Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Masa lalu


__ADS_3

"Hana, apa kau tidak ingin keluar dari kamar mu..?" Kim Mina memanggil Hanaya.


"Apa kau akan tetap didalam kamar disaat kami mengunjungimu, karena kami merasa cemas dengan kondisimu.


Hanaya masih membatu di kamarnya.


"Biar aku yang memanggilnya, kamu pergilah ke ruang tamu." Min Yoongi yakin jika dia yang memanggil Hanaya pasti keluar dari kamarnya.


"Oke." Kim Mina lalu pergi.


"Hana, buka pintunya, yang harus melarikan diri itu adalah aku, kenapa kamu yang tidak ingin keluar dari kamar."


Akhirnya Hanaya membukakan pintu, dengan menundukkan kepalanya.


"Maaf, aku tidak tau mereka akan kesini." Hanaya merasa bersalah.


"Sudahlah, mereka sudah sini, mau tidak mau kita harus menghadapinya." Yoongi memegang tangan Hanaya, dan membawanya keruang tamu.


"Wah, tersangkanya sudah keluar." Kim Hara kesal karena merasa dibohongi.


"Noona, aku minta maaf aku bukan bermaksud untuk berbohong." Hanaya membungkukkan badannya.


"Hanaya aku salut padamu, aku senang kau baik-baik saja." Lee Hye jie berubah pikiran dia tidak ingin memarahi Hanaya karena telah berbohong dia teringat jika Hanaya adalah bos di tempat kembarannya bekerja.


Tapi secara bersamaan Kim Hara, dan Kim Mina melihat kearah Lee Hye jie sambil melotot.


"Kenapa kita harus marah, apa salahnya jika dia bersama Min Yoongi dirumahnya sendiri." Lee Hye jie berusaha membela Hanaya.


"Hanaya tolong jelaskan kenapa kamu berbohong dan mengatakan jika kamu sedang sakit." Kim Mina mulai berlagak seperti bos.


"Itu.."


"Aku yang menyuruhnya berbohong." Min Yoongi membela Hanaya.


"Yaa, Mr SUGA apa yang kau lakukan kepada Hanaya kenapa gadis baik-baik seperti dia bisa bersamamu dirumahnya sendiri..?" Kim Mina malah memarahi Min Yoongi.


"Noona ini salah ku, tolong maafkan aku, aku akan memberikan surat pengunduran diri besok pagi, aku akan bertanggung jawab untuk semuanya." Hanaya tidak ingin Min Yoongi ikut terseret dengan permasalahannya.


"Siapa yang menyuruhmu mengundurkan diri, apa kau sanggup membayar uang penalti jika kau mengundurkan diri..?" Kim Mina mulai kesal.


"Aku akan membayarnya, cukup untuk memarahinya." Min Yoongi tidak terima wanita yang dicintainya mendapatkan perlakuan tidak baik.


"Yoongisie, aku tau kamu sangat kaya, tapi aku tidak ingin uang mu." Kim Mina berdiri dan menghampiri mereka berdua.


"Noona tolong maafkan aku." Hanaya mulai sedikit takut karena melihat ekspresi Min Yoongi yang sepertinya bersiap-siap akan menerkam Kim Mina.


"Hei, Gadis bodoh kenapa kau meminta maaf, aku senang keinginan mu bisa terwujud." Kim Mina memeluk Hanaya.


reaksi tidak terduga dari Kim Mina membuat Hanaya menghela nafas.


"Kenapa kau membuatku hampir saja membunuhmu.." Hanaya tersenyum.


"Hana, selamat kau mendapatkan Yoongi lebih dari yang kamu mau, bisik Kim Mina."


Ternyata Kim Mina melihat tanda merah bekas gigitan dari Min Yoongi dileher Hanaya karena dia mengikat tinggi rambutnya.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Hanaya langsung melepaskan rambutnya.


Min Yoongi yang mendengarkan bisikan sari Kim Mina membuat nya tersenyum. dia tidak menyangka jika Kim Mina secepat itu membahasnya.


Hanaya melirik Min Yoongi penuh kesal, karena melihat dia tersenyum.


"Aku sudah memprediksikan hal ini akan terjadi, disaat kita melakukan pekerjaan diluar kota, jangan pikir aku tidak melihat apa yang kalian lakukan." Kim Hara tersenyum sambil mencolek dagu Hanaya.


"Kenapa kalian jadi menyudutkan aku." Hanaya kesal.


"Memangnya ada apa..? Apa aku orang satu-satunya yang tida tau tentang cerita kalian berdua.?" Lee Hye jie merasa tidak dianggap.


"Gimana kau bisa tau, jika kamu asyik berlibur dengan pacar tercintamu." jawab Kim Hara.


"Yoongisie, kamu harus bertanggung jawab untuk semuanya, kali ini kau harus memasak untuk kami." Kim Mina kembali ketempat duduknya lalu menyilangkan kakinya yang jenjang.


"Baiklah." min Yoongi langsung menuju dapur.


"Aku akan membantumu."


"Eit, tunggu kamu harus tetap disini banyak yang akan kutanyakan kepadamu Hanaya." Kim Hara menarik tangan Hanaya lalu duduk ditengah-tengah mereka yang ingin tau apa yang telah dilakukannya bersama Min Yoongi.


" Nanti saja di kantor aku ceritakan, aku tidak mau Yoongi merasa tidak nyaman karena pertanyaan yang kalian ajukan." Hanaya berdiri dan langsung menyusul Min Yoongi.


"Hana, apakah kau menikmatinya..?" teriak Kim Mina.


Dan mereka bertiga pun menertawakan Hanaya yang menjadi salah tingkah.


Min Yoongi yang sedang asyik meracik bumbu untuk membuat pasta, melihat Hanaya yang sedang menata rambutnya, dia berusaha menutup bagian lehernya yang merah dengan rambutnya yang di gerai.


"Mereka sudah melihatnya kenapa harus kau tutupi seperti itu."

__ADS_1


"Aku malu." dia menundukkan kepalanya sambil bersandar dipunggung min Yoongi.


"Apa yang membuat mu malu, biarkan saja mereka nantinya juga akan diam sendiri." Min Yoongi berusaha menenangkan Hanaya.


"Kenapa mereka datang disaat yang tidak tepat." gerutu Hanaya.


"Sudahlah tidak usah dibahas, bantu aku untuk menyiapkan makanannya."


"Oke." jawab Hanaya kurang bersemangat.


Setengah jam kemudian, pasta yang dimasak Min Yoongi sudah jadi, Hanaya menghidangkannya di atas meja makan, Min Yoongi yang pintar dalam memasak membuatnya sangat mudah untuk memasak masakan apapun.


"Panggil mereka, agar bisa memakannya selagi masih hangat." perintah Yoongi kepada Hanaya.


"Kamu saja, aku tidak bersemangat melihat mereka saat ini." Hanaya memilih duduk dari pada memanggil teman-temannya.


"Ayolah jangan seperti itu." Min Yoongi menarik tangan Hanaya agar dia berdiri dari tempat duduknya.


Tapi Hanaya tidak ingin beranjak dari tempat duduknya, lalu memeluk Yoongi.


"Kenapa mereka datang disaat yang tidak tepat, hari ini kamu terlalu sibuk bekerja, dan membuatku sendirian dari pagi." Hanaya menengadah melihat kearah Min Yoongi.


"Maaf, tadi aku sedikit fokus dengan pekerjaanku, sehingga aku mengabaikan mu.


Min Yoongi mengecup kening Hanaya.


"Cepat panggil mereka bertiga." suruh Min Yoongi.


"Aku tidak mau, aku masih ingin memelukmu seperti ini." Hanaya semakin mempererat pelukannya.


"Apa kamu mau, mereka melihat kita seperti ini..?" tanya Min Yoongi.


"Terserah, mereka terlanjur mengetahui, sekarang aku tidak perduli.


Dan ternyata mereka bertiga sudah berada diruang makan, dan melihat Hanaya yang sangat manja terhadap Min Yoongi.


Mereka juga terkejut dengan ekspresi Min Yoongi yang tidak seperti biasanya, dia lebih banyak tersenyum dan berbicara.


"Ayo, kita makan...!!!" Kim Hara mengeluarkan suaranya.


Namun Hanaya masih saja tidak melepaskan tangannya.


"Hei, Hanaya apa kamu tidak akan makan, dan akan terus bergelantungan seperti anak monyet..?" Kim Mina langsung duduk di kursi meja makan.


"Noona, terimakasih kau selama ini yang membuatku bisa bertahan, dan membuat Min Yoongi ada disini.


Hanaya yang mendengarkan perkataan Kim Mina merasa mempunyai kakak perempuan yang sangat mencintainya.


"Ayo makan, nanti saja lanjutkan ceritanya." Min Yoongi mempersilahkan mereka semua untuk makan.


"Hmm, Min Yoongi pastanya sangat enak." Kim Hara memuji masakan Min Yoongi.


"Terimakasih.." ucap Min Yoongi kepada Kim Hara.


***


Setelah selesai makan, mereka berlima berkumpul diruang tamu, dan terlibat obrolan yang seru mereka saling menceritakan masa lalu yang masing-masing membahas betapa begitu manisnya, dan mengesankan disaat pertama kali bertemu dengan pasangan mereka.


Tapi tidak bagi Kim Mina yang tinggal menunggu keputusan pengadilan untuk perceraiannya.


Hanaya melihat wajah Kim Mina berubah dan merasa sedih, lalu menggenggam tangannya, dia berusaha untuk menyemangati Kim Mina walaupun hanya dalam diam.


"Hana, apakah itu kamar kakakmu..?" tanya Kim Hara.


"Ya." jawab Hanaya singkat.


"Boleh aku melihat-lihat, aku penasaran seperti apa kakakmu." Kim Hara langsung berlari dan masuk ke kamar Aryan.


"Pasti kamu mempunyai kakak yang sangat tampan jika aku melihat darimu yang cantik." Kim Mina memuji Hanaya.


"Ah, noona bisa saja " Hanaya tersipu malu karena dipuji di depan Min Yoongi.


"Noona, apa kalian tidak penasaran dengan wajah kakak Hanaya, kalian berdua ke sinilah." Kim Hara berteriak dari dalam kamar Aryan.


"Dia benar-benar berisik sekali." ucap Kim Mina, tapi dia juga penasaran dengan paras kakak laki-laki Hanaya dan langsung menyusul Kim Hara bersama Lee Hye jie.


Min Yoongi yang memperhatikan Hanaya tiba-tiba mengecup pipi Hanaya sembari berkata.


"Benar apa yang dikatakan Kim Mina, kau sangat cantik meskipun tanpa make-up yang tebal." ucap Min Yoongi memuji Hanaya.


"Benarkah, kamu seharusnya bangga mempunyai pacar yang cantik seperti ku." Hanaya merebahkan tubuhnya kedalam pelukan Min Yoongi.


"Tentu saja." Min Yoongi mengacak rambut Hanaya.


Didalam kamar Aryan. Kim Mina melihat foto kakak Hanaya, dia begitu kaget setelah melihat foto-foto yang terpampang di dinding kamar lalu segera bergegas keluar.


"Hana, apakah foto laki-laki yang ada di dinding itu adalah kakakmu..?" tanya Kim Mina penasaran.

__ADS_1


"Iya, tampan bukan..?" Hanaya sedikit menyombongkan kakaknya.


"Iya, memang dia begitu sangat tampan sekali." jawab Kim Mina.


"Ada apa dengan ekspresi mu Mina..?"Tanya Min Yoongi.


"Jadi yang koma selama delapan bulan itu adalah kamu..?" tanya Kim Mina.


"Kok Noona tau aku pernah mengalami koma..?" tanya Hanaya penasaran.


Kim Mina menundukkan kepalanya, dan mulai bercerita.


"Kakakmu adalah teman satu kerja ku disaat aku masih bekerja di stasiun tv S**


"Benarkah..?" tanya Hanaya.


"Iya, tapi dia mengundurkan diri karena ingin mengurus adik satu-satunya yang sedang koma."


"Tunggu, jadi kakak adalah Kim Mina cinta pertama kak Aryan?"


"Benarkah..?" Kim Mina sedikit kaget dengan ucapan Hanaya.


"Iya, waktu itu kita memainkan sebuah permainan, dan siapa yang kalah harus berkata jujur, dan salah satu teman kerjanya bertanya, Siapa perempuan yang di taksir kak Aryan, dan dia menyebutkan nama Kim Mina.


Hanaya tidak menyangka jika dia bekerja dan berteman dengan cinta pertama Aryan.


"Dia memang selalu perhatian denganku, aku sempat menyukainya tapi sayang waktu itu aku sudah mempunyai pacar, dan akan segera bertunangan." Kim Mina bercerita sambil mengingat masa lalu.


"Wah, ternyata dunia ini begitu sempit ya." ucap Min Yoongi.


"Lalu dimana Aryan sekarang, apakah dia masih bekerja di akhir pekan?' tanya Kim Mina.


"Dia pergi berlibur dengan pacarnya ke pulau Jeju." jawab Hanaya


" Oh." Kim Mina menanggapi dengan santai.


Kim Hara, dan Lee Hye jie keluar dari kamar Aryan, mereka mengagumi ketampanan kakak Hanaya tersebut, dan Kim hara meminta Hanaya memperkenalkan dirinya kepada kakaknya tersebut.


"Hana, kenalkan aku kepada kakakmu."


"Kakak ku sudah punya pacar, jadi sayang sekali kamu terlambat."


"Ah,,, nggak asyik ah."


"Hana, bolehkah kami menginap disini..? Biar kita bisa menjagamu." tanya Lee Hye jie tiba-tiba.


"apa..?" tanya Hanaya kaget.


"Jangan didengarkan Hana, dia memang suka begitu." Kim Mina menutup mulut Lee Hye jie yang asal bicara.


"Oou iya, tapi jika kalian ingin menginap juga tidak masalah " masih ada kamar kosong disebelah sana." ucap Hanaya.


"nggakak kok Hana, Lee Hye jie hanya bercanda ini kami mau pulang, syukurlah kamu tidak apa-apa." Kim Mina tidak ingin mengganggu Hanaya dan min Min Yoongi.


"Kenapa buru-buru sekali, kalian bisa lebih lama tinggal disini."


Namun Kim Mina tidak mendengarkan ucapan Hanaya, dia tetap dengan keputusannya membawa Lee Hye jie dan Kim Hara keluar dari apartemen Hanaya, sebelum mereka menimbulkan kekacauan.


"Sampai jumpa Minggu depan Hana, aku akan memberikan libur yang banyak untukmu." teriak Kim Mina dari pintu.


***


"Aah.. akhirnya mereka pergi juga." Hanaya menghempaskan tubuhnya ke sofa, dan menghela nafas panjang.


"Sepertinya besok aku benar-benar harus pergi ke Daegu." ucap Min Yoongi sambil duduk di samping Hanaya.


"Kenapa? Kok tiba-tiba sekali..?" tanya Hanaya.


"Iya, aku ingin bertemu dengan orang tuaku." jawab Min Yoongi.


"Oh, ya sudah."


"Apa kamu mau ikut..?" tanya Min Yoongi.


"Jangan sekarang." jawab Hanaya sambil merebahkan tubuhnya dan meletakan kepalanya di atas paha Min Yoongi.


"Baiklah, jika kamu tidak mau ikut." Min Yoongi membelai rambut Hanaya.


"Aku akan ikut denganmu jika kamu sudah melamar ku dan berniat menjadikan ku istrimu." Hanaya memejamkan matanya.


"Apa kamu mengantuk..?" tanya Min Yoongi.


"Hmm, tapi aku ingin tidur sambil dipeluk oleh mu" Hanaya bertingkah manja.


"Baiklah."


Min Yoongi pun bangun dari tempat duduknya lalu menarik tangan Hanaya menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2