Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Bertahan, dan mencintai


__ADS_3

Malam pun semakin larut, setelah menikmati makan malam Hanaya dan Min Yoongi kembali bersantai menikmati bintang-bintang yang semakin bersinar, hanya mereka berdua, suasana yang romantis membuat mereka semakin nyaman dan tidak mau beranjak dari tempat duduk masing-masing.


"Apa kamu tidak mengantuk..?" tanya Hanaya.


"Belum, aku tidak ingin melewati suasana yang indah seperti ini, apalagi ditemani orang yang sangat aku cintai." jawab Min Yoongi


Mendengar ucapan Min Yoongi membuat Hanaya menjadi wanita yang paling bahagia, karena dia tau Min Yoongi selalu dikelilingi wanita-wanita cantik setiap harinya, tetapi dia tau cinta Min Yoongi sangat tulus kepadanya.


"Aku juga, tidak ingin melewati malam yang indah ini, karena aku tau kedepannya aku akan sangat jarang bertemu denganmu." ucap Hanaya sambil tersenyum.


"Berjanjilah, kamu akan bertahan meskipun aku akan jarang bertemu denganmu, dan tetap saling percaya, dan tetap saling mencintai apapun yang akan terjadi nantinya." min Yoongi menggenggam tangan Hanaya.


"Ya, aku akan berjanji, tidak akan pernah berpaling darimu."


"Terimakasih sudah sangat pengertian, untuk saat ini kamu adalah penyemangat aku, dan jangan bikin aku galau disaat kita sedang berjauhan."


"Iya, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga hubungan kita."


Lalu tiba-tiba ponsel Hanaya berdering, sebuah panggilan telpon membuat raut wajah Min Yoongi langsung berubah kesal.


"Tunggu sebentar ya." Hanaya berdiri untuk mengangkat tlpn dari Riko."


"Kenapa harus menjauh, disini saja." Min Yoongi menarik tangan Hanaya dan sedikit menghentakkan nya, sehingga Hanaya sedikit takut dengan ekspresinya Min Yoongi.


"Halo, kak." Hanaya menjawab telpon dari Riko.


"Kamu lagi dimana..?" tanya Riko dari balik ponsel."


"Nanti aku hubungi lagi aku sekarang sedang bersama Min Yoongi."


"Dimana..?" tanya Riko pemasaran.


"Sudah dulu ya kak." Hanaya mematikan ponselnya.


"Sepertinya Riko sangat mencemaskan mu." ucap Min Yoongi ketus.


"Mungkin ada urusan penting, aku jangan seperti itu." Hanaya berusaha menenangkan Min Yoongi.


"Dari siang tadi dia mencoba menghubungi mu, apakah urusannya begitu sangat penting sekali."


"Kenapa tiba-tiba kita membahas kak Riko, aku pun sudah jujur kepadanya jika aku sedang bersama kamu sekarang." Hanaya mulai sedikit kesal.


"Oke, oke, maaf.." Min Yoongi beranjak masuk kedalam rumah.


"Ini nih yang bikin kesal.,"


Hanaya mengikuti Min Yoongi dari belakang.


"Tunggu." Hanaya menarik tangan Min Yoongi, dan membawanya duduk di ruang tamu.


"Kotak obat mu dimana..?" tanya Hanaya.


"Di atas meja rias dalam kamar." Min Yoongi menjawab singkat karena masih sedikit kesal.


"Tunggu jangan kemana-mana."


Tidak lama kemudian Hanaya membawa kotak Obat keluar dari kamar Min Yoongi, dan langsung duduk didepan Min Yoongi.


"Sini bibirmu."


"Kenapa, apa kamu mau mesum agar aku tidak kesal..?" tingkah Min Yoongi menjadi sedikit kekanakan.


"sini bibirnya." Hanaya menarik wajah Min Yoongi, hampir mendekat ke wajah nya, sehingga membuat jantung Min Yoongi berdetak tidak karuan.


Hanaya mengoleskan cream obat luka di pinggir bibir Yoongi yang terluka, Hanaya pun tersadar wajahnya dan wajah Min Yoongi terlalu dekat sehingga dia menelan ludah sendiri, dan langsung merasa gugup.

__ADS_1


"Selesai." Hanaya sedikit mendorong Min Yoongi.


Disaat akan berdiri Hanaya pun ditahan oleh Min Yoongi. sehingga jantung Hanaya ikut berdetak tidak karuan. Dia sedang memikirkan apa yang akan dilakukan Min Yoongi.


"Kamu harus bertanggung jawab penuh dengan bibir yang terluka ini.'


"Kenapa harus aku, kan kamu yang memulai duluan." Hanaya menjadi gugup.


"Berarti ini salah aku..?" tanya Min Yoongi.


"Iya." jawab Hanaya memberanikan diri.


"Oke, aku akan bertanggung jawab."


"Oke, aku juga akan bertanggung jawab." Tiba-tiba Hanaya naik kepangkuan Min Yoongi dan membuat Min Yoongi panik, seketika itu dia merasa gugup.


"Hei, a,a,paa yang kamu la lakukan..?"


"Kamu ingin pertanggung jawaban dariku kan..??" Hanaya mendorong Min Yoongi.


"Jangan.....jangaaaan, apa kamu sudah gila, Hanaya jangan, kamu membuatku takut.." Min Yoongi membanting Hanaya kesamping.


"Kamu ingin aku bertanggung jawab kan..??


"Tapi tidak begitu, jangan coba-coba memancingku." Min Yoongi lari kedapur.


"Rasain, jangan macam-macam dengan Hanaya, pake acara ngambek segala, gara-gara kak Riko menelpon" Hanaya berbicara sendiri lalu mengejar Min Yoongi kedapur.


Min Yoongi membuka lemari es, dan mengambil sekaleng bir untuk menenangkan dirinya tapi tidak lama kemudian Hanaya muncul dan membuatnya kaget.


"Bisa kah kamu bersuara jika datang..?"


"Hahahah...." Hanaya tertawa.


"Hei, Min Yoongi kamu jangan seperti anak kecil, yang marah cuma gara-gara telpon dari orang lain." Hanaya menutup pintu lemari es agak sedikit kencang.


"Wah, gawat.." Hanaya berbalik ketakutan.


"Oke, kita sama-sama tenang.." Lalu Hanaya berlari menuju kamar Min Yoongi dan menguncinya.


"Hanaya....!!!!"


"Hana, kamu kemana..??"


"Hana, kenapa kamu membiarkan aku sendirian diluar..?"


"Kamu tidur diluar, aku tidur didalam, oke....!!!" Hanaya berteriak dari dalam kamar.


"Wah, kamu curang ya..."


Hanaya tidak menanggapi perkataan Min Yoongi, dan langsung menuju tempat tidur, kasur yang empuk membuat Hanaya tergoda dan langsung menghempaskan tubuhnya, dan seketika matanya pun terpejam, dan tak lagi memperdulikan Min Yoongi.


Beberapa jam berlalu, Hanaya terbangun dari tidur pulas nya, dia merasa haus dan ingin minum, Ia pun keluar, dan langsung menuju dapur, tapi dia tidak melihat Min Yoongi dan membuat dia bertanya-tanya.


"Min Yoongi kemana..?"


"Yoongi, kamu dimana..? Hanaya melihat jam di dinding, dan waktu menunjukan pukul 03.00 pagi, sedikit panik tapi dia segera menuju halaman belakang. Benar saja dia melihat Min Yoongi sedang duduk sendiri dengan beberapa Keleng bir kosong didepannya.


"Apa kamu tidak tidur..? tanya Hanaya.


"Kamu bangun."


"Apa yang sedang kamu pikirkan..?" tanya Hanaya dengan suara seraknya sambil memeluk Min Yoongi dari belakang.


"Oh, mataku belum mengantuk." menarik lembut tangan Hanaya dan menyuruhnya duduk di atas meja tepat didepan Min Yoongi duduk.

__ADS_1


"Hana...!!! memeluk Hanaya.


"Kenapa..??" Hanaya mengusap punggung Min Yoongi.


"Bertahanlah sedikit lagi, sampai tugas-tugas ku selesai."


"Hmm, aku akan bertahan dan menunggumu."


"Berjanjilah.."


"Aku akan berjanji, apakah itu yang sedang kamu pikirkan, atau ada hal yang lain?' tanya Hanaya.


"Banyak yang sedang aku pikirkan, tapi membuat kamu tetap bersamaku seperti ini, itu membuatku bersemangat kembali."


"Aku janji, tetap setia kepada Min Yoongi, dan cincin ini sebagai saksinya." Hanaya memperlihatkan cincin yang ada di jari manisnya.


Min Yoongi tersenyum, dia terlihat sedikit lega dengan ucapan dan Cincin yang dipakai Hanaya, dia melihat ketulusan Hanaya mencintainya, seorang penggemar, yang benar-benar menerima dia apa adanya, mencintai kekurangan dan kelebihan nya, dan itu membuat Min Yoongi ingin mempertahankan Hanaya sampai akhir.


"Ayo tidur." Hanaya menarik tangan Min Yoongi.


"Apa kamu akan tidur bersamaku..??" Tanya Min Yoongi.


"Hmm, aku akan tidur denganmu."


"Apa kamu tidak takut..?" tanya Min Yoongi kembali.


"Asalkan kamu tidak mengigit ku saja, aku tidak akan takut."


"Hana." Min Yoongi menghentikan langkahnya.


"Kenapa lagi..?"


"Aku izinkan aku mencium mu lagi sebelum kita pergi tidur."


"Jangan mulai lagi." Hanaya tersenyum canggung.


"Sekali lagi." Min Yoongi langsung mendaratkan bibirnya.


Hanaya yang tidak bisa menolak hanya bisa pasrah, dengan apa yang dilakukan Min Yoongi.


"Maaf Hanaya aku tidak bisa menahannya." Min Yoongi berbicara dalam hati.


Min Yoongi mencumbu Hanaya, meskipun ada batasan yang tidak boleh dilewatinya, dia berusaha menahannya agar tidak melakukan hal yang lebih dalam lagi, Min Yoongi tidak bisa melepaskan ciuman panasnya, sehingga Hanaya cukup kewalahan menimpalinya.


Akhirnya diapun berhenti disaat jemarinya sudah tidak bisa dikendalikan.


"Maaf."


Hanaya mengecup tipis bibir Min Yoongi. "Ayo, sudah hampir pagi kamu harus istirahat dan tidur.


"Apakah kita harus menikah..?" pertanyaan Min Yoongi membuat Hanaya terkejut.


"Aku tidak ingin membuat kamu berakhir sengsara." ucap Hanaya.


"Kenapa..?" tanya Min Yoongi.


"Aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin memilikimu, tapi aku tidak ingin merusak karirmu, dan hidupmu, karena hubungan kita, aku akan menunggumu disaat waktunya telah tiba aku akan bersedia menikah denganmu."


"Apa kamu menolak ku..?"


Hanaya mendaratkan ciumannya dibibir Min Yoongi, dan membuat Min Yoongi menikmati kembali ciuman hangat dari Hanaya.


"Aku tidak menolak mu, tapi aku memikirkan mu, jangan pernah mengatakan itu lagi, apa kamu tau apa yang sudah aku lewati hingga aku sampai disini..?" Hanaya berusaha meyakinkan dan menepis tanggapan Min Yoongi bahwa dia menolak permintaannya untuk menikah.


"Bolehkah aku tidur sambil memeluk mu?" tanya Min Yoongi.

__ADS_1


"Tentu saja."


__ADS_2