberi tahu Aryan tentang kondisi Hanaya.


"Oh,ya ponsel Hanaya kok nggak bisa di hubungi ya..?, ntar bilangin ke Hanaya ya buat telpon balik Abang nya." Aryan tiba-tiba memotong perkataan Dewi.


"Aryan,kamu harus dengerin apa yang akan aku omongin dulu." Dewi agak sewot.


"Oke, sorry..sorry..!!" Aryan merasakan firasat yang tidak enak.


"Gini,Hanaya habis nganterin kamu ke bandara,mengalami kecelakaan,dan dia koma,sampai hari ini." Dewi berusaha tegar.


"Kamu jangan becanda Wi." Aryan tidak percaya dengan perkataan Dewi.


"Serius Yan,tapi kamu harus kuat disana,terserah kamu mau langsung balik,atau gimana,yang jelas kamu kuat disana,disini ada kita-kita kok nemenin Tante Sandra.."


Terdengar raungan di balik telpon,Aryan yang shock mendengar kabar tentang Hanaya hanya bisa menangis,dan menyesali yang telah terjadi,dia berpikir seandainya dia tidak minta diantar oleh Hanaya pada hari itu,hal ini tidak akan terjadi.


"Wi,sekarang aku minta tolong,jagain Hanaya dan mamah,soalnya ada beberapa hal yang harus diurus,dan aku bakalan secepat mungkin untuk balik kesana."

__ADS_1


"Tanpa di pinta kita udah ngelakuin nya kok Yan,kamu harus kuat,dan usahakan segera mungkin kesini." Dewi pun mematikan ponsel nya.


__ADS_2