Fantasi Hana My Yoongi

Fantasi Hana My Yoongi
Hari-hari yang indah


__ADS_3

Syuting mini drama BTS pun telah selesai, tiba waktunya para kru untuk bersiap-siap kembali. Hanaya, dan timnya pun telah selesai mengemasi barang-barang yang akan dibawa kembali ke HYBE. tampak Yoongi dan Jimin duduk santai didepan villa.


"Hyung, apa kau mulai mengencani Hanaya..?" tanya Jimin.


"Entahlah" Yoongi menjawab singkat.


"Tapi Hanaya sangat menyukaimu." Jimin sedikit tidak terima dengan jawaban Min Yoongi.


"Benarkah..?" Min Yoongi pura-pura tidak tau.


"Ayolah Hyung, kau jangan berbohong padaku kau juga menyukainya kan, kau sering tersenyum akhir-akhir ini, dan kau sering mencuri-curi pandangan kepada Hanaya." Ternyata Jimin selalu memperhatikan gerak-gerik Min Yoongi.


"Aaah, biasa saja." Yoongi mengambil ponselnya lalu berdiri.


"Ayo, sebentar lagi kita akan berangkat. Min Yoongi mengalihkan pembicaraan.


Di pinggir danau, ternyata Hanaya sedang menunggu Min Yoongi dia tidak sabar melihat Min Yoongi sebelum mereka benar-benar pergi dari villa tersebut.


Setengah jam berlalu Min Yoongi masih saja belum terlihat, Hanaya yang kecewa memutuskan pergi dan tidak ingin lebih lama lagi menunggu Min Yoongi.


Tapi sebelum Hanaya melangkahkan kakinya, dari kejauhan dia melihat Min Yoongi yang sedang melambaikan tangannya kepada Hanaya.


"Dia datang, tapi kenapa aku sangat gugup sekali, santai Hana, santai..." Hanaya berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Hai, maaf ya kamu pasti sudah lama menunggu ku." Min Yoongi memegang tangan Hanaya.


"ah,,nggak kok aku juga belum lama ada disini." terlihat sekali jika Hanaya gugup.


"Tanganmu berkeringat, apakah kau masih gugup saat bersamaku." tanya Min Yoongi sambil menatap Hanaya.


Hanaya semakin gugup, lalu mengalihkan tatapannya.


"Jangan menatapku seperti itu, apa kau tidak lihat aku sangat malu." Hanaya melepaskan genggaman Yoongi.


"Hahaha..." Min Yoongi tertawa.


"Jangan menertawakan ku." Hanaya memukul dada Min Yoongi.


"Aku tidak tau kenapa aku semenarik itu di matamu." Ucap Min Yoongi.


"Apa yang ingin kamu katakan, tiba-tiba mengirim pesan pada ku disaat aku sedang sibuk mengemasi barang-barang." tanya Hanaya kepada Min Yoongi.


Ternyata disaat Min Yoongi dan Jimin sedang membahas Hanaya, dia langsung mengirimkan pesan kepada Hanaya dan mengatakan jika dia ingin bertemu dengannya.


"Iya, aku cuma ingin mengatakan jika nanti aku bersikap acuh kepadamu, jangan pikir aku telah menjaga jarak dengan mu, kita akan bersikap seperti rekan kerja, dan jangan memperlihatkan sikap yang berlebihan."


"Maksudmu..?" Hanaya pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Min Yoongi.


"Aku ingin kamu merasa nyaman, aku tidak ingin berita-berita aneh akan mengganggumu, berpura-puralah tidak terjadi apa-apa diantara kita berdua." Min Yoongi tidak ingin Hanaya merasa terusik.


"Ya, aku mengerti apa yang kamu maksud, tapi itu sedikit mengecewakan.


"Tolong berpikiran positif." Min Yoongi berusaha meyakinkan Hanaya.


"Baiklah jika itu yang kamu mau." Hanaya pun melangkahkan kakinya dan meninggalkan Min Yoongi.


"Heii... Kenapa kamu pergi begitu saja, apakah kamu tidak ingin kecuapan perpisahan dariku.?" Min Yoongi mengejar Hanaya.


"Tidak, aku tidak mau kecupan perpisahan." Hanaya pun berlari dan disusul oleh Min Yoongi.


"Hana, tunggu..??"


Hanayaya terus berlari dan sesekali terdengar gelak tawa mereka berdua.


***


Setelah kembali dari luar kota, Hanaya memutuskan untuk menemui Luna di restoran dia tidak sabar untuk menceritakan apa yang telah dialaminya selama dia bekerja diluar kota, Lee Hye Jie yang baru saja pulang dari cuti berlibur ternyata ada di restoran milik Hanaya, dia tampak sedang menikmati hidangan yang dipesannya. Hanaya yang melihat Lee Hye jie langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Noona, kapan kau kembali..?" tanya Hanaya sambil berjalan ke arah Lee Hye jie.


"Ooh, Hana kau ternyata disini." Lee Hye jie tercengang.


"Iya, bukankah kau akan pulang dua hari lagi..?" tanya Hanaya, dan duduk di samping Lee Hye jie.


"Iya, aku sengaja pulang dua hari lebih cepat, karena ingin beristirahat sebelum masuk bekerja." jawab Lee Hye jie.


"Oh, begitu rupanya." Hanaya menganggukan kepalanya.


"Ayo makan bersama ku." Lee Hye jie memanggil pelayan.


"Tidak, aku kesini bukan untuk makan, tapi ingin menemui sahabatku." Hanaya menolak tawaran Lee Hye jie.


Manager Lee yang melihat Hanaya langsung menghampirinya.


"Halo Hana, sudah lama kita tidak bertemu." sapa Manager Lee.


"Iya, aku hanya mampir sebentar untuk menemui Luna." ucap Hanaya.


Lee Hye jie yang penasaran karena Hanaya kenal dengan manager Lee bertanya.


"Apakah kalian saling kenal..??" tanya Lee Hye jie sambil melihat Hanaya dan manager Lee.


"Kenapa tidak, Hana adalah pemilik restoran ini jawab manager Lee." jawab manager Lee.


"Apa..??" Lee Hye batuk karena mendengar jawaban dari manager Lee.


"Tapi kenapa kalian terlihat akrab..?" tanya manager Lee.


"Kita bekerja di satu tim." jawab Hanaya singkat.


"Oh, ternyata kamu bekerja di HYBE entertainment, pantas saja hanya nona Luna yang disini untuk mengurus pekerjaan." manager Lee sedikit bingung dengan Hanaya, dia berpikir kenapa Hanaya capek-capek bekerja padahal dia mempunyai beberapa restoran mewah di korea.


"Tunggu, jadi kamu pemilik restoran ini, dan kamu adalah bos kakak ku..??" Lee Hye jie masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ternyata dunia ini sangat sempit ya.." Hanaya tersenyum.


"Hana, ternyata kamu seorang bos restoran, wah... sulit untuk dipercaya." Lee Hye jie menggelengkan kepalanya.


"Ayolah Noona..jangan bereaksi berlebihan." Hanaya sedikit merasa tidak enak.


"Hana, setelah aku selesai makan, kita akan bicara oke.." Lee Hye jie meneruskan makanannya.


Hanaya hanya tersenyum lalu bertanya kepada Manager Lee.


"Luna ada didalam kan..??"


"Ada, Nona Luna baru saja kembali dari kota." jawab Manager Lee.


Hanaya pun langsung meninggalkan Lee Hye jie yang sedang makan, dan menuju keruangannya.


"Tok,tok,." Hanaya mengetuk pintu.


"Masuk." terdengar suara Luna.


"Lunas..." Hanaya berlari menghampiri Luna.


"Hana...??" Luna pun sangat senang melihat Hanaya yang akhir-akhir ini sangat jarang ditemuinya meskipun berada di dalam satu rumah.


"Luna, aku tidak tau, gimana caranya mengatakannya, tapi kamu tau aku sekarang berkencan dengan Yoongi." Hanaya sangat bahagia.


"Benarkah? Hana aku ikut senang." Luna memeluk Hanaya.


"Aku seperti bermimpi, aku bisa dekat dengan Yoongi, tak ada yang lebih membahagiakan selain ini Luna." Hanaya kembali memeluk Luna.


"Tapi apa kamu yakin Hana..? aku takut kamu akan kecewa, banyak kejadian seorang idola berkencan dengan penggemarnya tapi setelah itu, mereka akan meninggalkannya dengan alasan sibuk. Hanaya berusaha mengingatkan Hanaya.

__ADS_1


"Tidak Luna, ini beda, aku yakin Yoongi sangat tulus padaku." Hanaya berusaha meyakinkan Luna.


"Syukurlah jika dia benar-benar menganggap mu. Aku takut saja kamu akan begitu sangat kecewa." Luna sedikit takut jika nanti Hanaya akan kecewa, karena hanya dalam waktu satu setengah bulan Hanaya bisa dekat dengan Min Yoongi pesohor yang sedang mendunia.


"Ayolah Luna, apakah kamu tidak suka impianku selama ini menjadi kenyataan..?" tanya Hanaya.


"Bukan begitu, aku sangat senang, dan juga sangat bahagia jika kamu bahagia." Luna memegang tangan Hanaya.


***


Lee Hye jie yang sengaja duduk menunggu Hanaya, akhirnya melihat Hanaya dan Luna keluar, dan langsung menuju kearah Lee Hye jie.


"Luna, kenalkan ini Lee Hye jie, teman satu tim ku." Hanaya memperkenalkan mereka berdua.


"Halo.." Luna mengulurkan tangannya lalu disambut oleh Lee Hye jie dengan ramah.


Setelah mereka saling berkenalan, Hanaya pamit untuk pulang ke apartemen, dia merasa sedikit kelelahan, karena baru pulang dari luar kota.


"Noona, apakah kamu mau mampir ke tempat tinggal ku..?" tanya Hanaya.


Tanpa pikir panjang Lee Hye jie menerima tawaran Hanaya.


"Sampai ketemu dirumah." Hanaya melambaikan tangannya kepada Luna.


Sesampainya di apartemen Hanaya Lee Hye jie dibuat kaget, dengan luas apartemen yang ditinggali oleh Hanaya, dia tidak menyangka ternyata anak magang yang berada satu tim dengannya adalah seorang Bos.


"Hanaya, kau yakin tidak salah masuk..?" tanya Lee Hye jie sambil memperhatikan setiap sudut ruangan yang ada di apartemen mewah tersebut.


"Hmm." Hanaya hanya mendehem.


"Kamar mu mana Hana..?" tanya Lee Hye jie, sambil melihat setiap kamar yang ada.


"Kamarku disini." Hanaya menunjukan kamarnya.


Lee Hye jie yang penasaran langsung masuk ke kamar Hanaya. Dia begitu sangat mengagumi kamar Hanaya yang luas, dan melihat ke arah jendela.


"Hana, itu gedung kita." Lee Hye menunjuk kearah gedung HYBE.


"Iya benar." Hanaya masuk keruang ganti, untuk mengganti pakaiannya.


Dan Lee Hye jie dikejutkan oleh foto lukisan yang sangat besar yang terpampang di kamar Hanaya, dia tertegun melihat orang yang ada dilukiskan tersebut.


"Hana.."


"Ya, kenapa..?" tanya Hanaya keluar dari ruang ganti.


"Itu benar-benar lukisan Min Yoongi..?" tanya Lee Hye jie, dengan mata terbelalak.


"Iya benar, dia adalah Min Yoongi." Hanaya tersenyum.


"Aa..aku tau sekarang, kamu bekerja, bukan karena membutuhkan uang, tapi ingin mendekati Min Yoongi kan..?" tanya Lee Hye jie selidiki.


Hanaya tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan Lee Hye jie.


"Hana, apakah kamu butuh bantuanku agar bisa lebih dekat dengan Min Yoongi..?" Lee Hye jie menjadi bersemangat.


"Tidak usah Noona, aku akan berusaha secara perlahan, dan Noona harus merahasiakan ini dari orang-orang okey..!!!" Hanaya meminta Lee Hye jie untuk tutup mulut.


"Hana, meskipun aku diam, orang-orang akan mengetahuinya dengan cepat." ucap Lee Hye jie.


"Kita lihat saja nanti kak, aku juga tidak mau menggangu pekerjaan Yoongi, karena aku ingin tetap dia berkarya dan membuatku setiap hari jatuh cinta padanya. "Hanaya memandangi lukisan besar tersebut.


"Tenang saja Hana, aku akan selalu mendukungmu, yang penting kamu jangan pernah memarahi kembaran ku, jika dia melakukan kesalahan disaat bekerja." Lee Hye jie menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk milik Hanaya.


"Oh, jadi Noona ingin bernegosiasi dengan ku..??" Hanaya menghampiri Lee Hye jie laku menggelitiknya.


"Hana, jangan aku tidak tahan Jika ada orang yang menggelitik ku." Hanaya tidak menghiraukan perkataan Lee Hye jie dan masih tetap menggelitik nya.

__ADS_1


__ADS_2